<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006</id><updated>2011-07-31T01:50:23.100-07:00</updated><title type='text'>Nebula on The Web</title><subtitle type='html'>Hi.. all Netter!!!
Welcome to the another side. 
Nebula will guide you to the real world with spirit of moslem family.
Insya Allah hanya merujuk pada Al Quran dan As Shunnah yg shahih</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>88</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-6935333114421036350</id><published>2009-08-02T21:05:00.000-07:00</published><updated>2009-08-02T21:29:18.291-07:00</updated><title type='text'>Bom Bunuh Diri</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0);font-family:georgia;" &gt;Seiring maraknya aksi Bom Bunuh Diri yang di yakini sebagian masyarakat kita sebagai Jihad maka perlu  disampaikan berapa dalil yang bisa di rujuk.  Secara jelas kerusakan nampak di muka bumi oleh tangan manusia baik yang berdalih pada perintah agama atau kehendak penguasa. Namun sebenarnya Allah memberikan bekal yang cukup bagi kita untuk bisa memilih mana yang benar dan yang salah. Walau di sisi lain Allah sudah menetapkan bahwa dunia ini akan kiamat dan memang demikianlah Allah Maha Berkehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun secara mutlak Allah sampaikan bahwa dimana kita berpaling maka Allah akan memalingkan kita. Bagaimanapun kebenaran itu hadir secara nyata tapi jika selalu di dustakan maka muncullah dalil2 pembenaran hasil dari emosi dan ketamakan manusia. Itulah mengapa hidayah tidak terukur harganya dan kita harus bertanggung jawab atas apa yang kita usahakan. Berdasarkan kesepakatan ahli hadist dan ulama aksi bom bunuh  diri di negeri-negeri kaum muslimin dikatakan hukumnya adalah haram, karena  akan menyebabkan melayangnya jiwa-jiwa yang tidak berdosa dari kaum muslimin.  Allah Jalla Jalaluhu mengancam siapa saja yang membunuh jiwa seorang mukmin  dengan ancaman yang sangat keras.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0);font-family:georgia;" &gt;Artinya : Dan barangsiapa yang  membunuh seorang mumin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal  ia didalamnya dan Allah murka kepadanya dan mengutukinya serta menyediakan azab  yang besar baginya [An-Nisa : 93]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0);font-family:georgia;" &gt;Jika yang terbunuh adalah  orang-orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari pemerintah muslim maka  pelakunya mendapat ancaman dari sabda Rasulullah Shallallahu ˜alaihi wa  sallam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;font-family:georgia;" &gt;Artinya : Barangsiapa yang membunuh orang kafir yang mendapat  jaminan keamanan maka dia tidak akan mencium bau surga, dan sesungguhnya bau  surga didapati dari 40 tahun perjalanan[Shahih Bukhari 6/2533. Lihat majalah  Buhuts Islamiyyah yang diterbitkan oleh Haiah Kibar Ulama edisi 56 hal.  357-362]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0);font-family:georgia;" &gt;Kami akhiri bahasan ini dengan Nasehat berharga dari Syaikh  Al-Alamah Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0);font-family:georgia;" &gt;Jika seorang  mujahid mengikhlaskan niat kepada Allah Jalla Jalaluhu semata, maka tidak  diragukan lagi bahwa dia akan diberi pahala yang layak baginya sesuai dengan  niatnya, tetapi aksi bom bunuh diri ini bukanlah jihad yang diperintahkan Allah  Jalla Jalaluhu. Karena jihad harus dipersiapkan, sebagaimana dalam firman Allah  Jalla Jalaluhu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;font-family:georgia;" &gt;Artinya : Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka  kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan kuda-kuda yang ditambat untuk  berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggetarkan musuh Allah dan musuh  kalian [Al-Anfal : 60]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0);font-family:georgia;" &gt;Inilah jihad, yaitu diumumkan dan dipersiapkan,  jihad inilah yang seorang muslim tidak diperkenankan ketinggalan. Adapun jihad  yang berarti aksi perorangan seperti bom bunuh diri-, .. maka itu  bukanlah jhad..., karena inilah maka wajib atas kaum muslimin untuk kembali  kepada agamanya, memahami syariat Rabb mereka dengan pemahaman yang shahih,  dan mengamalkan apa yang mereka fahami dari syariat Allah Jalla Jalaluhu dan  agamaNya dengan ikhlas dan benar, sehingga mereka bisa bersatu dibawah satu  kalimat ; pada saat itulah orang-orang yang beriman bergembira dengna  pertolongan Allah Tabaraka wa Ta'ala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0);font-family:georgia;" &gt;[Sebagian di kutip dari majalah Al-Furqon, edisi 3 Tahun IV, hal. 23-28, Judul BOM Syahid  Atau Bunuh Diri,  Penyusun Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah, Penerbit Lajnah Dakwah Mahad  Al-Furqon, Mahad Al-Furqon, Srowo Sidayu Gresik Jawa Timur]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-6935333114421036350?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/6935333114421036350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=6935333114421036350' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/6935333114421036350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/6935333114421036350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2009/08/bom-bunuh-diri.html' title='Bom Bunuh Diri'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-2323052248827776281</id><published>2009-08-02T21:00:00.000-07:00</published><updated>2009-08-02T21:02:53.212-07:00</updated><title type='text'>ANDA WAJIB BERDAKWAH KEPADA ALLAH DAN TIDAK BERPUTUS ASA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Para pemuda wajib berdakwah kepada Allah dan terus melanjutkan (dakwahnya) tanpa  putus asa. Karena berapa banyak manusia yang diberi petunjuk oleh Allah  Subhanahu wa Ta'ala setelah kesesatan mereka ?! Dan berapa banyak manusia yang  diperbaiki oleh Allah setelah mereka rusak ?! Maka hendaknya ia terus  melanjutkan dakwahnya kepada yang haq dan bersabar, seraya menanti pertolongan  dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Adapun turut serta dalam pekerjaan haram  sungguh tidak boleh. Oleh karena itu tidak boleh ia tetap tinggal menonton  televisi sambil menyaksikan kemugkaran di dalamnya. Atau tetap tinggal  mendengarkan radio padahal ia mendengarkan sesuatu yang diharamkan (dari radio  tersebut). Bahkan ia harus meninggalkan tempat itu jika nasehat (yang diberikan)  tidak bermanfaat ? Karena Nabi telah bersabda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;"Artinya : Barangsiapa di  antara kalian melihat kemungkaran maka hendaknya ia merubahnya dengan tangannya,  jika tidak mampu maka hendaknya ia merubahnya dengan lisannya, jika tidak mampu  maka hendaklah ia (mengingkarinya) dengan hatinya"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Seseorang yang tetap  tinggal bersama pelaku mkasiat maka akan dituliskan baginya dosa seperti dosa  mereka (yang melakukannya). Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa  Ta'ala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;"Artinya : Dan apabila kamu melihat orang-orang  memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka  membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan  larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu  sesudah teringat (akan larangan itu)" [Al-An'am : 68]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Dan Allah Subhanahu  wa Ta'ala berfirman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;"Artinya : Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada  kamu di dalam Al-Qur'an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari  dan diperolok-olokan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta  mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya  (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya  Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam  Jahannam" [An-Nisa : 140]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Maka tidak boleh bagi anda tetap tinggal di  tempat di mana anda mendengarkan kemugkaran, atau menyaksikan kemungkaran, akan  tetapi anda tetap tinggal bersama keluarga anda di rumah dan menasehati mereka  sesuai dengan kemampuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Adapun perkataan yang kedua. Maka saya megajak  saudara-saudaraku para pemuda yang telah dikarunai Allah hidayah untuk berusaha  agar mereka dapat menarik para pemuda lain yang memungkinkan, karena para pemuda  lebih terpengaruh oleh teman-teman mereka dibandingkan terpengaruh oleh orang  yang lebih tua dari mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Maka anda sekalian semoga Allah memberkahi  kalian- wahai pemuda ! Berusahalah sekuat-kuatnya untuk menarik  sebanyak-banyaknya agar Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan hidayah atas mereka  melalui tangan-tangan kalian. Dan janganlah kalian meremehkan diri kalian jangan  pula tergesa-gesa lalu mengatakan : " Kami menginginkan agar orang yang tersesat  itu mendapat hidayah dalam sehari semalam". Boleh jadi ia tidak mendapatkan  hidayah kecuali setelah satu pekan, atau satu bulan atau lebih. Akan tetapi yang  penting adalah bersabarlah dan menyabar-nyabarkan diri untuk memberikan petunjuk  kepada saudara-saudara kalian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;[Disalin dari kitab Ash-Shahwah Al-Islamiyah Dhawabith wa Taujihat, edisi  Indonesia Panduan Kebangkitan Islam, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih  Al-Utsaimin, terbitan Darul Haq]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-2323052248827776281?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/2323052248827776281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=2323052248827776281' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/2323052248827776281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/2323052248827776281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2009/08/anda-wajib-berdakwah-kepada-allah-dan.html' title='ANDA WAJIB BERDAKWAH KEPADA ALLAH DAN TIDAK BERPUTUS ASA'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-117590902788450860</id><published>2007-04-06T17:57:00.000-07:00</published><updated>2007-04-06T18:23:50.463-07:00</updated><title type='text'>Ziarah Rumah Sakit</title><content type='html'>Dear my diary,&lt;br /&gt;Saat menulis ini, sudah empat hari aku berbaring di RS Haji karena operasi Hernia Scrotalis.&lt;br /&gt;Padahal belum genap seminggu lalu aku masih bekerja dan mengikuti pameran tanaman hias.&lt;br /&gt;Lalu Allah berkenan menunjukkan kasih sayangnya padaku dengan berada di RS ini.&lt;br /&gt;Bila kalian kurang mampu mengambul hikmah dari berziarah kubur, maka kusarankan ber ziarah ke RS.&lt;br /&gt;Bukan maksudku kalian harus sakit, tapi disini banyak hikmah wahai kawanku.&lt;br /&gt;Setiap hari kudengar ayat2 Al Qur'an dan suara Adzan tegak bergaung disetiap kamar.&lt;br /&gt;Namun tidak jarang suara isak tangis dan jeritan kepedihan memenuhi ruangan. &lt;br /&gt;Adapula yg datang bersilaturahmi, mereka menebar senyum dan cium tanda cinta pendongkrak semangat pasien. Tepat didetik ini, ada suara ayat2 Yasin diruang sebelah mengantarkan kematian seseorang beberapa menit lalu. &lt;br /&gt;Semuanya saling mendekatkan diri pada Allah dan jauh dari penyakit cinta dunia dan takut mati.&lt;br /&gt;Tidak terlihat sikap tamak, rakus, iri hati, sombong, dan saling menjatuhkan diantara kami.&lt;br /&gt;Indah bukan !! Karena itu marilah kita tersadar bahwa semua ini hanyalah ujian semata.&lt;br /&gt;Jangan sampai gagal ujian masuk surga hanya karena dunia fana yg sekejap.&lt;br /&gt;Mari kita saling bergandeng tangan meniti jalan surga Allah.&lt;br /&gt;Sehasta di surga lebih baik dari dunia beserta isinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-117590902788450860?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/117590902788450860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=117590902788450860' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/117590902788450860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/117590902788450860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2007/04/ziarah-rumah-sakit.html' title='Ziarah Rumah Sakit'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-117590550590335731</id><published>2007-04-06T17:00:00.000-07:00</published><updated>2007-04-06T17:25:06.133-07:00</updated><title type='text'>Nebula's Garden Phasa Q1</title><content type='html'>Dear Friend, berikut update untuk adenium dan anthurium Q1 2007 :&lt;br /&gt;Adenium &lt;br /&gt;1. Adenium obesum  &lt;br /&gt;2. Adenium spider varigata&lt;br /&gt;3 Adenium NoName : daun awal merah tebal&lt;br /&gt;4. Adenium Doxon&lt;br /&gt;5. Adenium Red Blood Varigata&lt;br /&gt;6. Adenium Hugo Varigata&lt;br /&gt;7. Adenium My Country&lt;br /&gt;8. Adenium Mr. Button&lt;br /&gt;9. Adenium  Estima&lt;br /&gt;10. Adenium  Sinox&lt;br /&gt;11. Adenium Pluto&lt;br /&gt;12. Adenium  Cozy&lt;br /&gt;13. Adenium Teamo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anthurium&lt;br /&gt;1. Anthurium Jari&lt;br /&gt;2. Anthurium Dasi&lt;br /&gt;3. Anthurium Kuping Gajah Silver&lt;br /&gt;4. Anthurium Waroq/Queen of Anthurium&lt;br /&gt;5. Anthurium Ruffless kw1&lt;br /&gt;6. Anthurium Black Beauty&lt;br /&gt;7. Anthurium Veitchii / King of Anthurium&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-117590550590335731?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/117590550590335731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=117590550590335731' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/117590550590335731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/117590550590335731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2007/04/nebulas-garden-phasa-q1.html' title='Nebula&apos;s Garden Phasa Q1'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-116909956804233742</id><published>2007-01-17T21:49:00.000-08:00</published><updated>2007-01-17T21:52:48.776-08:00</updated><title type='text'>Bidadari bagi wanita</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold;"&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya: Pria mendapatkan istri-istri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold;"&gt;bidadari di Surga, lalu wanita mendapatkan apa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Para wanita akan mendapatkan pria ahli Surga, dan pria ahli Surga lebih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;afdhal dari pada bidadari. Pria yang paling baik ada di antara pria ahli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Surga. Dengan demikian, bagian wanita di Surga bisa jadi lebih besar dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;lebih banyak daripada bagian pria, dalam masalah pernikahan. Karena wanita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;di dunia juga (bersuami) mereka mempunyai beberapa suami di Surga. Bila&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;wanita mempunyai 2 suami, ia diberi pilihan untuk memilih di antara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;keduanya, dan ia akan memilih yang paling baik dari keduanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;(Fatawa wa Durusul Haramil Makki, Syaikh Ibn Utsaimin 1/132, yang dinukil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;dalam Al-Fatawa Al-Jami'ah lil Mar'atil Muslimah, edisi bahasa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Fatwa-fatwa tentang wanita 3 cetakan Darul Haq)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Pertanyaan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;S&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yaikh Abdullah bin Jibrin ditanya: Ketika saya membaca Al-Qur'an, saya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold;"&gt;mendapati banyak ayat-ayat yang memberi kabar gembira bagi hamba-hamba- Nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold;"&gt;yang beriman dari kaum laki-laki, dengan balasan bidadari yang cantik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold;"&gt;sekali. Adakah wanita mendapatkan ganti dari suaminya di akhirat, karena&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold;"&gt;penjelasan tentang kenikmatan Surga senantiasa ditujukan kepada lelaki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold;"&gt;mukmin. Apakah wanita yang beriman kenimatannya lebih sedikit daripada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold;"&gt;lelaki mukmin?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;T&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;idak bisa disangsikan bahwa kenikmatan Surga sifatnya umum untuk laki-laki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;dan perempuan. Allah berfirman: Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki ataupun perempuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(Ali-Imran:195)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;kehidupan yang baik (An-Nahl:97)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;mereka tidak dianiaya walau sedikitpun (An-Nisa':124)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;yang mu'min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta'atannya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;(nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;besar(Al-Ahzab: 35)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Allah telah menyebutkan bahwa mereka akan masuk Surga dalam firman-Nya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;atas dipan-dipan (Yasin:56)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Masuklah kamu ke dalam Surga, kamu dan istri-istri kamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;digembirakan( Az-Zukhruf: 70)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Allah menyebutkan bahwa wanita akan diciptakan ulang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dengan langsung, dan Kami jadikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;mereka gadis-gadis perawan (Al-Waqi'ah: 35-36)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Maksudnya mengulangi penciptaan wanita-wanita tua dan menjadikan mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;perawan kembali, yang tua kembali muda. Telah disebutkan dalam suatu hadits&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;bahwa wanita dunia mempunyai kelebihan atas bidadari karena ibadah dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;ketaatan mereka. Para wanita yang beriman masuk Surga sebagaimana kaum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;lelaki. Jika wanita pernah menikah beberapa kali, dan ia masuk Surga bersama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;mereka, ia diberi hak untuk memilih salah satu di antara mereka, maka ia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;memilih yang paling bagus diantara mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold;"&gt;(Fatawal Mar'ah 1/13 yang dinukil dalam Al-Fatawa Al-Jami'ah lil Mar'atil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold;"&gt;Muslimah, edisi bahasa Indonesia Fatwa-fatwa tentang wanita 3 cetakan Darul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51); font-weight: bold;"&gt;Haq)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-116909956804233742?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/116909956804233742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=116909956804233742' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116909956804233742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116909956804233742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2007/01/bidadari-bagi-wanita.html' title='Bidadari bagi wanita'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-116771377008993738</id><published>2007-01-01T20:55:00.000-08:00</published><updated>2007-01-01T20:56:10.140-08:00</updated><title type='text'>Nebula's Garden</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(102, 51, 51);font-size:85%;" &gt;Taman Rumahku kira2 begini isinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adenium :&lt;br /&gt;1. Blue Hawai&lt;br /&gt;2. Black Night&lt;br /&gt;3. Endles Sunset&lt;br /&gt;4. Morodoclo&lt;br /&gt;5. Thailand&lt;br /&gt;6.Thailand dengan Daun Ramping&lt;br /&gt;7. Bonggol bentuk Singasana Raja&lt;br /&gt;8. Win Ponorogo 1&lt;br /&gt;9. Win Ponorogo 2&lt;br /&gt;10. Win Ponorogo 3&lt;br /&gt;11. Kom Ponorogo 1&lt;br /&gt;12. Kom Ponorogo 2&lt;br /&gt;13. Rumah Kokoh&lt;br /&gt;14. Batang Angker Belah&lt;br /&gt;15 Akar Kempot 1&lt;br /&gt;16. Akar Kempot 2&lt;br /&gt;17. Bonsai Botol&lt;br /&gt;18. The Peach&lt;br /&gt;19. Fadia&lt;br /&gt;20. Purple Crown&lt;br /&gt;21. Arabicum&lt;br /&gt;22. Eye of The Storm&lt;br /&gt;23. White Packet&lt;br /&gt;24. Harry Porter&lt;br /&gt;25. Bonggol bentuk Kijang&lt;br /&gt;26. Bibit2 Thailand&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Euphorbia :&lt;br /&gt;1. Bus Star Combination&lt;br /&gt;2. Four Season&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anthurium:&lt;br /&gt;1. Anthurium Wave of Love 1&lt;br /&gt;2. Anthurium Wave of Love 2&lt;br /&gt;3. Anthurium Wave of Love 3.&lt;br /&gt;4. Anthurium Keris Kw 1&lt;br /&gt;5. Anthurium Pedang (dulu katanya golok hybrid tapi lebih mirip A. Keris hybrid)&lt;br /&gt;6. Anthurium Hookeri Batang Merah Kw1 ( mati terbakar bln november 06 padahal sudah sejengkal)&lt;br /&gt;7. Anthurium Jati (tinggal satu daun, kondisi akar kurang bagus anakkannya jg lambat berkembang)&lt;br /&gt;8. Anthurium Jenmanii pucuk merah&lt;br /&gt;9. Anthurium Corong Besar (ternyata Bintang Kejora)&lt;br /&gt;10. Anthurium Garuda&lt;br /&gt;11. Anthurium Kuping Gajah&lt;br /&gt;12. Anthurium Wave of Love 4&lt;br /&gt;13. Anthurium Ruffles&lt;br /&gt;14. Anthurium Jenmanii Kol  bibit&lt;br /&gt;15. Anthurium Garuda bibit&lt;br /&gt;16. Anthurium Hookeri bibit ( pengganti hookeri yg mati)&lt;br /&gt;17. Anthurium Golok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirih :&lt;br /&gt;1. Sirih Hijau&lt;br /&gt;2. Sirih Merah&lt;br /&gt;3. Sirih Hitam&lt;br /&gt;4. Sirih Putih&lt;br /&gt;5. Sirih Kuning&lt;br /&gt;6. Sirih Hias&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aglaonema/Aglonema :&lt;br /&gt;1. Dona Carmen&lt;br /&gt;2. Lady Valentine (mati karena terlalu banyak pupuk)&lt;br /&gt;3. Pride of Sumatera&lt;br /&gt;4. Dona Carmen Hijau&lt;br /&gt;5. Lucky Golden&lt;br /&gt;6. Chiang May&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selain itu masih ada :&lt;br /&gt;1. Dondong&lt;br /&gt;2. Bunga Bakung&lt;br /&gt;3. Lidah Buaya&lt;br /&gt;4. Pepaya Jeruk&lt;br /&gt;5. Bougenvile&lt;br /&gt;6. Beras Kutah&lt;br /&gt;7. Ekor Buaya&lt;br /&gt;8. Ekor Kadal&lt;br /&gt;9. Beringin Korea&lt;br /&gt;10 Teratai Budha&lt;br /&gt;11. Kastuba 1&lt;br /&gt;12. Kastuba 2&lt;br /&gt;13. Kastuba 3&lt;br /&gt;14. Mawar Ungu&lt;br /&gt;15. Mawar Kuning&lt;br /&gt;16. Lavender&lt;br /&gt;17. Kembang Panjang Ungu&lt;br /&gt;18. Sleepers&lt;br /&gt;19. Anggur Merah&lt;br /&gt;20. Anggur Hijau&lt;br /&gt;21. Bambu Japan&lt;br /&gt;22. Tomat Hias&lt;br /&gt;23. Bigunia Keong&lt;br /&gt;24. Bigunia Plastik&lt;br /&gt;25. Palm Biasa&lt;br /&gt;25. Kastuba 4&lt;br /&gt;26. Bonsai Jambu Batu&lt;br /&gt;27. Umbi Aca Lilly pink&lt;br /&gt;28. Umbi Aca Lilly Kuning&lt;br /&gt;29. Pohon Tin&lt;br /&gt;30. Black Cardinal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Hunting mulai Januari 2007 :&lt;br /&gt;1&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;. Anthurium Kol ( dapat tgl 1 januari 07)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;2&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;. Anthurium Jari Maca&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;3. Anthurium Vetchi&lt;/span&gt;i&lt;br /&gt;4. Anthurium Kuku Bima&lt;br /&gt;5. Anthurium Black Beauty (kelihatannya gak jadi karena mirip ama Garuda)&lt;br /&gt;6. Anthurium Tanduk/Centong/Cobra&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;7. Anthurium Hookeri ( dapat 1 januari 2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;9. Anthurium Golok ( dapat 1 Januari 2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;10. Adenium My Country&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;11. Adenium Socotranum&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;12. Adenium Obesum bongol handal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-116771377008993738?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/116771377008993738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=116771377008993738' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116771377008993738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116771377008993738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2007/01/nebulas-garden.html' title='Nebula&apos;s Garden'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-116521376212426920</id><published>2006-12-03T22:20:00.000-08:00</published><updated>2006-12-03T22:29:22.733-08:00</updated><title type='text'>Ridho istri kedua</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);font-size:85%;" &gt; Pertanyaan.&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Saya seorang lelaki yang telah lama menikah dan mempunyai beberapa anak, dan saya bahagia dalam kehidupan berkeluarga, akan tetapi saya merasa sedang membutuhkan istri satu lagi, sebab saya ingin menjadi orang yang istiqomah, sedangkan istri satu bagi saya tidak cukup, karena saya mempunyai kemampuan melebihi kemampuan istri. Dan dari sisi lain, saya menginginkan istri yang mempunyai kriteria khusus yang tidak dimiliki oleh istri saya yang ada ; dan oleh karena saya tidak ingin terjerumus di dalam hal yang haram, sedangkan di dalam waktu yang sama saya mendapat kesulitan untuk menikah dengan perempuan lain karena masalah usyrah (hubungan keluarga) dan juga karena istri saya, saya mendapatkan hal yang tidak mengenakkan darinya, ia menolak secara membabi buta kalau saya menikah lagi. Apa nasehat Syaikh kepada saya ? Apa pula nasehat Syaikh bagi istri saya agar ia menerima ? Apakah ia berhak menolak keinginan saya untuk menikah lagi, padahal saya akan selalu memberikan hak-haknya secara utuh dan saya mempunyai kemampuan material â€“alhamdulillah- untuk menikah lagi ? Saya sangat berharap jawabannya secara terperinci, karena masalah ini penting bagi kebanyakan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban.&lt;br /&gt;Jika realitasnya seperti apa yang anda sebutkan, maka boleh anda menikah lagi untuk yang kedua, ketiga dan keempat sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anda untuk menjaga kesucian kehormatan dan pandangan mata anda, jikalau anda memang mampu untuk berlaku adil, sebagai pengamalan atas firman Allah Subhanahu wa Taâ€™ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œArtinya : Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilama kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang sajaâ€ [An-Nisa : 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu â€˜alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œArtinya : Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kamu yang mempunyai kesanggupan, maka menikahlah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan mata dan lebih memelihara kesucian farji ; dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa dapat menjadi benteng baginyaâ€ [Muttafaq â€˜Alaih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah lebih dari satu juga dapat menyebabkan banyak keturunan, sedangkan Syariat Islam menganjurkan memperbanyak anak keturunan, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu â€˜alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œArtinya : Kawinilah wanita-wanita yang penuh kasih sayang lagi subur (banyak anak), karena sesungguhnya aku akan menyaingi umat-umat yang lain dengan bilangan kalian pada hari kiamat kelakâ€ [Riwayat Ahmad dan Ibnu Hibban]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dibenarkan agama bagi seorang istri adalah tidak menghalang-halangi suaminya menikah lagi dan bahkan mengizinkannya. Kepada penanya hendaknya berlaku adil semaksimal mungkin dan melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya terhadap mereka berdua. Semua hal diatas adalah merupakan bentuk saling tolong menolong di dalam kebaikan dan ketaqwaan. Allah Subhanahu wa Taâ€™ala telah berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œArtinya : Dan saling tolong menolong kamu di dalam kebajikan dan taqwaâ€ [Al-Maidah : 2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu â€˜alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œArtinya : Dan Allah akan menolong seorang hamba selagi ia suka menolong saudaranyaâ€ [Riwayat Imam Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda adalah saudara seiman bagi istri anda, dan istri anda adalah saudara seiman anda. Maka yang benar bagi anda berdua adalah saling tolong menolong di dalam kebaikan. Dalam sebuah hadits yang muttafaq â€˜alaih bersumber dari Ibnu Umar Radhiyallahu â€˜anhuma bahwasanya Nabi Shallallahu â€˜alaihi wa sallam telah bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œArtinya : Barangsiapa yang menunaikan keperluan saudaranya, niscaya Allah menunaikan keperluannyaâ€&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi keridhaan istri itu bukan syarat di dalam boleh atau tidaknya poligami (menikah lagi), namun keridhaannya itu diperlukan agar hubungan di antara kamu berdua tetap baik. Semoga Allah memperbaiki keadaan semua pihak dan semoga Dia mencatat bagi kamu berdua kesudahan yang terpuji. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Fatwa Ibnu Baz : Majalah Al-Arabiyah, edisi 168]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari. Kitab Al-Fatawa Asy-Syarâ€™iyyah Fi Al-Masaâ€™il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, hal 428-430 Darul Haq]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aye, syarat2 seorang laki dalam ber-poligami sbb :&lt;br /&gt;1. Punya ilmu yg cukup tentang poligami&lt;br /&gt;2. Mampu dalam arti kata, bisa menafkahi dan memberi tempat tinggal yg layak serta berbuat adil.&lt;br /&gt;3. Lebih banyak manfaat-nya daripada kerugiannya, dengan kata lain sudah 'mendesak dan memiliki visi-misi yg jelas untuk kedepan.&lt;br /&gt;4. Calon istri direkomendasi oleh istri sebelumnya, dalam hal ini tidak ada dalil-nya namun hanya pendapat pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** kira2 AaGym cukup syarat gak yach ? cukup **&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-116521376212426920?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/116521376212426920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=116521376212426920' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116521376212426920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116521376212426920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2006/12/ridho-istri-kedua.html' title='Ridho istri kedua'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-116521319291746324</id><published>2006-12-03T22:16:00.000-08:00</published><updated>2006-12-03T22:19:56.843-08:00</updated><title type='text'>Hukum Poligami</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-size:85%;" &gt; Pertanyaan.&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Apakah berpoligami itu mubah di dalam Islam ataukah sunnah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban.&lt;br /&gt;Berpoligami itu hukumnya sunnah bagi yang mampu, karena firmanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œArtinya : Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilama kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniayaâ€ [An-Nisa : 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan praktek Rasulullah Shallallahu â€˜alaihi wa sallam itu sendiri, dimana beliau mengawini sembilan wanita dan dengan mereka Allah memberikan manfaat besar bagi ummat ini. Yang demikian itu (sembilan istri) adalah khusus bagi beliau, sedang selain beliau dibolehkan berpoligami tidak lebih dari empat istri. Berpoligami itu mengandung banyak maslahat yang sangat besar bagi kaum laki-laki, kaum wanita dan Ummat Islam secara keseluruhan. Sebab, dengan berpoligami dapat dicapai oleh semua pihak, tunduknya pandangan (ghaddul bashar), terpeliharanya kehormatan, keturunan yang banyak, lelaki dapat berbuat banyak untuk kemaslahatan dan kebaikan para istri dan melindungi mereka dari berbagai faktor penyebab keburukan dan penyimpangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi orang yang tidak mampu berpoligami dan takut kalau tidak dapat berlaku adil, maka hendaknya cukup kawin dengan satu istri saja, karena Allah berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œArtinya : Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang sajaâ€. [An-Nisa : 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberi taufiq kepada segenap kaum Muslimin menuju apa yang menjadi kemaslahatn dan kesalamatan bagi mereka di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Majalah Al-Balagh, edisi 1028 Fatwa Ibnu Baz]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari. Kitab Al-Fatawa Asy-Syarâ€™iyyah Fi Al-Masaâ€™il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, hal 394-395 Darul Haq]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan.&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Ayat tentang poligami dalam Al-Qur'an berbunyi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja" [An-Nisa : 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri (mu) walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian" [An-Nisa : 129]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat yang pertama disyaratkan adil tetapi dalam ayat yang kedua ditegaskan bahwa untuk bersikap adail itu tidak mungkin. Apakah ayat yang pertama dinasakh (dihapus hukumnya) oleh ayat yang kedua yang berarti tidak boleh menikah kecuali hanya satu saja, sebab sikap adil tidak mungkin diwujudkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban.&lt;br /&gt;Dalam dua ayat tersebut tidak ada pertentangan dan ayat yang pertama tidak dinasakh oleh ayat yang kedua, akan tetapi yang dituntut dari sikap adil adalah adil di dalam membagi giliran dan nafkah. Adapun sikap adil dalam kasih sayang dan kecenderungan hati kepada para istri itu di luar kemampuan manusia, inilah yang dimaksud dengan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri (mu) walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian" [An-Nisa : 129]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu ada sebuah hadits dari Aisyah Radhiallahu 'anha bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah membagi giliran di antara para istrinya secara adil, lalu mengadu kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam do'a:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Ya Allah inilah pembagian giliran yang mampu aku penuhi dan janganlah Engkau mencela apa yang tidak mampu aku lakukan" [Hadits Riwayat Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Hakim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Fatawa Mar'ah. 2/62]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-116521319291746324?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/116521319291746324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=116521319291746324' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116521319291746324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116521319291746324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2006/12/hukum-poligami.html' title='Hukum Poligami'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-116092018562150467</id><published>2006-10-15T06:45:00.000-07:00</published><updated>2006-10-15T06:49:45.863-07:00</updated><title type='text'>Adakah Zakat Profesi ??</title><content type='html'>&lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Harta yang dimiliki oleh seorang muslim dalam bentuk emas, perak ataupun uang (termasuk perhiasan) yang dihasilkan baik itu dari jalan bekerja, perniagaan, warisan, hadiah ataupun yang lainnya jika sudah mencapai &lt;b&gt;&lt;i&gt;nishab&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;haul&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;nya maka wajiblah dikeluarkan zakatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Allah &lt;i&gt;Ta'ala&lt;/i&gt; dan Rasul-Nya memberikan ancaman yang keras bagi orang – orang yang tidak mengeluarkan zakat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Allah &lt;i&gt;Ta'ala &lt;/i&gt;berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“&lt;i&gt;Dan orang – orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu di dalam jahannam, lalu dibakarnya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka, Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan’”&lt;/i&gt; (QS. At Taubah 34 – 35)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan Rasulullah &lt;i&gt;ShallallaHu 'alayHi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“&lt;i&gt;Siapa saja yang memiliki emas dan perak lalu tidak dikeluarkan zakatnya maka pada hari Kiamat nanti akan dibentangkan baginya lempengan dari api lalu dipanaskan dalam neraka kemudian dahi – dahi mereka, lambung dan punggung mereka dibakar dengannya. Setiap kali lempengan itu menjadi dingin, kembali dipanaskan. Demikianlahlah berlaku setiap hari yang panjangnya setara dengan 50.000 tahun di dunia. Hingga diputuskan&lt;/i&gt; &lt;i&gt;ketentuan masing – masing hamba apakah ke surga ataukah ke neraka”&lt;/i&gt; (HR. Muslim, Kitab &lt;i&gt;Az Zakah&lt;/i&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Adapun &lt;b&gt;&lt;i&gt;nishab&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;haul&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (putaran 1 tahun) pada zakat mal berdasarkan &lt;i&gt;nash&lt;/i&gt; dan dalil yang &lt;i&gt;syar’i &lt;/i&gt;adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;ol style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;li&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari Ali bin Abi Thalib &lt;i&gt;radhiyallaHu 'anHu&lt;/i&gt;, Rasulullah &lt;i&gt;ShallallaHu 'alayHi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“&lt;i&gt;Engkau tidak wajib mengeluarkan sesuatu (maksudnya zakat dari emas) sehingga engkau memiliki sebanyak 20 dinar. Jika engkau telah memiliki sebanyak 20 dinar dan sudah genap satu tahun, maka (zakatnya) maka zakatnya setengah (1/2) dinar. Adapun selebihnya, maka dihitung dengan perhitungan tersebut. &lt;b&gt;Tidak ada kewajiban zakat pada suatu harta sampai genap satu tahun&lt;/b&gt;”&lt;/i&gt; (HR. Abu Dawud no. 1573, Al Baihaqi no. 7273 dan Ahmad, hadits ini di&lt;i&gt;shahih&lt;/i&gt;kan oleh Bukhari dan di&lt;i&gt;hasan&lt;/i&gt;kan oleh Al Hafizh). 20 dinar setara dengan 85 gram emas dan nishab zakatnya adalah 2,5% serta haulnya adalah satu tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;ol style="color: rgb(102, 51, 102);" start="2"&gt; &lt;li&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sahabat Ibnu Umar &lt;i&gt;radhiyallaHu 'anHu&lt;/i&gt; berkata pada suatu &lt;i&gt;atsar&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;“Barangsiapa mendapatkan harta maka tidak wajib atasnya zakat sehingga menjalani putaran haul”&lt;/i&gt; (HR. Tirmidzi, hadits &lt;i&gt;shahih&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Lihat juga Kitab &lt;i&gt;Taudhihul Ahkam&lt;/i&gt; 3/33-36, Kitab &lt;i&gt;Subulus Salam&lt;/i&gt; 2/256-259, Kitab &lt;i&gt;Bulughul Maram&lt;/i&gt; yang di&lt;i&gt;takhrij&lt;/i&gt; oleh Abu Qutaibah Nadhr Muhammad Al Faryabi 1/276/279)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berdasarkan dalil &lt;i&gt;shahih&lt;/i&gt; diatas maka tidak ada kewajiban zakat terhadap harta yang dimiliki oleh seorang muslim jika tidak memenuhi kedua syarat di atas yaitu &lt;b&gt;&lt;i&gt;nishab&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;nya 85 gram emas dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;haul&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;nya 1 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Contoh : Misalkan harga emas saat ini per gramnya adalah Rp 100.000,- per gramnya (sehingga &lt;b&gt;&lt;i&gt;nishab&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;nya jika dikonversikan ke rupiah adalah Rp. 8.500.000,-). Jika seorang muslim suatu ketika memiliki gaji Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) per bulan maka secara &lt;b&gt;&lt;i&gt;nishab&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; hartanya telah melampaui batasan tersebut &lt;b&gt;namun ia belum wajib untuk berzakat&lt;/b&gt; karena hartanya tersebut belum disimpan selama 1 putaran &lt;b&gt;haul &lt;/b&gt;(1 tahun).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Begitu pula sebaliknya, jika seorang muslim mendapatkan harta warisan sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dan kemudian sebelum tepat melewati 1 putaran &lt;b&gt;&lt;i&gt;haul&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (1 tahun) hartanya tinggal Rp. 3.500.000,- (tiga juta lima ratus ribu rupiah) &lt;b&gt;maka ia pun tidak terkena kewajiban membayar zakat&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;nishab&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt; karena hartanya tidak mencapai &lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dengan demikian jelaslah &lt;b&gt;tidak ada kewajiban bagi seseorang yang mendapatkan gaji atau upah memberikan atau menyalurkan zakatnya&lt;/b&gt; jika belum sampai pada &lt;b&gt;&lt;i&gt;nishab&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;haul&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;nya atau seperti yang dikenal pada saat ini dengan nama zakat profesi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penetapan zakat profesi yang marak akhir – akhir ini merupakan tindakan yang tidak ada dalil &lt;i&gt;syar’i&lt;/i&gt;nya atau dengan kata lain perintah untuk melakukan zakat profesi tidak pernah ada di dalam Al Qur’an ataupun As Sunnah dan juga tidak pernah dilakukan oleh para sahabat &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhum&lt;/i&gt; (silahkan dicari dalilnya jika ada !, pada Al Qur’an, kitab – kitab hadits &lt;i&gt;shahih&lt;/i&gt;, ataupun kitab – kitab ulama’ &lt;i&gt;ahlus sunnah&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Adapun &lt;i&gt;atsar&lt;/i&gt; tentang Khalifah Umar bin Abdul Azis mengambil gaji pegawainya sebesar 2,5% untuk keperluan zakat, adalah para pegawainya yang telah bekerja (paling tidak) lebih dari 1 tahun. Jadi tetap mengacu kepada harta yang sudah melampaui &lt;b&gt;&lt;i&gt;nishab&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;haul&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan jika memang apa yang dilakukan oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz ini menjadi dasar dilakukannya zakat profesi maka hal ini &lt;b&gt;tidak pernah&lt;/b&gt; dilakukan oleh khalifah – khalifah yang sebelumnya yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman ataupun Ali bin Abi Thalib &lt;i&gt;radhiyallaHu 'anHum&lt;/i&gt; Artinya adalah apa yang dilakukan Umar bin Abdul Aziz tidak dapat dijadikan dalil dan cukuplah Al Qur’an dan As Sunnah sebagai petunjuk, sebagaimana sabda Rasulullah &lt;i&gt;ShallallaHu 'alayHi wa sallam&lt;/i&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“&lt;i&gt;&lt;u&gt;Dan sesungguhnya barangsiapa yang hidup diantara kalian kelak, niscaya ia akan melihat perselisihan yang banyak&lt;/u&gt;. Maka wajib bagi kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk” &lt;/i&gt;(HR An Nasa’i dan At Tirmidzi, Imam Tirmidzi mengatakan hadits ini &lt;i&gt;hasan shahih&lt;/i&gt; dan di&lt;i&gt;shahih&lt;/i&gt;kan pula oleh Syaikh Al Albani dalam &lt;i&gt;Silsilah Shahihah&lt;/i&gt; no. 937)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lalu dari permasalahan ini timbul suatu pertanyaan, &lt;i&gt;“Mengapa para petani (atau tuan tanah !?) diwajibkan membayar zakat (pertanian) sementara para konsultan, dokter, eksekutif, karyawan yang bergaji tinggi tidak diwajibkan membayar zakat !?”&lt;/i&gt;, maka jawabannya adalah, &lt;i&gt;“Mengapa Allah Ta'ala menetapkan kaum wanita warisannya lebih sedikit dari laki – laki padahal wanita adalah kaum yang lemah !?. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Bukankah kewajiban kita sebagai muslim sami’naa wa atha’naa bukan sami’naa wa ashainaa !, kenapa kita pertanyakan apa yang Allah Ta'ala dan Rasul-Nya telah tetapkan”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Namun jika sekiranya ada sebagian kaum muslimin yang ingin &lt;b&gt;segera &lt;/b&gt;melakukan amal shalih atas harta yang ia dapatkan maka hal tersebut adalah perbuatan sunnah yang mulia namun namanya bukan zakat profesi tetapi &lt;b&gt;&lt;i&gt;infaq&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;shadaqah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Dan jumlah &lt;b&gt;&lt;i&gt;infaq&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;&lt;i&gt;shadaqah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang ia berikan tidak ada ketentuannya yang diatur oleh syariat (seperti 2,5% pada zakat mal), tetapi semakin besar yang ia berikan maka pahalanya pun semakin besar pula.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fatwa – fatwa Ulama’ tentang Zakat Profesi :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;ol style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;li&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fatwa Lembaga Ulama untuk Kajian Ilmiah dan Fatwa yang diketuai oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dan lainnya : &lt;i&gt;“Bukanlah hal yang meragukan, bahwa diantara jenis harta yang wajib dizakati ialah 2 mata uang (emas dan perak). Dan diantara syarat wajibnya zakat pada jenis – jenis harta semacam ini ialah bila sudah sempurna mencapai &lt;b&gt;haul&lt;/b&gt; … Zakat gaji ini tidak bisa diqiyaskan dengan zakat hasil bumi, sebab persyaratan &lt;b&gt;haul&lt;/b&gt; (satu tahun) tentang wajibnya zakat bagi 2 mata uang merupakan persyaratan yang sudah jelas berdasarkan nash. &lt;u&gt;Apabila sudah ada nash, maka tidak ada lagi qiyas&lt;/u&gt;” &lt;/i&gt;(Majalah As Sunnah edisi 06/VII/2003 M)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;ol style="color: rgb(102, 51, 102);" start="2"&gt; &lt;li&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fatwa Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al Jibrin : &lt;i&gt;“Tidak ada zakat pada suatu harta hingga telah berputar padanya satu &lt;b&gt;haul&lt;/b&gt; (satu tahun). Maka apabila engkau telah menghabiskan gaji tersebut, maka tidak ada zakat terhadapmu. Apabila engkau menyimpan dari gaji tersebut seukuran &lt;b&gt;nishab&lt;/b&gt;nya, maka wajib zakat terhadapmu bila telah berputar satu haul pada harta simpanan itu”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; (Majalah An Nashihah volume 09/2005 M)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;ol style="color: rgb(102, 51, 102);" start="3"&gt; &lt;li&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fatwa Syaikh Abu Usamah Abdullah bin Abdurrahman al Bukhari : &lt;i&gt;“Pemasukan bulanan yang disebut oleh para pegawai dengan nama gaji bulanan, apabila digunakan selalu habis, maka tidak ada zakat padanya. Zakat itu diwajibkan dengan beberapa perkara, satu, harta yang telah terkumpul telah berlalu padanya satu &lt;b&gt;haul&lt;/b&gt; yaitu satu tahun, dua, hendaknya telah mencapai nishabnya”.&lt;/i&gt; (Majalah An Nashihah volume 09/2005 M)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Harta seorang muslim adalah haram hukumnya diambil ! Sampai ada &lt;i&gt;nash&lt;/i&gt; yang &lt;i&gt;shahih&lt;/i&gt; yang membolehkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Semoga Bermanfaat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Catatan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kepada kaum muslimin yang ingin memahami permasalahan zakat dengan rinci, silahkan membaca buku &lt;i&gt;Panduan Zakat Menurut Al Qur’an dan As Sunnah&lt;/i&gt;, Syaikh Sayyid Sabiq, Penerbit Ibnu Katsir, Jakarta, Cetakan Pertama, 2005. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="color: rgb(102, 51, 102);" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[Penerbit Ibnu Katsir telah memilah hadits &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;shahih&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;hasan &lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;dha’if&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; dari kitab aslinya &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;Fiqhus Sunnah&lt;/i&gt; berdasarkan keterangan Imam Al Haitsami pada Kitab &lt;i style="font-weight: bold;"&gt;Majmu’uz Zawaa-id&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;, Syaikh Al Albani pada Kitab &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;Tamaamul Minnah&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; dan lainnya]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Artikel ini diambil dari milist Asshunnah )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-116092018562150467?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/116092018562150467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=116092018562150467' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116092018562150467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116092018562150467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2006/10/adakah-zakat-profesi.html' title='Adakah Zakat Profesi ??'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-116079022540753990</id><published>2006-10-13T18:17:00.000-07:00</published><updated>2006-10-13T18:43:45.766-07:00</updated><title type='text'>Bergeraklah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Orang pandai dan beradab tak kan diam di kampung halaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Pergilah 'kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;ika mengalir menjadi jernih jika tidak dia 'kan keruh menggenang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Singa tak kan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Orang-orang tak kan menunggu saat munculnya datang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Biji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Kayu gahru tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Jika dibawa ke kota berubah mahal jadi incaran hartawan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Al-imam asy-Syafi'i&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;dikutip dari milist internal nebula dan berbagai link&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lagu-oncom.blogspot.com/2006/10/mutiara-himah-orang-pandai-dan-beradab.html"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;http://lagu-oncom.blogspot.com/2006/10/mutiara-himah-orang-pandai-dan-beradab.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kiky.colibri.tk/index.php?start=48&amp;PHPSESSID=a7b7df9845b10ad1506ca5d277507abd"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;http://kiky.colibri.tk/index.php?start=48&amp;amp;PHPSESSID=a7b7df9845b10ad1506ca5d277507abd&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;etc.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Hanya Allah yg tahu apakah benar ini karya Imam Asy-Syafi'i. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Semoga ini tidak dijadikan dalil untuk meninggalkan tanggung jawab ditempat asalnya tapi dijadikan motivasi untuk selalu berinovasi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-116079022540753990?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/116079022540753990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=116079022540753990' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116079022540753990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116079022540753990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2006/10/bergeraklah.html' title='Bergeraklah'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-116025778641441184</id><published>2006-10-07T14:27:00.000-07:00</published><updated>2006-10-07T14:49:46.503-07:00</updated><title type='text'>Mengenal Mahrom</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Banyak sekali hukum tentang pergaulan wanita muslimah yang berkaitan erat dengan masalah mahrom, seperti hukum safar, kholwat (berdua-duaan), pernikahan, perwalian dan lain-lain. Ironisnya, masih banyak dari kalangan kaum muslimin yang tidak memahaminya, bahkan mengucapkan istilahnya saja masih salah, misalkan mereka menyebut dengan "Muhrim" padahal muhrim itu artinya adalah orang yang sedang berihrom untuk haji atau umroh. Dari sinilah, maka kami mengangkat masalah ini agar menjadi bashiroh (pelita) bagi umat. Wallahu Al Muwaffiq.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;DEFINISI MAHROM&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Berkata Imam Ibnu Qudamah rahimahullah, &lt;em&gt;"Mahrom adalah semua orang yang haram untuk dinikahi selama-lamanya karena seba nasab, persusuan dan pernikahan." [Al-Mughni 6/555]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Berkata Imam Ibnu Atsir rahimahullah, &lt;em&gt;" Mahrom adalah orang-orang yang haram untuk dinikahi selama-lamanya seperti bapak, anak, saudara, paman, dan lain-lain". [An-Nihayah 1/373]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Berkata Syaikh Sholeh Al-Fauzan, &lt;em&gt;" Mahrom wanita adalah suaminya dan semua orang yang haram dinikahi selama-lamanya karena sebab nasab seperti bapak, anak, dan saudaranya, atau dari sebab-sebab mubah yang lain seperti saudara sepersusuannya, ayah atau pun anak tirinya". [Tanbihat 'ala Ahkam Takhtashu bil mu'minat hal ; 67]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;MACAM-MACAM MAHROM&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Dari pengertian di atas, amak mahrom itu terbagi menjadi tiga macam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;[I]. Mahrom Karena Nasab (Keluarga)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Mahrom dari nasab adalah yang disebutkan oleh Allah Ta'ala dalam surat An-Nur 31:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka,..."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Para ulama' tafsir menjelaskan: " Sesungguhnya lelaki yang merupakan mahrom bagi wanita adalah yang disebutkan dalam ayat ini, mereka adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;[1]. Ayah (Bapak-Bapak)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Termasuk dalam katagori ayah (bapak) adalah kakek, baik dari bapak maupun ibu. Juga bapak-bapak mereka ke atas. Adapun bapak angkat, maka dia tidak termasuk mahrom berdasarkan firman Allah Ta'ala;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;"Dan Allah tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu .... "[Al-Ahzab: 4]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Dan berkata Imam Muhammad Amin Asy Syinqithi rahimahullah, "Difahami dari firman Allah Ta'ala &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;" Dan istri anak kandungmu ..." (QS. An Nisa: 23) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;bahwa istri anak angkat tidak termasuk diharamkan, dan hal ini ditegaskan oleh Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 4, 37,40" [Adlwaul Bayan 1/232] Adapun bapak tiri dan bapak mertua akan dibahas pada babnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;[2]. Anak Laki-Laki&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Termasuk dalam kategori anak laki-laki bagi wanita adalah: cucu, baik dari anak laki-laki maupun anak perempuan dan keturunan mereka. Adapun anak angkat, maka dia tidak termasuk mahrom berdasarkan keterangan di atas. Dan tentang anak tiri dan anak menantu akan dibahas pada babnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;[3]. Saudara Laki-Laki&lt;/strong&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt; Baik Sekandung, Sebapak Atau Seibu Saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;[4]. Anak Laki-Laki Saudara (Keponakan)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Baik dari saudara laki-laki maupun perempuan dan anak keterunan mereka. [Lihat Tafsir Qurthubi 12/232-233]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;[5]. Paman.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Baik dari bapa atau pun dari ibu. Berkata syaikh Abudl karim Ziadan; &lt;em&gt;" Tidak disebutkan paman termasuk mahrom dalam ayat ini (An-Nur 31)&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;dikarenakan kedudukan paman sama seperti kedudukan orang tua, bahkan kadang-kadang paman juga disebut sebagai bapak, Allah berfirman ;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;"Adakah kamu hadir ketika Ya'kub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya:"Apa yang kamu sembah sepeninggalku". Mereka menjawab:"Kami akan menyembah Tuhan-mu dan Tuhan bapak-bapakmu, Ibrahim, Isma'il, dan Ishaq, ...". [Al-Baqarah :133]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Sedangkan Ismai'il adalah paman dari putra-putra Ya'qub. [Lihat Al-Mufashal Fi Ahkamil Mar;ah 3/159]Bahwasannya paman termasuk mahrom adalah pendapat jumhur ulama'. Hanya saja imam Sya'bi dan Ikrimah, keduanya berpendapat bahwa paman bukan termasuk mahrom karena tidak disebutkan dalam ayat (An-Nur 31), juga dikarenakan hukum paman mengikuti hukum anaknya." (Lihat afsir Ibnu Katsir 3/267, Tafsir Fathul Qodir 4/24, dan Tafsir Qurthubi 12/155)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;[II]. Mahrom Karena Persusuan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Pembahasan ini dibagai menjadi beberapa fasal sbb:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;[a]. Definisi Hubungan Persusuan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Persusuan adalah masuknya air susu seorang wanita kepada anak kecil dengan syarat-syarat tertentu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; [Al Mufashol Fi Ahkamin Nisa' 6/235]. Sedangkan persusuan yang menjadikan seseorang menjadi mahrom adalah lima kali persusuan pada hadits dari Aisyah radhiallahu 'anha.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;"Termasuk yang di turunkan dalam Al-Qur'an bahwa sepuluh kali pesusuan dapat mengharamkan (pernikahan) kemudian dihapus dengan lima kali persusuan." [HR Muslim 2/1075/1452, Abu Daud 2/551/2062, Turmudhi 3/456/1150 dan lainnya) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Ini adalah pendapat yang rajih di antara seluruh pendapat para ulama'. (lihat Nailul Author 6/749, Raudloh Nadiyah 2/175]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;[b]. Dalil Hubungan Mahrom Dari Hubungan Persusuan&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;Qur'an :" ... Juga ibu-ibumu yang menyusui kamu serta saudara perempuan sepersusuan ..." [An-Nisa' : 23]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;Sunnah : Dari Abdullah Ibnu Abbas radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabda :"Diharamkan dari persusuan apa-apa yang diharamkan dari nasab." [HR Bukhori 3/222/2645 dan lainnya]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;[c]. Siapakah Mahrom Wanita &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Sebab Persusuan?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Mahrom dari sebab persusuan seperti mahrom dari nasab yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;[i]. Bapak persusuan (Suami ibu susu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Termasuk juga kakek persusuan yaitu bapak dari bapak atau ibu persusuan, juga bapak-bapak mereka di atas.[ii]. Anak laki-laki dari ibu susu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Termasuk di dalamnya adalah cucu dari anak susu baik laki-laki maupun perempuan. Juga anak keturunan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;[iii]. Saudara laki-laki sepersusuan, baik kandung maupun sebapak, atau seibu dulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;[iv]. Keponakan sepersusuan (anak saudara persusuan), bail persusuan laki-laki atau perempuan, juga keturuanan mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;[v]. Paman persusuan (Saudara laki-laki bapak atau ibu susu)(Lihat Al Mufashol 3/160 dengan beberapa tambahan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;[III]. Mahrom Karena Mushoharoh&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;[a]. Definisi Mushoharoh&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Berkata Imam Ibnu Atsir; " Shihr adalah mahrom karena pernikahan." [An Niyah 3/63]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Berkata Syaikh Abdul Karim Zaidan;  &lt;em&gt;" Mahrom wanita yang disebabkan mushoharoh adalah orang-orang yang haram menikah dengan wanita tersebut selam-lamanya seperti ibu tiri, menantu perempuan, mertua perempuan. [Lihat Syarah Muntahal Irodah 3/7]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;[b]. Dalil Mahrom Sebab Mushaharoh&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;Firman Allah: &lt;strong&gt;"Dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka...." [An-Nur 31]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;"Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu..." [An-Nisa' : 22]"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;Diharamkan atas kamu (mengawini) ...ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isteri kamu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya;(dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu);,...[An-Nisa :23]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;[c]. Siapakah Mahrom Wanita Dari Sebab Mushoharoh&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Ada lima yakni :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;(1) Suami. &lt;/strong&gt;Berkata Imam Ibnu Katsir ketika manafsirkan friman Allah Ta'ala surat An Nur 31:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;"Adapun suami, maka semua ini (bolehnya menampakkan perhiasan, perintah menundukkan pandangan dari orang lain-pent-) memang diperuntukkan baginya. Mka seorang istri berbuat sesuatu untuk suaminya yang tidak dilakukannya dihadapan orang lain.: &lt;/strong&gt;[Tafsir Ibnu Katsir 3/267]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;[2]. Ayah Mertua (Ayah Suami)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Mencakup ayah suami datu bapak dari ayah dan ibu suami juga bapak-bapak mereka ke atas. [Lihat Tafsir sa'di hal 515, Tafsir Tahul Qodir 4/24 dan Al-Qurthubi 12/154]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;(3)  Ayah Mertua/Ayah Suami&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Termasuk anak tiri adalah cucu tiri baik cucu dari anak tiri laki-laki maupun perempuan, begitu juga keturunan mereka [Lihat Tafsir Tahul Qodir 4/24 dan Al-Qurthubi 12/154]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;[4]. Ayah Tiri (Suami Ibu Tapi Bukan Bapak Kandungnya)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Maka haram bagi seorang wanita untuk dinikahi oleh ayah tirinya, kalau sudah berjima' dengan ibunya. Adapun kalau belum maka hal itu dibolehkan [Lihat Tafsir Qurthubi 5/74]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;[5]. Menantu Laki-Laki (Suami putri kandung) &lt;/strong&gt;[Lihat Al Mufashol 3/162] Dan kemahroman ini terjadi sekedar putrinya di akadkan kepada suaminya. [Lihat Tafisr Ibnu Katsir 1/417]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;[Disalin dengan sedikit diringkas dari: Majalah "Al Furqon", Edisi 3 Th. II, Syawal 1423, hal 29-32]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-116025778641441184?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/116025778641441184/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=116025778641441184' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116025778641441184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116025778641441184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2006/10/mengenal-mahrom.html' title='Mengenal Mahrom'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-116025631877405638</id><published>2006-10-07T14:15:00.000-07:00</published><updated>2006-10-07T14:25:18.830-07:00</updated><title type='text'>Hukum Wanita dengan Mahrom</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Oleh Ahmad Sabiq bin Abdul Latif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Setelah memahami macam-macam mahrom, perlu diketahui pula beberapa hal yang berkenaan tentang hukum wanita dengan mahromnya adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;[1]. Tidak Boleh Menikah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Allah berfirman :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;"Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruknya jalan (yang ditempuh). saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isteri kamu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya;(dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu);,dan menghimpunkan (dalam perkawinan)dua perempuan yang bersaudara,kecuali yang telah terjadi pada masa lampau sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, [An-Nisa' :22-23]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;[2]. Boleh Menjadi Wali Pernikahan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Wali adalah syarat saya sebuah pernikahan, sebagaiman diriwayatkan oleh 'Aisyah radliyallahu 'anha bahwasannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;"Siapa saja wanita yang menikah tanpa izin walinya, maka nikahnya batil (tidak sah), maka nikahnya batil, maka nikahnya batil." [HSR Abu Daud 2083, lihat Irwaul Golil 6/243]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Juga riwayat dari Abi Musa Al Asy'ari berkata Rasulullah shallallahu 'alaih wassallam bersabda :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;"Tidak sah nikah kecuali ada wali. [HSR Abu Daud 2085,lihat Irwaul Gholil 6/235]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Berkata Imam At-Tirmidzi: "Yang diamalkan oleh para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wassallam dalam masalah wali pernikahan adalah hadits ini, diantaranya adalah Umar bin Khothob, Ali bin Abi Tholib, Ibnu Abbas, Abu Hurairah dan juga selain mereka." [Lihat Sunan Tirmidzi 3/410 Tahqiq Muhammad Fu'ad Abul Baqi]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Namun tidak semua mahrom berhak menjadi wali pernikahan begitu juga sebaliknya tidak semua wali itu harus dari mahromnya. Contoh wali yang bukan dari mahrom seperti anak laki-laki paman (saudara sepupu laki-laki), orang yang telah memerdekakannya, sulthon. Adapun Mahrom yang tidak bisa menjadi wali seperti karena sebab mushoharoh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;[3]. Tidak Boleh Safar (Bepergian Jauh) Kecuali Dengan Mahromnya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Banyak sekali hadits yang melarang wanita mengadakan safar kecuali dengan mahromnya, diantaranya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;strong&gt;Dari Abu Sa'id Al Khudri radhiyallahu 'anhu berkata: Berkata Rasulullahu shallallahu 'alahi wassallam: "Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk mengadakan safar lebih dari tiga hari kecuali bersama ayah, anak laki-laki, suami, saudara laki-laki atau mahrom lainnya." [HR Muslim 1340]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;strong&gt;Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu 'anhuma dari Rasulullahu Shallallahu 'alaihi wassallam berkata: " Janganlah seorang wanita muslimah bepergian selama dua hari kecuali bersama suaminya atau mahromnya." [HR Ibnu Khuzaimah: 2522]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;strong&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bersabsa Rasulullahi Shallallahu 'alaihi wassallam : "Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk mengadakan safar sehari semalam tidak bersama mahromnya." [HR Bukhori: 1088, Muslim 1339]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Dari beberapa hadits ini, kita ketahui bahwa terlarang bagi wanita muslimah untuk mengadakan safar kecuali bersama mahromnya, baik safar itu lama ataupun sebentar. Adapun batasan beberapa hari yang terdapat dalam hadits di atas tidak dapat di fahami sebagai batas minimal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Berkata Syaikh Salim Al Hilali: "Para Ulama' berpendapat bahwa batasan hari dalam beberapa hadits di atas tidak dimaksudkna untuk batasan minimal. Dikarenakan ada riwayat yang secar umum melarang wanita safar kecuali bersama mahromnya, baik lama maupun sebentar, seperti riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma beliau berkata:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;strong&gt; Saya mendengar Rasulullahi Shallallahu 'alaihi wassallam bersabda:"Jangan seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita kecuali bersama mahromnya, juga jangan safar dengan wanita kecuali bersama mahromnya, maka ada seorang lelaki berdiri lalu berkata : "Wahai Rasulullah, sesungguhnya istri saya pergi haji padahal saya ikut dalam sebuah peperangan. Maka Rasulullah menjawab: "Berangkatlah untuk berhaji dengan istrimu."[HR Bukhori: 3006,523, Muslim 1341, Lihat Mausu'ah Al Manahi Asy Syari'ah 2/102]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah: "Kebanyakan ulama' memberlakukan larangn ini untuk semua safar karena pembatasn yang terdapat dalam hadits-hadits tersebut sangat berbeda-beda." [Lihat Fathul Bari 4/75]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Syaikh sholeh Al Fauzan Hafidzuhullah ditanya tentang hukum wanita safar dengan naik pesawat domestik dalam negeri tanpa mahrom, apakah itu diperbolehkan? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Jawab beliau: "Tidak boleh bagi seorang wanita mengadakan safar tanpa mahrom, baik naik pewasat atau mobil, karena Rasulullahi Shallallahu 'alaihi wassalam bersabda: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;strong&gt;"Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir mengadakan safar sehari semalam kecuali bersama mahrom." &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Maka safar wanita tanpa mahrom itu tidak boleh meskipun dengan alat transportasi yang cepat, karena pesawat atau mobil itu mungkin saja bisa terlambar, rusak, atau terjadi hal-hal lain yang mengharuskan wanita itu harus bersama mahromnya agar bisa menjaganya saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan." [Al Muntaqo min Fatwa Syaikh Sholeh Al Fauzan 5/387]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;strong&gt;[4]. Tidak Boleh Kholwat (Berdua-Duaan) Kecuali Bersama Mahromnya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;strong&gt;[5]. Tidak Boleh Menampakkan Perhiasannya Kecuali Kepada Mahromnya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;strong&gt;[6]. Tidak Boleh Berjabat Tangan Kecuali Dengan Mahromnya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Jabat tangan dengan wanita di zaman ini sudah menjadi sesuatu yang lumrah, padahal Rasullah shallallahu 'alaihi wassallam sangat mengancam keras pelakunya: Dari Ma'qil bin Yasar radhyallahu 'anhu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;strong&gt;Bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam: "Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya." (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu'jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283 lihat Ash Shohihah 1/447/226)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Berkata Syaikh Al Albani rahimahullah: "Dalam hadits ini terdapat ancaman keras terhadap orang-orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya, termasuk malsaha berjabat tangan, karena jabat tangan itu termasuk menyentuh." [Ash Shohihah 1/448].  Dan Rasulullahi Shallallahu 'alaihi wassalam tidak pernah berjabat tangan dengan wanita, meskipun dalam keadaan-keadaan penting seperti membai'at dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Dari Umaimah bintih Ruqoiqoh radhiyallahu 'anha: Bersabda Rasulullahi Shallallahu 'alaihi wassallam: &lt;strong&gt;"Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita." [HR Malik 2/982, Nasa'i 7/149, Tirmidzi 1597, Ibnu Majah 2874, ahmad 6/357, dll]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Dari Aisyah radhiyallahu 'anha:&lt;strong&gt; "Demi Allah, tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun dalam keadaan membai'at. Beliau tidak memba'iat mereka kecuali dengan mangatakan: "Saya ba'iat kalian." [HR Bukhori: 4891]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Keharaman berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahromnya ini berlaku umum, baik wanita masih muda ataupun sudah tua, cantik ataukah jelek, juga baik jabat tangan tersebut langsung bersentuhan kulit ataukah dilapisi dengan kain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya tentang hal tersebut, maka beliau menjawab:  Tidak boleh berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahromnya secara mutlak, baik wanita tersebut masih muda ataukah sudah tua renta, baik lelaki yang berjabat tangan tesebut masih muda ataukah sudah tua, karena berjabat tangan ini bisa menimbulkan fitnah. Juga tidak dibedakan apakah jabat tangan ini ada pembatasnya atau tidak, hal ini dikarenakan keumuman dalil (larangan jabat tangan), juga untuk mencegah timbulnya fitnah". [Fatawa Islamiyah 3/76 disusun Muahmmad bin Abdul Aziz Al Musnid]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;strong&gt;[Disalin dengan sedikit diringkas dari: Majalah "Al Furqon", Edisi 4 Th. II, Dzulqo'idah 1423, hal 29-31]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-116025631877405638?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/116025631877405638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=116025631877405638' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116025631877405638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116025631877405638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2006/10/hukum-wanita-dengan-mahrom.html' title='Hukum Wanita dengan Mahrom'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-116025570882455708</id><published>2006-10-07T14:11:00.000-07:00</published><updated>2006-10-07T14:15:10.766-07:00</updated><title type='text'>Dianggap Mahrom padahal BUKAN</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;Oleh Ahmad Sabiq bin Abdul Latif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;Disebabkan keogahan dalam mendalami ilmu agama Islam, maka banyak kita jumpai adanya beberapa anggapan keliru dalam mahrom. Otomatis berakibat fatal, orang-orang yang sebenarnya bukan mahrom dianggap sebagai mahromnya. Sangat ironis memang, tapi demikianlah kenyataannya. Oleh karena itu dibutuhkan pembenahan secepatnya.Berikut ini beberapa orang yang dianggap mahrom tersebut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;strong&gt;[1]. Ayah Dan Anak Angkat.&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;Hal ini berdasarkan firman Allah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;"Dan Allah tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu." [Al-Ahzab: 4]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;strong&gt;[2]. Sepupu (Anak Paman/Bibi)&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;Hal ini berdasarkan firman Allah setelah menyebutkan macam-macam orang yang haram dinikahi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;"Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian. [An-Nisa': 24]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;Menjelaskan ayat tersebut, Syaikh Abdur Rohman Nasir As-Sa'di berkata:" Hal itu seperti anak paman/bibi (dari ayah) dan anak paman/bibi (dari ibu)". [Lihat Taisir Karimir Rohman hal 138-139]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;strong&gt;[3]. Saudara Ipar.&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;Hal ini berdasarkan hadits berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;"Waspadailah oleh kalian dari masuk kepada para wanita, berkatalah seseorang dari Anshor: "Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu kalau dia adalah Al-Hamwu (kerabat suami)? Rasulullah bersabda; "Al-Hamwu adalah merupakan kematian". [HR Bukhori; 5232 dan Muslim 2172]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;Imam Baghowi berkata; " Yang dimaksud dalam hadits ini adalah saudara suami (ipar) karena dia tidak termasuk mahrom bagi si istri. Dan seandainya yang dimaksud adalah mertua padahal ia termasuk mahrom, lantas bagaimanakah pendapatmu terhadap orang yang bukan mahrom?" Lanjutnya: "Maksudnya, waspadalah terhadap saudara ipar sebagaimana engkau waspada dari kematian".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;[4]. Mahrom Titipan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;Kebiasaan yang sering terjadi, apabila ada seorang wanita ingin bepergian jauh seperti berangkat haji, dia mengangkat seorang lelaki yang 'berlakon' sebagai mahrom sementaranya. Ini merupakan musibah yang sangat besar. Bahkan Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani menilai dalam Hajjatun Nabi (hal 108) ; "Ini termasuk bid'ah yang sangat keji, sebab tidak samar lagi padanya terdapat hiyal (penipuan) terhadap syari'at. Dan merupakan tangga kemaksiatan".&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-116025570882455708?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/116025570882455708/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=116025570882455708' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116025570882455708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116025570882455708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2006/10/dianggap-mahrom-padahal-bukan.html' title='Dianggap Mahrom padahal BUKAN'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-116024646523244450</id><published>2006-10-07T11:35:00.000-07:00</published><updated>2006-10-07T11:41:05.666-07:00</updated><title type='text'>Antara I'tikaf dan Tugas</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya &lt;/strong&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Bagaimana hukum seseorang yang tak diizinkan beri'tikaf oleh orang tuanya karena sebab-sebab yang tak dapat diterima..?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Jawaban.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;I'tikaf itu sunnat hukumnya. Sedang berbakti kepada kedua orang tua adalah wajib. Perkara sunnat tak bisa menggugurkan yang wajib, sebab yang wajib mesti diutamakan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Dalam hadits Qudsy, Allah berfirman :&lt;strong&gt;"Tidaklah hambaku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Ku-senangi kecuali pada apa-apa yang Aku wajibkan kepadanya"&lt;/strong&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Apabila ayahmu melarangmu beri'tikaf dengan alasan-alasan yang menurutmu untuk tidak beri'tikaf karena kamu dibutuhkan, maka pertimbangannya berada di tangan ayahmu, bukan pada kamu. Sebab bisa jadi pertimbanganmu tak tepat ketika ingin beri'tikaf. Jika alasan ayahmu dapat diterima, maka saya sarankan kamu jangan beri'tikaf. Tetapi jika ayahmu tak menyebutkan alasan yang jelas, maka larangannya tak mesti diikuti agar kamu tak kehilangan suatu manfa'at.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya :&lt;/strong&gt; Seseorang beri'tikaf selama dua puluh lima hari Ramadlan dengan meninggalkan tugas kewajibannya sebagai pegawai, maka bagaimana hukumnya .?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Jawaban.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Tidak diragukan bahwa orang yang beri'tikaf dengan meninggalkan kewajibannya sebagai pegawai berarti telah berijtihad. Akan tetapi, ijtihad tanpa hukum syara' adalah perbuatan keliru. Memang seseorang akan diberi pahala bila ia berijtihad dan menginginkan suatu kebenaran, tetapi hendaknya ijtihad itu didasarkan atas Kitab dan Sunnah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Orang yang meninggalkan tugas kepegawaiannya karena ambil i'tikaf adalah ibarat yang merobohkan suatu kota dengan mendirikan suatu bangunan, sebab ia telah mengerjakan hal yang dianjurkan dan tak seorangpun dari kaum muslimin yang menganggapnya wajib. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Ulamapun sepakat bahwa i'tikaf itu sunnat.Sedangkan melaksanakan kewajiban sebagai pegawai terkandung dalam ayat :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu" [Al-Maidah : 1]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Firman-Nya pula :"Artinya : Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu dipinta pertanggung jawabannya". [Al-Israa : 34]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Dengan demikian, laki-laki seperti yang ditanyakan, termasuk telah meninggalkan hal yang wajib demi yang dianjurkannya. Karena itu, ia wajib menghentikan itikafnya dan kembali ke pekerjaannya semula bila ingin selamat dari dosa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Jika tetap pada itikafnya, berarti ia beritikaf pada zaman milik orang lain, sebab pelbagai kaidah ahli fikih menetapkan bahwa itikaf seperti itu tidak sah, sebab dilakukan pada zaman yang dirampas dari orang lain. Sehubungan dengan hal itu, saya ingatkan kepada saudara-saudara yang ingin berbuat kebaikan hendaklah jangan mengesampingkan dasar-dasar hukum serta dalil-dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah agar ijtihadnya benar dan beribadah kepada Allah berdasarkan ilmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;[Disalin dari buku 257 Tanya Jawab Fatwa-Fatwa Al-Utsaimin, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, hal.230-235, terbitan Gema Risalah Press, alih bahasa Prof.Drs.KH.Masdar Helmy]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-116024646523244450?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/116024646523244450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=116024646523244450' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116024646523244450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116024646523244450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2006/10/antara-itikaf-dan-tugas.html' title='Antara I&apos;tikaf dan Tugas'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-116024566652638744</id><published>2006-10-07T11:13:00.000-07:00</published><updated>2006-10-07T11:27:46.870-07:00</updated><title type='text'>Puasa Wanita Hamil</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta ditanya : &lt;/strong&gt;Istri saya belum mengqadha puasanya selama kurang lebih tiga atau empat kali Ramadhan, ia belum mampu melaksanakan puasa qadha itu karena hamil atau menyusui, dan kini ia dalam keadaan menyusui. Istri saya bertanya kepada Anda ; apakah ia bisa mendapat keringanan (rukhsah) dengan memberi makan kepada orang miskin, sebab ia menemukan kesulitan yang besar dalam mengqadha puasa sebanyak tiga atau empat kali Ramadhan .?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;Tidak ada masalah baginya untuk menunda qadha puasanya yang disebabkan adanya kesulitan pada dirinya karena hamil atau menyusui, dan kapan ia sanggup maka hendaklah ia bersegera melaksanakan qadha puasanya, karena ia dikenakan hukum sebagai orang sakit, dan Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;"Artinya : Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain" [Al-Baqarah : 184]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;Tidak ada kewajiban memberi makan orang miskin atasnya [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta, 10/221, fatwa nomor 6608]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Syaikh ibnu Utsaimin ditanya&lt;/strong&gt; : Apa hukumnya bagi wanita hamil dan menyusui jika ia tidak berpuasa di bulan Ramadhan .?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;Jawaban &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;Tidak boleh bagi wanita hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa pada siang hari Ramadhan kecuali ada udzur (halangan), jika wanita itu tidak berpuasa karena ada suatu udzur, maka wajib bagi kedua wanita itu untuk mengqadha puasanya berdasarkan firman Allah tentang orang sakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;"Artinya : Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada akhir hari-hari yang lain" [Al-Baqarah : 185]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;Wanita menyusui dan wanita hamil ini bisa disamakan atau diartikan sebagai orang sakit, akan tetapi jika udzur kedua wanita itu karena ada rasa khawatir terhadap bayi atau janin yang dalam perut maka di samping mengqadha puasa, kedua wanita itu diharuskan memberi makan kepada seorang miskin setiap harinya berupa makanan pokok, bisa berupa gandum, beras, korma atau lainnya. Sebagian ulama lainnya berpendapat : Tidak ada kewajiban bagi kedua wanita itu kecuali mengqadha puasa, karena tentang memberi makan orang miskin. tidak ada dalilnya dalam Al-Kitab maupun As-Sunnah, ini adalah madzhab Abu Hanifah dan merupakan pendapat yang kuat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;[Durus wa Fatawa Al-Haram Al-Makki, syaikh Ibnu Utsaimin, 3/66]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;[Disalin dari buku Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita 1, penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, terbitan Darul Haq, penerjemah Amir Hamzah Fakhruddin]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya&lt;/strong&gt; tentang hukum puasa yang dilakukan oleh wanita hamil dan wanita menyusui .?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;Jawaban &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;Wanita yang sedang hamil atau wanita yang sedang menyusui bila berpuasa akan rentan terhadap bahaya, berbahaya bagi dirinya atau bagi anaknya, maka kedua wanita itu boleh tidak berpuasa saat hamil dan saat menyusui. Jika bahaya puasa berakibat pada bayinya saja maka wanita itu harus mengqadha puasanya serta memberi makan kepada orang miskin setiap harinya, sedangkan jika bahaya puasa berakibat pada wanita itu, maka cukup bagi wanta itu mengqadha puasanya saja, hal itu diakarenakan wanita hamil dan menyusui termasuk dalam keumuman hukum yang terdapat pada firman Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;"Artinya : Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang msikin" [Al-Baqarah : 184]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;[At-Tanbihat. Syaikh Al-Fauzan, halaman 37]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-116024566652638744?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/116024566652638744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=116024566652638744' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116024566652638744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/116024566652638744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2006/10/puasa-wanita-hamil.html' title='Puasa Wanita Hamil'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-114517651473724931</id><published>2006-04-16T01:34:00.000-07:00</published><updated>2006-04-16T01:35:14.993-07:00</updated><title type='text'>Hukum Ber-khitan/Sunat</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3665/590/1600/sunat.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3665/590/320/sunat.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;Hukum berkhitan masih dalam perselisihan ulama, namun yang paling dekat dengan kebenaran adalah bahwa khitan hukumnya wajib bagi laki-laki dan sunah bagi perempuan, dan letak perbedaan antara keduanya adalah khitan bagi laki-laki memiliki kemaslahatan yang berhubungan dengan syarat diterimanya shalat yaitu thaharah, karena jika qulfah (ujung kemaluan) itu dibiarkan, maka kencing yang keluar dari qulfah tersebut sisa-sisanya akan tertinggal disitu dan terkumpullah air di qulfah tersebut sehingga bisa menyebabkan rasa sakit waktu kencing. Atau dengan adanya qulfah yang belum dipotong, maka bila ada sesuatu keluar darinya, qulfah itu akan bernajis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;Sedangkan bagi perempuan, berkhitan hanya merupakan tujuan yang di dalamnya terdapat faedah, yaitu untuk mengurangi syahwat, ini adalah tuntunan terkait dengan kesempurnaan, bukan untuk menghilangkan rasa sakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;Para ulama telah mensyaratkan tentang kewajiban berkhitan selama dia itu tidak takut terhadap dirinya, karena jika ia khawatir atas dirinya berupa kebinasaan atau sakit, maka hukumnya tidak wajib, karena kewajiban itu tidak menjadi wajib dengan adanya sesuatu yang tidak mampu dilaksanakan (udzur syar'i), atau karena takut akan ada kerusakan atau ada bahaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;Adapun dalil-dalil yang menerangkan tentang wajibnya berkhitan bagi laki-laki sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;Pertama.&lt;/strong&gt; Hal itu terdapat dalam banyak hadits yang menerangkan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan untuk berkhitan bagi orang yang masuk Islam. &lt;strong&gt;[Musnad Imam Ahmad 3/415]&lt;/strong&gt; sedang asal sesuatu perintah itu wajib.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;Kedua.&lt;/strong&gt;Khitan berfungsi untuk membedakan antara kaum muslimin dan nashrani, sehingga kaum muslimin mengetahui mereka untuk dibunuh di medan perang,mereka berkata : khitan merupakan pembeda, jadi jika khitan itu merupakan pemdeda. maka hukumnya wajib, karena adanya kewajiban perbedaan antara kaum muslimin dan orang kafir, dan dalam hal ini haram menyerupai orang-orang kafir, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : &lt;strong&gt;"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum itu".&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;Ketiga. &lt;/strong&gt;Bahwa khitan adalah memotong sesuatu dari badan, sedangkan memotong sesuatu dari badan itu hukumnya haram, padahal haram itu sendiri tidak boleh dilaksanakan kecuali adanya sesuatu yang wajib, maka dengan demikian khitan itu statusnya menjadi wajib.Keempat.Bahwa khitan itu harus dilaksanakan oleh walinya anak yatim dan harus melibatkan anak yatim dan hartanya, karena orang yang mengkhitan itu akan diberi upah seadainya khitan ini tidak wajib maka tidak boleh mempergunakan harta dan badan, ini adalah alasan ma'tsur dan logis yang menunjukkan atas wajibnya berkhitan bagi laki-laki. Sedangkan bagi perempuan tentang wajibnya khitan masih dalam perbedaanpendapat, namun pendapat yang sudah jelas adalah bahwa khitan wajib bagi laki-laki bukan perempuan, di sana ada hadits dhaif yang berbunya : "khitan itu sunnah yang menjadi kewajiban bagi laki-laki dan kemuliaan bagi perempuan" [Dikeluarkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya 5/75] seandainya hadits ini benar, maka hadits ini menjadi pemutus hukum tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;[Majmu Fatawa Arkanil Islam, Edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah dan Ibadah, Bab Ibadah, hal 258-269 Pustaka Arafah]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-114517651473724931?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/114517651473724931/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=114517651473724931' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/114517651473724931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/114517651473724931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2006/04/hukum-ber-khitansunat.html' title='Hukum Ber-khitan/Sunat'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-114517475493797221</id><published>2006-04-16T00:56:00.000-07:00</published><updated>2006-04-16T01:05:59.470-07:00</updated><title type='text'>Saudara Sepersusuan</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3665/590/1600/DSC00527.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3665/590/320/DSC00527.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya :&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;Ada dua orang wanita, yang pertama mempunyai seorang anak laki-laki, yang kedua mempunyai anak perempuan,mereka saling menyusukan anak yang lain. Siapa di antara saudara-saudara mereka yang boleh dinikahi oleh yang lain ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;Jawaban.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;Apabila seorang perempuan menyusukan seorang anak kecil di bawah umur dua tahun lima kali susuan atau lebih, maka anak tersebut menjadi anaknya dan anak suaminya yang memiliki susu itu. Dan seluruh anak dari wanita tersebut dengan suaminya itu atau dengan suami terdahulunya menjadi saudara bagi anak susuan itu. Seluruh anak suami wanita yang menyusui baik dari wanita itu ataupun dari istri yang lain adalah saudara anak susuannya. Seluruh saudara wanita yang menyusui dan saudara suaminya adalah paman bagi anak susuannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;Demikian pula Bapak wanita yang menyusui dari Bapak suaminya adalah kakek dia dan ibu wanita yang menyusui serta ibu suaminya adalah nenek.Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;"Artinya : Dan ibu-ibu kalian yang menyusukan kalian dan saudara kalian yang sesusu" [An-Nisa' : 23]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;Serta sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;strong&gt;"Artinya : Sesuatu diharamkan dengan sebab penyusuan sebagaimana apa-apa yang diharamkan oleh sebab nasab"&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;"Artinya : Tidak berlaku hukum penyusuan kecuali dalam masa dua tahun".&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;Dan berdasarkan hadits dalam Sahih Muslim yang diriwayatkan oleh AisyahRadhiyallahu 'anha, ia berkata : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;strong&gt;"Adalah yang disyariatkan dalam Al-Qur'an dahulu sepuluh kali susuan yang jelas, menyebabkan ikatan kekerabatan.Kemudian dihapus dengan lima kali susuan yang jelas hingga Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat sedangkan masalah tersebut tetap dengan keputusannya (lima kali susuan)".&lt;/strong&gt; Hadits ini diriwayatkan pula oleh At-Tirmidzi degan lafazh sedemikian, sedangkan asalnya terdapat dalam Shahih Muslim. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;[Fatawa Da'wah, Syaikh Bin Baz Juz 1 hal. 206]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;[Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita 2, hal 272-273 dan 279-280 Darul Haq]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-114517475493797221?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/114517475493797221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=114517475493797221' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/114517475493797221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/114517475493797221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2006/04/saudara-sepersusuan.html' title='Saudara Sepersusuan'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-114517377777864775</id><published>2006-04-16T00:44:00.000-07:00</published><updated>2006-04-16T00:51:44.946-07:00</updated><title type='text'>Keluarga Berencana</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3665/590/1600/DSC00864%20(Medium).jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3665/590/320/DSC00864%20%28Medium%29.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Apa hukum KB ?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;Ini adalah permasalahan yang muncul sekarang, dan banyak pertanyaan muncul berkaitan dengan hal ini. Permasalahan ini telah dipelajari oleh Haiah Kibaril Ulama (Lembaga di Saudi Arabia yang beranggotakan para ulama) di dalam sebuah pertemuan yang telah lewat dan telah ditetapkan keputusan yang ringkasnya adalah &lt;strong&gt;tidak boleh mengkonsumsi pil-pil untuk mencegah kehamilan&lt;/strong&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala mensyariatkan untuk hamba-Nya sebab-sebab untuk mendapatkan keuturunan dan memperbanyak jumlah umat. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;"Artinya : Nikahilah wanita yang banyak anak lagi penyayang, karena sesungguhnya aku berlomba-lomba dalam banyak umat dengan umat-umat yang lain di hari kiamat dalam riwayat yang lain : dengan para nabi di hari kiamat)". [Hadits Shahih diriwayatkan oleh Abu Daud 1/320, Nasa'i 2/71, Ibnu Hibban no. 1229, Hakim 2/162 (lihat takhrijnya dalam Al-Insyirah hal.29 Adazbuz Zifaf hal 60) ; Baihaqi 781, Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah 3/61-62]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;Karena umat itu membutuhkan jumlah yang banyak, sehingga mereka beribadah kepada Allah, berjihad di jalan-Nya, melindungi kaum muslimin -dengan ijin Allah-, dan Allah akan menjaga mereka dan tipu daya musuh-musuh mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;Maka wajib untuk meninggalkan perkara ini (membatasi kelahiran), tidak membolehkannya dan tidak menggunakannya kecuali darurat. &lt;strong&gt;Jika dalam keadaan darurat maka tidak mengapa, seperti :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;[a]. Sang istri tertimpa penyakit di dalam rahimnya, atau anggota badan yang lain, sehingga berbahaya jika hamil, maka tidak mengapa (menggunakan pil-pil tersebut) untuk keperluan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;[b]. Demikian juga, jika sudah memiliki anak banyak, sedangkan isteri keberatan jika hamil lagi, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;maka tidak terlarang mengkonsumsi pil-pil tersebut dalam waktu tertentu, seperti setahun atau dua tahun dalam masa menyusui, sehingga ia merasa ringan untuk kembali hamil, sehingga ia bisa mendidik dengan selayaknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;Adapun jika penggunaannya dengan maksud berkonsentrasi dalam berkarier atau supaya hidup senang atau hal-hal lain yang serupa dengan itu, sebagaimana yang dilakukan kebanyakan wanita zaman sekarang, maka hal itu tidak boleh". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;strong&gt;[Fatawa Mar'ah, dikumpulkan oleh Muhammad Al-Musnad, Darul Wathan, cetakan pertama 1412H]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-114517377777864775?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/114517377777864775/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=114517377777864775' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/114517377777864775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/114517377777864775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2006/04/keluarga-berencana.html' title='Keluarga Berencana'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-113906333781403158</id><published>2006-02-04T06:08:00.000-08:00</published><updated>2006-03-29T16:18:56.716-08:00</updated><title type='text'>Hii..Namaku Sahl</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3665/590/1600/DSC00553.0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3665/590/320/DSC00553.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3665/590/1600/DSC00478.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3665/590/320/DSC00478.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,102)"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah pada hari ini, 4 Februari 2006 atau 5 Muharam 1427 H telah lahir putra pertama kami di RS Haji Pondok Gede dengan berat 3,7 Kg dan panjang 50 cm. Dan sesuai sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam di hari pertama maka pada hari ini kami beri ia nama &lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sahl&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,102)"&gt;Berdasarkan nash yang shahih diantara nama yg disukai/sunnah adalah nama2 penghambaan seperti Abdullah dan Abdurahman, dikaitkan dengan nama dan sifat Allah, nama para nabi, serta nama2 yang bagus maknanya menurut syara’. Sehingga nama tersebut layak disandang seseorang dan menimbulkan semangat pengharapan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sahl&lt;/strong&gt; yang artinya mudah atau akhlak yg lembut. Kami berharap Allah Tabaraka Wa Ta’ala berkahi ia dengan akhlak yg lembut dan kemudahan dalam hidupnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,102)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,102)"&gt;Diantara sahabat2 Rasulullah ada beberapa orang ya bernama Sahl, namun yg menarik bagi kami adalah ketika nama tersebut berkaitan dengan orang yg bukan Muslim. Berikut kami kutip dua hadist shahih tentang nama Sahl yg berhubungan dengan orang non muslim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,102)"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,255)"&gt;Ketika perjanjian hudaibiyah antara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kaum musyrikin, maka sebagai juru bicara kaum kuffar adalah &lt;strong&gt;Suhail&lt;/strong&gt; bin Amr. Ketika Suhail (=&lt;strong&gt;Sahl&lt;/strong&gt;) datang untuk mengadakan perjanjian, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada-nya yakni berdo’a :&lt;br /&gt;Artinya : Semoga mudah bagi kamu urusan kamu ini. &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;(Hadits riwayat Bukhari no. 2371).&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,255)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,255)"&gt;Telah sampai pula kepada kita dari jalan Said bin Musayyab dari bapaknya Musayyab bin &lt;strong&gt;Hazn&lt;/strong&gt; (ia berkata ): Sesungguhnya bapaknya (yaitu &lt;strong&gt;Hazn&lt;/strong&gt;) telah datang kepada Nabi Shallallhu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Siapakah namamu ?” Ia menjawab, “ (Nama saya) &lt;strong&gt;Hazn&lt;/strong&gt;. “ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau &lt;strong&gt;Sahl&lt;/strong&gt; (yakni namamu sekarang diganti dengan &lt;strong&gt;Sahl&lt;/strong&gt;).” Jawab &lt;strong&gt;Hazn&lt;/strong&gt;, “ Aku tidak akan merubah/menganti nama yang telah diberikan bapakku kepadaku.” Berkata Said bin Musayyab, “Sesudah itu, maka senantiasa &lt;strong&gt;Khuzuunah&lt;/strong&gt; ada pada keluarga kami.”&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;(Hadits shahih riwayat Bukhari no. 6190 dan 6193) dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama ahli hadist, Ibnu Hajar As Qalani dalam kitab Fathul Baari, menjelaskan tentang makna hadits diatas. Dikatakan bahwa &lt;strong&gt;Hazn&lt;/strong&gt; artinya tanah yang keras sedangkan&lt;strong&gt; Sahl&lt;/strong&gt; lawannya yaitu tanah yang lembut. &lt;strong&gt;Hazn&lt;/strong&gt; biasa dipakai untuk menggambarkan akhlak demikian pula &lt;strong&gt;Sahl&lt;/strong&gt;. Seperti dikatakan pada diri si fulan ada khuzuunah yakni pada akhlak si fulan itu terdapat kekerasan dan kekasaran.&lt;br /&gt;Inilah maksud Said bin Musayyab dengan perkataannya, “Sesudah itu, maka senantiasa &lt;strong&gt;khuzuunah/kekerasan akhlak&lt;/strong&gt; terdapat pada keluarga kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,255)"&gt;Beberapa manfaat yg kita dapat ambil adalah :&lt;br /&gt;1. Perilaku Rasulullah terhadap masyarkat non Islam atau orang awam sangatlah santun dan tetap mengharapkan kebaikan serta  hidayah Allah pada mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;2. Rasulullah selalu memberi nama panggilan/kunyah hanya yg terbaik dan terindah. Karena didalam nama seseorang bagi pemiliknya ada harapan yg lebih baik dan bagi pemanggilnya mencerminkan niat baik dalam persaudaraan. Sehingga dusta-lah orang2 yg menganggap Rasulullah mengajarkan kita untuk menghina seseorang dengan nama-nya atau kunyah-nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;3. Sahl merupakan salah satu nama yg disukai dalam Islam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;4. Islam sangat memperhatikan arti sebuah nama, karena itu perhatikanlah sebelum memberi nama seseorang. Karena kebaikan dan keburukan bisa datang dari sebuah nama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;5. Bila kita mencintai saudara2 kita maka panggilah mereka dengan nama2 yg baik. Sebuah nama dapat menyejukkan hati kita dan memudahkan kita mengenal mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,255)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,255)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(51,51,255)"&gt;“Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama bapak-bapak kalian maka perbaikilah nama kalian.” &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;HR. Abu Dawud dengan sanad hasan dari Abu Darda, Ibnu Hibban dalam shahihnya.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;Demikian sedikit ulasan disuguhkan, semoga kita semua termasuk orang2 yang mendapat berkah dari sebuah nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Maraji :&lt;br /&gt;a. Al Qur'an&lt;br /&gt;b. Shahih Bukhari&lt;br /&gt;c. Buah Hati dan Hadiah untuk Yang Dinanti oleh Abdul Hakim Bin Amir Abdat.&lt;br /&gt;d. Begini Seharusnya Mendidik Anak oleh Al Maghribi bin as-Said al-Maghribi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-113906333781403158?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/113906333781403158/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=113906333781403158' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/113906333781403158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/113906333781403158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2006/02/hiinamaku-sahl.html' title='Hii..Namaku Sahl'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-113774133812536909</id><published>2006-01-19T22:54:00.000-08:00</published><updated>2006-01-19T23:31:18.150-08:00</updated><title type='text'>Menyambut Buah Hati</title><content type='html'>&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;strong&gt;I. Anak Merupakan Ujian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;“Dan ketahuilah! Sesungguhnya harta-harta kamu dan anak-anak kamu adalah fitnah/ujian. Dan sesungguhnya Allah di sisi-Nya lah ada ganjaran yang besar. "(Al Anfal : 28 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harta dan anak2 adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik menjadi harapan." (Al Kahfi: 46)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;"Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak." (Al Isra : 64)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;strong&gt;II. Anak merupakan Buah Hati Orang Tua&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Dari Abi Musa Al ‘Asy’ari : Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Apabila mati anak seorang hamba, Allah berfirman kepada para Malaikat-Nya, ‘Kamu telah ambil anak dari hamba-Ku ?’&lt;br /&gt;Jawab mereka, ‘Ya.’&lt;br /&gt;Maka Allah berfirman, ‘Kamu telah ambil buah hatinya?’&lt;br /&gt;Mereka menjawab,’Ya.’&lt;br /&gt;Maka Allah berfirman,’Apa yang diucapkan hamba-Ku?’&lt;br /&gt;Jawab mereka,’ Ia memuji Engkau dan istirja (Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un).’&lt;br /&gt;Maka Allah berfirman, ‘Bangunkanlah untuk hamba-Ku satu rumah di surga dan namakanlah rumah tersebut dengan baitul hamdi (rumah pujian).’&lt;br /&gt;(Riwayat Tirmidzi no. 1023, dia berkata,”Hadits ini hasan gharib.” )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;III. Anak Merupakan Bagian Usaha Orang Tua&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Dari ‘Aisyah, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,”Anak seseorang itu dari hasil usahanya, (bahkan) dari sebaik-baiknya usahanya, maka bolehlah kamu memakan dari harta-harta mereka.” (Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya sebaik-baik yang dimakan oleh seseorang ialah hasil usahanya dan anaknya adalah dari usahanya.” (Hadits shahih Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, Ahmad, dan lain-lain dari jalan ‘Aisyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdulllah bin Amr bin Ash, sesungguhnya ada seorang laki-laki pernah datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ia berkata,” Ya Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai harta dan anak. Dan sesungguhnya bapakku telah mengambil hartaku.”&lt;br /&gt;Beliau bersabda, “Engkau dan hartamu adalah milik bapakmu. Dan sesungguhnya anak-anak kamu itu sebaik-baik dari usaha kamu, maka makanlah dari usaha anak-anak kamu.”&lt;br /&gt;(Hadits hasan riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;IV. Beberapa ibadah khusus yang dapat dikerjakan oleh anak kandung untuk orang tuanya adalah:&lt;br /&gt;a. Sedekah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha: Bahwasannya ada seorang laki-laki pernah bertanya kepada Nabi,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;” Sesungguhnya ibuku wafat dengan tiba-tiba dan saya kira kalau beliau sempat berbicara niscaya beliau akan bersedekah, maka apakah beliau akan mendapat pahala kalau saya bersedekah untuknya, dan saya pun mendapat pahala ?”&lt;br /&gt;Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,”Ya, bersedekahlah untuknya.”&lt;br /&gt;(Hadits shahih riwayat Bukhari (no. 1388 dan 2760) dan Muslim (3/81,82, dan 5/73) dan Abu Dawud, Nasa’I, Malik, Ahmad, dan Ibnu Majah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;b. Puasa Nazar&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha : Sesungguhnya Rasullallah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Barang siapa yang mati meninggalkan puasa hendaknyalah walinya (anaknya) menggantikan puasanya.” (Hadits shahih riwayat Bukhari no. 1952 dan Muslim 3/155 dan lain-lain.)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;c. Haji&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Dari Abdullah bin Abbas, bahwasannya ia berkata : Fadhl bin Abbas pernah membonceng di belakang Rasullallah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu datanglah seorang wanita dari suku Khats’am meminta fatwa kepada beliau. Maka Fadhl pun melihat kepadanya dan wanita itu pun melihat Fadhl. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memalingkan wajah Fadhl ke pihak lain.&lt;br /&gt;Berkata wanita tersebut,” Ya Rasulullah, sesungguhnya kewajiban haji yang Allah telah fardhukan kepada bapakku yang telah tua usianya yang tidak sanggup lagi untuk tetap duduk di atas kendaraan, maka apakah boleh aku menghajikannya ?”&lt;br /&gt;Jawab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “ Ya, hajikanlah untuknya.”&lt;br /&gt;Berkata Abdullah bin Abbas,”Kejadian tersebut pada waktu ibadah Haji Wada.”&lt;br /&gt;(Hadits shahih riwayat Bukhari (no. 1513, 1854, 1855, 4399, 6228) dan Muslim 4/106.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;V. Keutamaan Wanita yg Wafat ketika Melahirkan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;“…..Dan perempuan yang wafat dalam keadaan hamil mati syahid.” Dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Darimi, Ath Thayalisiy dari jalan ‘Ubaidah bin Shamit. &lt;/span&gt;Dan Al Albani mengatakan sanad hadits ini shahih dalam Ahkaamul Janaa-iz hal 53-54. Demikian juga perempuan yang wafat ketika melahirkan dalam kitab Abdul Hakim bin Amir Abdat ‘Menanti buah hati dan hadiah untuk yg dinanti.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;“…. Dan perempuan yang mati dalam keadaan hamil sebagai syahid.” Dikeluarkan oleh Imam Malik, Abu Dawud, Nasa’I, Ibnu Majah, Ibnu Hibban,  dan Hakim dari jalan Jabir bin ‘Atik dishahihkan oleh Al Albani dalam Ahkaamul Janaa-iz 54-55.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;VI. Setiap Anak Dilahirkan dalam Keadaan Su ci&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang haji karena Allah dan dia tidak mengerjakan rafats dan tidak maksiat, niscaya dia akan kembali seperti waktu dia dilahirkan ibunya.” (HR. Bukhari no. 1521,1819,1820 dan Muslim 4/107-108 dari jalan Abu Hurairah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;“bahwasannya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.” An Najm : 38.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;strong&gt;VII. Tartib Amal Ketika Anak Itu Lahir&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;strong&gt;a. Pada Hari kelahiran Memberi nama, mentahnik, dan mendo’akan keberkahan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Dari Abu Musa, dia berkata, “ Telah dilahirkan untukku seorang laki-laki. Lalu aku membawanya kepada Rasullallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau menamakannya Ibrahim, lalu beliau mentahniknya dengan sebuah kurma, dan mendo’akan keberkahan untuknya, lalu beliau menyerahkannya kepadaku (kembali).” (Hadits shahih riwayat Bukhari no. 5467 dan 6197, serta Muslim 6/175)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;b. Pada Hari ketujuh : ‘Aqiqah, memberi nama, mencukur rambut, dan bersedekah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Dari Samurah bin Jundub : Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Setiap anak tergadai dengan ‘aqiqahnya, disembelih kambing untuknya pada hari ketujuh dan dicukur rambutnya, dan diberi nama.” Hadits shahih diriwayatkan Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1522, Nasa’I 4231, Ibnu Majah 3165, dan Ahmad 5/7-8 dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Abdul Hakim bin Amir Abdat ‘Menanti buah hati dan hadiah untuk yang dinanti’ disebutkan kitab-kitab Tuhfatul Mudud, Irwaa’ul Ghalil, Ahmad, Tirmidzi, Baihaqiy, serta Tuhfatul Ahwaadziy Syarqh Tirmidzi dijelaskan dengan baik tentang bersedekah seberat timbangan rambut dengan perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;VIII. Sunnah Khitan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sesungguhnya beliau telah bersabda “Fithrah itu ada lima perkara.:&lt;br /&gt;1. Khitan&lt;br /&gt;2. Mencukur bulu kemaluan&lt;br /&gt;3. Mencukur kumis&lt;br /&gt;4. Menggunting kuku&lt;br /&gt;5. Dan mencabut/mencukur bulu ketiak.”&lt;br /&gt;Hadits shahih dikeluarkan oleh Bukhari no. 5889, Muslim 1/53, Abu Dawud 4198, Tirmidzi 4/184, Nasa’i (1/13, 14, dan 15), Ibnu Majah 292, dan Ahmad (2/229, 239, 283, 410, 489).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;Maraji :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;a. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;Al Qur'an&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;b. Shahih Bukhari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;c. Menanti Buah Hati dan Hadiah untuk Yang Dinanti oleh Abdul Hakim Bin Amir Abdat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;d. Begini Seharusnya Mendidik Anak oleh Al Maghribi bin as-Said al-Maghribi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-113774133812536909?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/113774133812536909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=113774133812536909' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/113774133812536909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/113774133812536909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2006/01/menyambut-buah-hati.html' title='Menyambut Buah Hati'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-113706336545941209</id><published>2006-01-12T02:53:00.000-08:00</published><updated>2006-01-18T16:29:11.606-08:00</updated><title type='text'>Ronin</title><content type='html'>&lt;span style="color:#330000;"&gt;samurai tak bertuan tengah bertarung &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;suara pedang beradu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;nafas pun makin memburu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;tak membuat semangatnya surut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;dentingan logam dan sayatan pedang bercampur&lt;br /&gt;kebencian dan luapan kemenangan nampak jelas &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;dibunuh atau terbunuh bukanlah pilihan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;tak berasa lagi perih menyelimuti tubuh &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;dengan senyum simpuh ikuti kata jiwa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;halau gundah hati yg menjalar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;menatap sinis dinginnya pertempuran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;takkan mudah terjerembab dengan satu ayunan saja &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;kaulah raja perang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;membelai musuh dengan samurai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;menidurkan mereka tanpa sadar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;entah berapa ratus kepala telah terbuai&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;hatimu tidak menyangkal kau manusia biasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;dengan sehelai nyawa dan seutas harap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;siapa pun dapat meminta kepalamu&lt;br /&gt;tapi apa yg membuatmu tak bergeming ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;bekal apa yg ada dikepalamu ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;&lt;br /&gt;menembus barisan musuh berlapis2 tanpa gentar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;kadang berlari kadang berjalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;menantang maut lebih awal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;antara percaya dan tidak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;ia bagai anak kecil yg memainkan mainannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;iblis haus darah begitulah musuh membatin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;yaa ronin...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;setelah sekian lama tak berkedip&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;mata ini bergidik melihatmu bersimbah darah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;panah2 itu menembus tubuhmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;akankah ini pertarungan terakhirmu?&lt;br /&gt;tapi ia tetap bangkit siap menyabung nyawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;panah mereka seolah hanya menyapa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;menyentuh dan memberi salam hingga ke hati &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;tiba2 tubuh kokoh itu terjerembab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;ketika sebuah tombak menancap dari belakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;samurai tak bertuan berhenti sesaat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;mencoba tuk bangkit kembali&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;rupanya bumi ingin memeluk dan tak ingin melepas lagi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;sekujur tubuhnya tak mampu ia gerakkan lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;dengan pandangan penuh kebanggan ia menatap langit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;bibirnya tersenyum puas penuh misteri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;tanpa komando lagi.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;besi2 tajam berdatangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;bertubi-tubi mencerai berai tubuhnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;seakan ingin dikenang melepas legenda sang ronin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;semua mata memandang tak percaya&lt;br /&gt;medan tempur pun terpaku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;melejitnya jiwa sang ronin menghenyakkan semua mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;gemuruh pertempurah lenyap sesaat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;sang ronin telah tumbang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;Yaa Ronin..... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;selamat jalan....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;kau memang tak bertuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;tapi kau Ber-Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;karena kau selalu bertarung untuk-Nya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;Allahu Akbar!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;gema takbir pecahkan kesunyian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;perang kembali berkecambuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;menelan legenda sang ronin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;menyisakan semangat tempur tanpa batas&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-113706336545941209?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/113706336545941209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=113706336545941209' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/113706336545941209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/113706336545941209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2006/01/ronin.html' title='Ronin'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-113673094292675440</id><published>2006-01-08T06:34:00.000-08:00</published><updated>2006-01-08T06:43:32.203-08:00</updated><title type='text'>Gone Too Soon</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;Matahari karya agung Pencipta&lt;br /&gt;Memancar energi tak jenuh&lt;br /&gt;Menguak misteri kelamnya malam&lt;br /&gt;Menembus takbir mendung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari.. idolaku...&lt;br /&gt;Tersenyum tanpa bicara&lt;br /&gt;Tersohor tanpa iklan&lt;br /&gt;Terbang tanpa sayap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu kau bicara dengan titik&lt;br /&gt;Menggemakan kebenaran akhir zaman&lt;br /&gt;Walau seribu satu keinginan&lt;br /&gt;Dengan seribu satu alasan&lt;br /&gt;Kau tetap tak bergeming&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tahu cintamu pada manusia&lt;br /&gt;Memberi mereka energi tanpa batas&lt;br /&gt;Tatapanmu tak berkedip mengawasi&lt;br /&gt;Hatimu tak pernah sepi mendoakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ku tersadar&lt;br /&gt;Tak mungkin memeluk&lt;br /&gt;Tubuh fana ini akan hancur menyentuh&lt;br /&gt;Api azab akan membakar hangus semua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;Sebab tulah kuhargai sikapmu menjauh di angkasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah ada jarak memisahkan&lt;br /&gt;Menatapmu dari tempat tersembunyi&lt;br /&gt;Tapi ketahuilah sahabat....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;Bumi ini kan selalu mengharapmu&lt;br /&gt;Menanti setiap ulasan senyum hangatmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Matahari,&lt;br /&gt;Tetaplah disana&lt;br /&gt;Bersabarlah sampai waktunya&lt;br /&gt;Waktu dimana semua makhluk berkumpul&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-113673094292675440?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/113673094292675440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=113673094292675440' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/113673094292675440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/113673094292675440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2006/01/gone-too-soon.html' title='Gone Too Soon'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-112908604191548577</id><published>2005-10-11T20:00:00.000-07:00</published><updated>2005-10-11T20:00:41.956-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href='http://photos1.blogger.com/img/46/4254/640/madinah.jpg'&gt;&lt;img border='0' style='border:1px solid #000000; margin:2px' src='http://photos1.blogger.com/img/46/4254/320/madinah.jpg'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;true story....&amp;nbsp;&lt;a href='http://picasa.google.com/blogger/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbp.gif' alt='Posted by Picasa' border='0' style='border:0px;padding:0px;background:transparent;' align='absmiddle'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-112908604191548577?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/112908604191548577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=112908604191548577' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112908604191548577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112908604191548577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/10/true-story.html' title=''/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-112893476070758600</id><published>2005-10-10T01:46:00.000-07:00</published><updated>2005-10-10T01:59:20.723-07:00</updated><title type='text'>Bilakah Hujjah ditegakkan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily Hafidzohullah ditanya : &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Semoga Allah memberikan kebaikan pada Anda. Dengan apakah hujjah itu dapat ditegakkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Hujjah itu tegak apabila seorang yang bersalah mengetahui kesalahan dalam suatu masalah dan tahu sebesar apa kesalahannya. Artinya dia tahu bahwa dia salah dan tahu sebesar apa kesalahan itu dengan dalil-dalilnya. Jika orang tersebut mengetahui kesalahannya maka telah tegak pada dia hujjah, contohnya adalah orang yang meninggalkan shalat, jika orang yang meninggalkan shalat ini belum tahu hukumnya, maka belum tegak hujjah itu pada dia. Lantas jika kita terangkan pada dia dalil-dalil dan hukumnya, maka hujjah telah tegak pada dia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Tapi terkadang orang tersebut hanya memahami sebagian hujjah, seperti dia tahu bahwa meninggalkan shalat itu haram hukumnya dan tahu bahwa itu maksiat, tapi dia tidak tahu kadar maksiat itu sehingga tidak mengira bahwa meninggalkan shalat karena meremehkan itu menjadikan pelakunya kafir misalnya-, maka orang semacam ini harus diberitahu bahwa dia itu salah, yaitu bahwa meninggalkan shalat itu kekufuran, dan dijelaskan kepadanya kadar kesalahan itu, inilah proses-proses yang harus dilalui. Dan hal ini tidak diketahui kecuali dengan dalil-dalil, yaitu bahwa orang yang bersalah memahami nash dan dalil yang menunjukkan kesalahan dia, maka jika dia telah faham, telah tegaklah hujjah pada dia, adapun jika dia mempunyai syubhat (kesamaran) atau ada penghalang tegaknya hujjah pada dia, maka tidak bias kita katakan bahwa hujjah telah ditegakkan pada dia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Penilaian tentang tegak atau tidaknya hujjah atas seseorang itu dikembalikan kepada ulama besar, dengan merekalah hujjah bisa tegak. Maka jika ulama tadi mendebat orang yang menyimpang dan menjelaskan pada dia kebenaran, pada waktu itulah kita memperkirakan apakah dia faham atau tidak. Tidak disyaratkan orang yang menyimpang itu mengakui bahwa hujjah telah tegak pada dia, tapi kapan saja kita tahu bahwa fulan telah tahu kebenaran dan jelas pada dia dalilnya, maka bisa kita katakan bahwa hujjah telah tegak pada dia. Hujjah tidak bisa ditegakkan oleh setiap orang, tapi ulamalah yang menegakkan hujjah, hujjah tidak bisa tegak dengan perkataan seseorang : Ketahuliah bahwa meninggalkan shalat adalah kufur, jika kamu terus tidak mau shalat, maka kamu kafir. Hujjah bisa tegak dengan menerangkan pada dia dalil-dalil dan menjawab syubhat-syubhat dia serta menghilangkan syubhat tersebut dan menghapuskan ketidaktahuan serta kejahilan yang ada pada dia sampai kita yakin bahwa orang yang menyimpang itu telah faham tapi terus melakukan kesalahannya karena menolak kebenaran dan sombong, pada waktu itulah kita dapat menghukuminya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Sebagian orang ada yang hujjah itu tidak bisa tegak dengannya, seperti orang jahil atau orang yang tidak bisa menegakkan hujjah dengan baik, misalnya; tidak bisa menjelaskan dalil dengan baik atau tidak berlemah lembut dalam dakwahnya, karena orang yang keras dalam dakwahnya tidak bias tegak hujjah dengannya, Allah berfirman kepada Nabi Musa dan Harun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;"Artinya : Pergilah kalian berdua kepada Firaun, sesungguhnya dia melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia ingat atau takut" [Thahaa : 43-44]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Padahal Allah tahu bahwa Firaun akan mati dalam keadaan kafir, tapi Allah tetap memerintahkan untuk berkata dengan lemah lembut padanya, karena hujjah tak akan tegak kecuali dengan ar-rifqu dan al-liin (lemah lembut), adapun tanfir (cara yang membuat orang lari) tidak akan bisa hujjah itu tegak dengannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Kemudian hujjah itu tidak bisa tegak kecuali dengan kesabaran dan penjelasan terhadap orang yang bersalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Juga seorang alim yang menegakkan hujjah haruslah dipercayai keilmuannya oleh orang yang ditegakkan padanya hujjah, adapun jika penegak hujjah tidak dipercaya olehnya, maka terkadang tidak membuahkan hasil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Tidak ada suatu masalahpun yang dapat kita katakan: Bahwa penegakkan hujjah tidak disyaratkan di dalamnya (dalam masalah itu). Apabila orang yang bersalah itu tidak tahu hukumnya, maka Allah akan memberikan udzur padanya, ketika dia datang kepada Rabbnya di hari kiamat dan mengatakan: Saya jahil tentang masalah ini, dan Allah tahu kejujuran perkataannya, maka Allah memberikan udzur kepadanya. Walaupun sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa ada hal-hal yang malumun minad diini bidh dhoruroh (yang tidak-bisa-tidak pasti diketahui oleh semua orang) tapi ini menurut perkiraan kita, karena pada dasarnya hal-hal yang seperti itu kebanyakan tidak dilanggar kecuali oleh orang yang sombong atau keras kepala, tapi pada hakikatnya kalau kita katakan bahwa ini adalah masalah darurat yang harus diketahui dalam agama tapi ternyata si Fulan jahil terhadap hal ini, maka tidak bisa kita hukumi dengan kekafiran, karena Allah memberikan udzur dengan kejahilannya itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Firman Allah Subhanahu wa Taala."Artinya : Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya" [Al-Baqarah : 286]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Dan ketidakfahaman dia diluar kemampuannya, dan manusia tidak sama (tidak satu tingkatan) dalam hal-hal yang malumun minad diini bidh dhoruroh. Hal-hal yang malumun minad diini bidh dhoruroh ini bagi para ulama berbeda dengan hal-hal yang malumun minad diini bidh dhoruroh bagi para penuntut ilmu, dan hal-hal ini berbeda antara penuntut ilmu dan orang awwam, negara yang tersebar di dalamnya sunnah dan ilmu berbeda dengan negara yang jauh dari sunnah dan ilmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Kaidah dalam hal ini adalah bahwa bagaimanapun kesalahan itu harus kita minta penjelasan. Ketika Muadz Radhiallaahu anhu datang kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kemudian sujud padanya, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Apa ini yaa Muadz ?, padahal Nabi Shallallahu alaihi wa sallam telah mengutusnya untuk mengajarkan ilmu dan agama dan beliaupun seorang sahabat yang faqih, tapi ternyata hukum masalah ini tidak beliau ketahui, beliau melakukan hal itu kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam karena takwil (karena beliau melihat ahli kitab bersujud pada rahib mereka, Beliaupun berpandangan bahwa kaum muslimin lebih berhak untuk bersujud kepada Nabinya). Demikian pula Hatib radhiallaahuanhu, tersembunyi dari beliau masalah itu, padahal hukumnya jelas, sebagaimana dalam kisahnya (ketika Rasulullah menyiapkan pasukan besar untuk fathu Mekah, Hatib mengirimkan surat memberitahukan salah seorang kerabatnya yang ada di Mekah, melalui seorang wanita yang kemudian Allah beritahukan dengan wahyu-Nya, kemudian Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pun memaafkan beliau [Lihat Shahih Bukhari 3/1095 no. 2845, Shahih Muslim 4/1941 no.2394 --pent]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;Kerena syubhat itu menghalangi seseorang dari al-haq, walaupun itu seorang ulama, maka harus kita minta penjelasan sebagaimana Nabi shallallahu alaihi wa sallam melakukannya, kita katakan: Apa yang membuat anda berbuat demikian.?? Jika ternyata alasannya bisa diterima ketika itulah kita terangkan pada dia ilmu dan menjawab syubhatnya dan tidak boleh kita menghukumi dia hanya karena kesalahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003333;"&gt;[Diterjemahkan dari Nasehat Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily hafidzohullah, dan risalah ini disusun oleh Abu Abdirrahman Abdullah Zaen dan Abu Bakr Anas Burhanuddin dkk Mahasiswa Universitas Islam Madinah]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-112893476070758600?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/112893476070758600/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=112893476070758600' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112893476070758600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112893476070758600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/10/bilakah-hujjah-ditegakkan.html' title='Bilakah Hujjah ditegakkan'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-112893394336398560</id><published>2005-10-09T21:32:00.000-07:00</published><updated>2005-10-10T01:45:43.433-07:00</updated><title type='text'>Sekulerisme</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;Apa itu sekulerisme? Dan bagaimana hukum Islam terhadap para penganutnya? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;strong&gt;                   &lt;/strong&gt;Sekulerisme merupakan aliran baru dan gerakan yang rusak, bertujuan untuk memisahkan urusan dien dari negara, berjibaku di atas keduniawian dan sibuk dengan kenikmatan dan kelezatannya serta menjadikannya sebagai satu-satunya tujuan di dalam kehidupan ini, melupakan dan melalaikan rumah akhirat dan tidak melirik kepada amalan-amalan ukhrawi ataupun memperhatikannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;strong&gt;Sabda Rasulullah berikut ini sangat tepat dilabelkan kepada seorang sekuler,&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;strong&gt;" Artinya : Celakalah budak dinar, budak dirham dan budak khamishah (sejenis pakaian terbuat dari sutera atau wol, berwarna hitam dan bertanda); jika diberi, dia rela dan jika tidak diberi, dia mendongkol. Celaka dan merugilah (sia-sialah) dia dan bila duri mengenainya, maka dia tidak mengeluarkannya" [Al-Bukhari, al-Jihad (2883)]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;Setiap orang yang mencela sesuatu dari ajaran Islam baik melalui ucapan ataupun perbuatan maka sifat tersebut dapat dilekatkan padanya. Barangsiapa menjadikan undang-undang buatan manusia sebagai pemutus dan membatalkan hukum-hukum syari'at, maka dia adalah seorang sekuler.  Siapa yang membolehkan semua hal yang diharamkan seperti perzinaan, minuman keras, musik dan transaksi ribawi dan meyakini bahwa melarang hal itu berbahaya bagi manusia dan merupakan sikap apatis terhadap sesuatu yang memiliki mashalahat terhadap diri, maka dia adalah seorang Sekuler. Siapa yang mencegah atau mengingkari penegakan hukum hudud seperti hukum bunuh terhadap si pembunuh, rajam, cambuk terhadap pezina atau peminum khamar, potong tangan pencuri atau perampok dan mengklaim bahwa penegakannya menyalahi sikap lemah lembut dan mengandung unsur kesadisan dan kebengisan, maka dia masuk ke dalam sekulerisme.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;Sedangkan hukum Islam terhadap mereka, maka sebagaimana firman Allah Swt tatkala memberikan sifat kepada orang-orang Yahudi, &lt;strong&gt;"Artinya : Apakah kamu beriman kepada sebagian dari Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia. " [Al-Baqarah :85]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;Barangsiapa menerima sesuatu yang setara dari ajaran agama seperti Ahwal Syakhshiyyah (Undang-Undang Perdata), sebagian ibadah dan menolak apa yang tidak sejalan dengan hawa nafsunya, maka dia masuk ke dalam makna ayat ini. Demikian juga firmanNya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;strong&gt;"Artinya : Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan." [Hud:15-16]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;Maka, tujuan utama kaum sekuler adalah menggabungkan dunia dan kenikmatan pelampiasan hawa nafsu sekalipun diha-ramkan dan mencegah dari melakukan kewajiban, maka mereka masuk ke dalam makna ayat di atas dan juga ayat berikut,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;strong&gt;"Artinya : Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir." [Al-Isra :18]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;strong&gt;Dan banyak lagi ayat-ayat dan hadits-hadits semisalnya, wallohu a' lam.[Fatawa Fi at-Tauhid, dari fatwa Fadhilatusy Syaikh Ibn Jibrin, h.39-40]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-112893394336398560?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/112893394336398560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=112893394336398560' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112893394336398560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112893394336398560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/10/sekulerisme.html' title='Sekulerisme'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-112890874753916562</id><published>2005-10-09T18:40:00.000-07:00</published><updated>2005-10-09T18:45:47.543-07:00</updated><title type='text'>Niat Puasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;Oleh &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilaaly &amp; Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;Jika telah jelas masuknya bulan Ramadhan dengan penglihatan mata atau persaksian atau dengan menyempurnakan bilangan bulan Sya'ban menjadi tiga puluh hari, maka wajib atas setiap muslim yang mukallaf untuk niat puasa di malam harinya, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;strong&gt;"Artinya : Barangsiapa yang tidak niat untuk melakukan puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya" [1]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;strong&gt;Dan sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam."Artinya : Barangsiapa tidak niat untuk melakukan puasa pada malam harinya, maka tidak ada puasa baginya" [2]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;Niat itu tempatnya di dalam hati, dan melafazdkannya adalah &lt;strong&gt;bid'ah yang sesat&lt;/strong&gt;, walaupun manusia menganggapnya sebagai satu perbuatan baik. Kewajiban niat semenjak malam harinya ini hanya khusus untuk puasa wajib saja, karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah datang ke Aisyah pada selain bulan Ramadhan, kemudian beliau bersabda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;"Artinya : Apakah engkau punya santapan siang ? Maka jika tidak ada aku akan berpuasa" [Hadits Riwayat Muslim 1154]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;Hal ini juga dilakukan oleh para sahabat, (seperti) Abu Darda', Abu Thalhah, Abu Hurairah, Ibnu 'Abbas, Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu 'anhum dibawah benderanya Sayyidnya bani Adam [Lihatlah dan takhrijnya dalam Taghliqul Ta'liq 3/144-147]Ini berlaku (hanya) pada puasa sunnah saja, dan hal ini menunjukkan wajibnya niat di malam harinya sebelum terbit fajar pada puasa wajib. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;Wallahu Ta'ala a'lam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;Foote Note.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;[1]. Hadits Riwayat Abu Dawud 2454, Ibnu Majah 1933, Al-Baihaqi 4/202 dari jalan Ibnu Wahb dari Ibnu Lahi'ah dari Yahya bin Ayub dari Abdullah bin Abu Bakar bin Hazm dari Ibnu Syihab, dari Salim bin Abdillah, dari bapaknya, dari Hafshah. Dalam satu lafadz pada riwayat Ath-Thahawi dalam Syarah Ma'anil Atsar 1/54 : "Niat di malam hari" dari jalan dirinya sendiri. Dan dikeluarkan An-Nasa'i 4/196, Tirmidzi 730 dari jalan lain dari Yahya, dan sanadnya Shahih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;[2]. Hadits Riwayat An-Nasa'i 4/196, Al-Baihaqi 4/202, Ibnu Hazm 6/162 dari jalan Abdurrazaq dari Ibnu Juraij, dari Ibnu Syihab, sanadnya shahih kalau tidak ada 'an-anah Ibnu Juraij, akan tetapi shahih dengan riwayat sebelumnya &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-112890874753916562?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/112890874753916562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=112890874753916562' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112890874753916562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112890874753916562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/10/niat-puasa.html' title='Niat Puasa'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-112890829480390470</id><published>2005-10-09T18:31:00.000-07:00</published><updated>2005-10-09T18:38:14.806-07:00</updated><title type='text'>Tarqhib Ramadhan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilaaly &amp; Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;strong&gt;1]. Pengampunan Dosa&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;              Allah dan Rasul-Nya memberikan targhib (spirit) untuk melakukan puasa Ramadhan dengan menjelaskan keutamaan serta tingginya kedudukan puasa, dan kalau seandainya orang yang puasa mempunyai dosa seperti buih di lautan niscaya akan diampuni dengan sebab ibadah yang baik dan diberkahi ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, (bahwasanya) beliau bersabda."Artinya : Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan ihtisab maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" [1] &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu juga, -Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda."Artinya : Shalat yang lima waktu, Jum'at ke Jum'at. Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa yang terjadi di antara senggang waktu tersebut jika menjauhi dosa besar" [Hadits Riwayat Muslim 233]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu juga, (bahwasanya) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah naik mimbar kemudian berkata : Amin, Amin, Amin" Ditanyakan kepadanya : "Ya Rasulullah, engkau naik mimbar kemudian mengucapkan Amin, Amin, Amin?" Beliau bersabda."Artinya : Sesungguhnya Jibril 'Alaihis salam datang kepadaku, dia berkata : "Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan tapi tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia, katakan "Amin", maka akupun mengucapkan Amin...." [2]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;strong&gt;[2]. Dikabulkannya Do'a dan Pembebasan Api Neraka&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;                    Rasullullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam dalam bulan Ramadhan, dan semua orang muslim yang berdo'a akan dikabulkan do'anya" [3]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;strong&gt;[3]. Orang yang Puasa Termasuk Shidiqin dan Syuhada&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;                   Dari 'Amr bin Murrah Al-Juhani[4] Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : Datang seorang pria kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian berkata : "Ya Rasulullah, apa pendapatmu jika aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah, engkau adalah Rasulullah, aku shalat lima waktu, aku tunaikan zakat, aku lakukan puasa Ramadhan dan shalat tarawih di malam harinya, termasuk orang yang manakah aku ?" Beliau menjawab."Artinya : Termasuk dari shidiqin dan syuhada" [Hadits Riwayat Ibnu Hibban (no.11 zawaidnya) sanadnya Shahih]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;strong&gt;[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;&lt;strong&gt;Foote Note.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;[1] Hadits Riwayat Bukhari 4/99, Muslim 759. Makna "Penuh iman dan Ihtisab' yakni membenarkan wajibnya puasa, mengharap pahalanya, hatinya senang dalam mengamalkan, tidak membencinya, tidak merasa berat dalam mengamalkannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;[2] Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah 3/192 dan Ahmad 2/246 dan 254 dan Al-Baihaqi 4/204 dari jalan Abu Hurairah. Hadits ini shahih, asalnya terdapat dalam Shahih Muslim 4/1978. Dalam bab ini banyak hadits dari beberapa orang sahabat, lihatlah dalam Fadhailu Syahri Ramadhan hal.25-34 karya Ibnu Syahin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;[3] Hadits Riwayat Bazzar 3142, Ahmad 2/254 dari jalan A'mas, dari Abu Shalih dari Jabir, diriwayatkan oleh Ibnu Majah 1643 darinya secara ringkas dari jalan yang lain, haditsnya Shahih. Do'a yang dikabulkan itu ketika berbuka, sebagaimana akan datang penjelasannya, lihat Misbahuh Azzujajah no. 60 karya Al-Bushri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;[4] Lihat Al-Ansab 3/394 karya As-Sam'ani, Al-Lubap 1/317 karya Ibnul Atsir&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-112890829480390470?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/112890829480390470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=112890829480390470' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112890829480390470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112890829480390470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/10/tarqhib-ramadhan.html' title='Tarqhib Ramadhan'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-112890785558743991</id><published>2005-10-09T18:19:00.000-07:00</published><updated>2005-10-09T18:30:55.613-07:00</updated><title type='text'>Batasan Syar'i Pemberontakan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz&lt;/strong&gt; ditanya : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Diantara permasalahan yang sedang ramai dibicarakan ialah masalah hubungan antara rakyat dengan penguasa serta batasan-batasan syar'i, berkenaan dengan hubungan ini. Syaikh yang mulia, ada sekelompok orang yang berpendapat bahwa perbuatan maksiat dan dosa besar yang dilakukan oleh para penguasa merupakan alasan dibolehkannya melakukan pemberontakan terhadap mereka. Dan merupakan alasan wajibnya mengubah keadaan meskipun menimbulkan mudharat atas kaum muslimin di negeri itu. Peristiwa-peristiwa yang dialami oleh beberapa negeri Islam sangat banyak, bagaimana pendapat Anda mengenai masalah ini ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Bismillahirrahmanirrahim. Segala puji hanyalah bagi Allah semata. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada keluarga dan sahabat-sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau. Amma ba'du.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Sesungguhnya Allah telah berfirman dalam kitabNya&lt;strong&gt; "Artinya : Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah RasulNya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari Kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya" [An-Nisa : 59]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Ayat diatas menegaskan wajibnya mentaati waliyul amri, yaitu umara' dan ulama. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Dalam hadits-hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam banyak dijelaskan bahwa mentaati waliyul amri dalam perkara ma'ruf merupakan kewajiban. Nash-nash hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tersebut menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan mentaati waliyul amri adalah ketaatan dalam perkara ma'ruf bukan dalam perkara maksiat. Mereka tidak boleh mentaati penguasa jika mereka diperintahkan berbuat maksiat. Akan tetapi mereka tidak boleh memberontak penguasa karenanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;strong&gt;."Artinya : Barangsiapa melihat sebuah perkara maksiat pada diri-diri pemimpinnya, maka hendaknya ia membenci kemaksiatan yang dilakukannya dan janganlah ia membangkang pemimpinnnya. Sebab barangsiapa melepaskan diri dari jama'ah lalu mati, maka ia mati secara jahiliyah" &lt;/strong&gt;Dan sabda beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam."&lt;strong&gt;Artinya : Seorang muslim wajib patuh dan taat (kepada umara') dalam saat lapang maupun sempit, pada perkara yang disukainya ataupun dibencinya selama tidak diperintah berbuat maksiat, jika diperintah berbuat maksiat, maka tidak boleh patuh dan taat&lt;/strong&gt;".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Sorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau menyebutkan bahwa akan ada penguasa yang didapati padanya perkara ma'ruf dan kemungkaran : "Wahai Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kepada kami ?" Beliau menjawab : "Tunaikanlah hak-hak mereka dan mintalah kepada Allah hak-hak kamu".Ubadah bin Shamit Radhiyallahu 'anhu menuturkan : "Kami memba'iat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam agar kami tidak merampas kekuasaan dari pemiliknya" Beliau melanjutkan : "Kecuali kalian lihat pada diri penguasa itu kekufuran yang nyata dan kamu memiliki hujjah atas kekufurannya dari Allah [Al-Qur'an dan As-Sunnah]"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Hal itu menunjukkan larangan merampas kekuasaan waliyul amri dan larangan memberontak mereka kecuali terlihat pada diri penguasa itu kekufuran yang nyata dan terdapat hujjah atas kekufurannya dari Allah (Al-Qur'an dan As-Sunnah). Karena pemberontakan terhadap penguasa akan menimbulkan kerusakan yang lebih parah dan kejahatan yang lebih besar.  Sehingga stabilitas keamanan akan terguncang, hak-hak akan tersia-siakan, pelaku kejahatan tidak dapat ditindak, orang-orang terzhalimi tidak dapat tertolong dan jalur-jalur transportasi akan kacau. Jelaslah bahwa memberontak penguasa akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar. Kecuali jika kaum muslimin melihat kekafiran yang nyata pada diri penguasa tersebut dan terdapat hujjah atas kekufurannya dari Allah (Al-Qur'an dan As-Sunnah), mereka dibolehkan memberontak penguasa tersebut dan menggantikannya jika mereka mempunyai kemampuan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Akan tetapi, jika mereka tidak memiki kemampuan, mereka tidak boleh mengadakan pemberontakan. Atau jika pemberontakan akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar, mereka tidak boleh melakukannya demi menjaga kemaslahatan umum. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Kaidah syar'i yang disepakati bersama menyebutkan : &lt;strong&gt;Tidak boleh menghilangkan kejahatan dengan kejahatan yang lebih besar dari sebelumnya, akan tetapi wajib menolak kejahatan dengan cara yang dapat menghilangkannya atau meminimalkannya&lt;/strong&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Adapun menolak kejahatan dengan mendatangkan kejahatan yang lebih parah lagi tentu saja dilarang berdasarkan kesepakatan kaum muslimin.Apabila kelompok yang ingin menurunkan penguasa yang telah melakukan kekufuran itu memiliki kemampuan dan mampu menggantikannya dengan pemimpin yang shalih dan baik tanpa menimbulkan kerusakan yang lebih besar terhadap kaum muslimin akibat kemarahan penguasa itu, maka mereka boleh melakukannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;dapun jika pemberontakan tersebut malah menimbulkan kerusakan yang lebih besar, keamanan menjadi tidak menentu, rakyat banyak teraniaya, terbunuhnya orang-orang yang tidak berhak dibunuh dan kerusakan-kerusakan lainnya, sudah barang tentu pemberontakan terhadap penguasa hukumnya dilarang. Dalam kondisi demikian rakyat dituntut banyak bersabar, patuh dan taat dalam perkara ma'ruf serta senantiasa menasihati penguasa dan mendo'akan kebaikan bagi mereka. Serta sungguh-sungguh menekan tingkat kejahatan dan menyebar nilai-nilai kebaikan. Itulah sikap yang benar yang wajib ditempuh. Karena cara seperti itulah yang dapat mendatangkan maslahat bagi segenap kaum muslimin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Dan cara seperti itu juga dapat menekan tingkat kejahatan dan meningkatkan kuantitas kebaikan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Dan dengan cara seperti itu jugalah keamanan dapat terpelihara, keselamatan kaum muslimin dapat terjaga dari kejahatan yang lebih besar lagi. Kita memohon taufiq dan hidayah kepada Allah bagi segenap kaum muslimin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;strong&gt;[Disalin dari kitab Muraja'att fi fiqhil waqi' as-siyasi wal fikri 'ala dhauil kitabi wa sunnah, edisi Indonesia Koreksi Total Masalah Politik &amp; Pemikiran Dalam Perspektif Al-Qur'an &amp;amp; As-Sunnah, hal 24-29 Terbitan Darul Haq, penerjemah Abu Ihsan Al-Atsari]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-112890785558743991?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/112890785558743991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=112890785558743991' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112890785558743991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112890785558743991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/10/batasan-syari-pemberontakan.html' title='Batasan Syar&apos;i Pemberontakan'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-112890691816374863</id><published>2005-10-09T18:09:00.000-07:00</published><updated>2005-10-09T18:15:18.170-07:00</updated><title type='text'>Pengeboman dan pembunuhan</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan&lt;/strong&gt; ditanya : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Ahsanaallahu ilaikum?  semoga Allah menganugrahkan kebaikan kepada anda- apakah melakukan pembunuhan dan pemboman terhadap gedung-gedung milik negara/pemerintah di negara-negara kafir merupakan hal darurat dan bentuk jihad ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pembunuhan dan pemboman merupakan hal yang tidak boleh, karena akan menimbulkan kejahatan, pembunuhan dan terjadinya pengusiran kaum muslimin, adapaun yang disyariatkan terhadap orang-orang kafir yaitu berperang fi sabilillah, menghadapi mereka dalam peperangan jika kaum muslimin memiliki persiapan pasukan, berperang dengan kaum kuffar, membunuh mereka seperti apa yang telah dilakukan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau berhijrah ke Madinah, hingga beliau mendapatkan penolong dan penyokong.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Adapun pemboman dan pembunuhan hanya akan mendatangkan keburukan bagi kaum muslimin.Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam masih berada di Makkah sebelum hijrah, beliau diperintahkan agar menahan diri dari memerangi kaum kuffar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Artinya : Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka : Tahanlah tanganmu (dari berperang). Dirikanlah shalat dan tunaikan zakat [An-Nisa : 77]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beliau diperintahkan untuk menahan diri dari memerangi kaum kuffar karena Rasulullah Shallallahu ?alaihi wa sallam tidak memiliki kekuatan untuk memerangi mereka, kalau kaum muslimin membunuh salah seorang dari kaum kuffar maka kaum kuffar yang lain akan menghabisi mereka karena kaum kuffar lebih kuat dari kaum muslimin dan kaum muslimin di bawah kekuasaan dan tekanan kaum kuffar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Maka pembunuhan yang mengakibatkan terbunuhnya kaum muslimin yang bermukim di negara tempat mereka tinggal seperti yang terjadi sekarang bukanlah merupakan bentuk dakwah dan bukanlah sesuatu bentuk jihad fi sabilillah dan begitu juga pemboman ataupun pengrusakan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hal ini hanya akan mendatangkan keburukan bagi kaum muslimin sebagaimana yang terjadi sekarang. Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam hijrah dan ketika itu beliau memiliki pasukan dan kekuatan maka pada saat itu beliau diperintahkan untuk memerangi kaum kuffar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tetapi apakah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat beliau pada saat di Makkah sebelum hijrah melakukan perbuatan seperti ini (pembunuhan dan pengrusakan) ? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Bahkan&lt;/strong&gt; mereka menahan diri dari hal itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apakah mereka melakukan pengrusakan terhadap harta kaum kuffar ketika mereka masih di Makkah ? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Bahkan&lt;/strong&gt; mereka menahan diri dari yang demikian. Mereka hanya diperintahkan untuk berdakwah dan menyampaikan risalah pada saat di Makkah, tetapi ketika mereka telah berada di Madinah maka mereka berjihad dan berpegang teguh pada saat negara Islam telah berdiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;[Disalin dari kitab Fatawa Al-Aimmah Fil An-Nawazil Al-Mudlahimmah edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Seputar Terorisme, Penyusun Muhammad bin Husain bin Said Ali Sufran Al-Qathani, Terbitan Pustaka At-Tazkia]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-112890691816374863?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/112890691816374863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=112890691816374863' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112890691816374863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112890691816374863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/10/pengeboman-dan-pembunuhan.html' title='Pengeboman dan pembunuhan'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-112890653843476352</id><published>2005-10-09T18:05:00.000-07:00</published><updated>2005-10-09T18:08:58.440-07:00</updated><title type='text'>Menyerang Turis</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz&lt;/strong&gt; ditanya : Bagaimana hukum menyerang (mengganggu) para turis asing dan wisatawan yang berkunjung ke Negara Islam ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Hal ini tidak dibenarkan, penyerangan tidak dibenarkan terhadap siapapun juga, apakah ia turis ataupun para pekerja, karena mereka telah dilindungi. Mereka masuk dengan perlindungan, maka tidak dibenarkan untuk menyerang mereka. Akan tetapi berilah nasehat kepada pemerintah agar pemerintah melarang mereka melakukan hal-hal yang melanggar. Adapun mengganggu mereka tidak diperbolehkan. Tidak dibenarkan atas setiap individu untuk melakukan tindakan apapun seperti membunuh, memukul atau menyakiti mereka akan tetapi adukanlah segala permasalahan kepada pemimpin, karena menyerang mereka berarti menyerang orang yang berada dalam perlindungan maka tidaklah dibenarkan untuk menyerang mereka. Akan tetapi adukanlah segalanya kepada orang yang mampu mencegah mereka masuk atau mencegah mereka untuk melakukan kemungkaran. Adapun memberikan nasehat kepada mereka dengan menyeru kepada Islam atau meninggalkan kemungkaran, jika ia beragama Islam maka itulah yang diinginkan seperti yang disinyalir oleh dalil-dalil syariat. Hanya kepada Allah tempat bergantung, tidak ada daya dan upaya kecuali hanya milik Allah. Shalawat dan salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para sahabat beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;[Majmu Fatawa 8/239][Disalin dari kitab Fatawa Al-Aimmah Fil An-Nawazil Al-Mudlahimmah edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Seputar Terorisme, Penyusun Muhammad bin Husain bin Said Ali Sufran Al-Qathani, Terbitan Pustaka At-Tazkia&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-112890653843476352?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/112890653843476352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=112890653843476352' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112890653843476352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112890653843476352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/10/menyerang-turis.html' title='Menyerang Turis'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-112876164341479062</id><published>2005-10-08T01:42:00.000-07:00</published><updated>2005-10-08T01:54:06.030-07:00</updated><title type='text'>I'tikaf</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Apakah iti'kaf pada bulan Ramadlan termasuk sunnat mu'akkad dan apa syaratnya pada selain Ramadlan .? [Athif Muh.Ali Yusuf, Riyadh]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban .&lt;/strong&gt;Iti'kaf pada bulan Ramadlan adalah sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam serta para istrinya setelah beliau tiada. Bahkan ulama sepakat bahwa itikaf disunnatkan. Tetapi sepatutnya itikaf dilakukan sesuai dengan yang diperintahkan, yakni seseorang selalu berada di masjid untuk ta'at kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan meninggalkan kegiatan duniawinya dan mengerjakan berbagai keta'atan berupa shalat, dzikir atau lainnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam beritikaf dalam rangka menemukan malam kemuliaan (Lailatul Qadar). Yang sedang itikaf itu menjauhi segala aktivitas dunia ; tidak jual atau beli, tidak keluar masjid, tidak mengantar jenazah dan tidak menengok yang sakit.Ada sebagian orang beritikaf lalu ditemui beberapa orang pada tengah malam atau di ujung hari dengan diselingi obrolan yang diharamkan, maka cara seperti ini menghilangkan maksud itikaf. Kecuali bila dikunjungi oleh salah seorang keluarganya, seperti Shafiyyah pernah mengunjungi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika sedang beritikaf dan berbincang-bincang. Yang penting hendaknya seseorang menjadikan itikafnya sebagai cara mendekatkan diri kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;BOLEHKAH ITI'KAF SELAIN KETIGA MASJID&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bolehkah beritikaf pada selain ketiga masjid dan apa dasar hukumnya ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban &lt;/strong&gt;Beritikaf pada selain ketiga masjid (Masjidil Haram, Masjid Nabi dan Masjid Aqsha) adalah boleh berdasarkan makna umum firman Allah : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;"Artinya : Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam masjid". [Al-Baqarah : 187]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Ayat tersebut berlaku untuk segenap kaum muslimin. Jika kita katakan bahwa yang dimaksud masjid dalam ayat di atas hanya ketiga masjid, tentu banyak kaum muslimin yang tidak terpanggil, sebab mayoritas kaum muslimin berada di luar Mekkah, Medinah dan Qadas (Palestina).Dengan demikian, kami katakan bahwa itikaf boleh pada masjid-masjid yang ada. Jika hadits mengatakan bahwa tidak ada itikaf kecuali dalam tiga masjid, maka maksudnya adalah tidak ada itikaf yang lebih sempurna dan lebih utama kecuali tiga masjid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Memang seperti itu kenyataannya. Bahkan bukan sekedar itikaf, nilai shalatnya punya kelebihan tersendiri. Yakni shalat di Masjidil Haram bernilai seratus ribu shalat.  Shalat di Masjid Nabawi lebih baik dari seribu shalat kecuali di Masjidil Haram dan shalat di Masjidil Aqsha' bernilai lima ratus shalat. Inilah pahala-pahala yang dapat diraih seseorang dalam ketiga masjid tersebut, seperti melaksanakan shalat berjama'ah, shalat kusuf dan tahiyatul masjid. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Sedangkan shalat sunat rawatib (sebelum atau sesudah shalat fardu) lebih baik dilaksanakan di rumah. Karena itu, kami katakan di Mekkah : "&lt;strong&gt;Shalat rawatibmu di rumah lebih baik dari pada di Masjidil Haram. Begitu pula yang dilaksanakan di Madinah, karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, ketika berada di Madinah bersabda :"Artinya : Sebaik-baik shalat sunat seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat maktubah (wajib)"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Sedangkan shalat Tarawih walau sunnat tetap lebih baik dilaksanakan di masjid karena diperintahkan agar dilaksanakan secara berjama'ah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;BOLEHKAH YANG BERITI'KAF MENGAJAR SESEORANG&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Sahkah orang yang sedang beri'tikaf mengajarkan ilmu kepada seseorang ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Sebaiknya orang yang beritikaf mengkhususkan dirinya untuk melakukan ibadah-ibadah tertentu seperti dzikir, shalat, membaca Al-Qur'an atau hal lainnya. Namun jika dibutuhkan, tak ada halangan baginya mengajari seseorang, sebab inipun termasuk ke dalam makna dzikir kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;BERKOMUNIKASI DENGAN YANG BERITI'AKF MELALUI TELEPON&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya :&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Bolehkah yang sedang beri'tikaf berkomunikasi melalui telpon untuk memenuhi kebutuhan kaum muslimin ..?&lt;strong&gt;Jawab : &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Memang dibolehkan bagi yang sedang beri'tikaf mengadakan komunikasi melalui telpon dalam memenuhi kebutuhan sebagian kaum muslimin, bila telpon itu berada di dalam masjid tempat i'tikafnya, sebab ia tidak keluar masjid. Kecuali jika telpon itu berada di luar masjid, maka ia tak boleh pergi meninggalkan i'tikafnya. Seseorang tidak boleh beri'tikaf bila sedang mengurus kepentingan kaum muslimin, sebab mengurus kepentingan umum itu lebih penting dari pada i'tikaf, kecuali jika kepentingan umum itu sedikit manfaatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;SAAT-SAAT YANG BERI'TIKAF MENINGGALKAN ITI'KAF&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Kapan yang beri'tikaf meninggalkan i'tikafnya, apakah sesudah terbenam mentari di malam hari raya atau setelah fajar hari rayanya .?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban.&lt;/strong&gt;Masalah i'tikaf itu berakhir dengan berakhirnya Ramadhan. Akhir Ramadhan terjadi ketika mentari terbenam di malam hari raya. Misalnya, orang memasuki i'tikaf pada saat matahari terbenam di malam dua puluh Ramadhan, maka sepuluh hari terakhirnya dimulai dari sejak matahari itu terbenam sampai terbenamnya pula di malam hari raya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;ORANG TUA YANG TIDAK MENGIZINKAN ANAKNYA BERITI'KAF&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bagaimana hukum seseorang yang tak diizinkan beri'tikaf oleh orang tuanya karena sebab-sebab yang tak dapat diterima..?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;J&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;awaban&lt;/strong&gt;.I'tikaf itu sunnat hukumnya. Sedang berbakti kepada kedua orang tua adalah wajib. Perkara sunnat tak bisa menggugurkan yang wajib, sebab yang wajib mesti diutamakan. Dalam hadits Qudsy, Allah berfirman :"Tidaklah hambaku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Ku-senangi kecuali pada apa-apa yang Aku wajibkan kepadanya".Apabila ayahmu melarangmu beri'tikaf dengan alasan-alasan yang menurutmu untuk tidak beri'tikaf karena kamu dibutuhkan, maka pertimbangannya berada di tangan ayahmu, bukan pada kamu. Sebab bisa jadi pertimbanganmu tak tepat ketika ingin beri'tikaf. Jika alasan ayahmu dapat diterima, maka saya sarankan kamu jangan beri'tikaf. Tetapi jika ayahmu tak menyebutkan alasan yang jelas, maka larangannya tak mesti diikuti agar kamu tak kehilangan suatu manfa'at.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;BERITIKAF DENGAN MENINGGALKAN TUGAS&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Seseorang beri'tikaf selama dua puluh lima hari Ramadlan dengan meninggalkan tugas kewajibannya sebagai pegawai, maka bagaimana hukumnya .?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban.&lt;/strong&gt;Tidak diragukan bahwa orang yang beri'tikaf dengan meninggalkan kewajibannya sebagai pegawai berarti telah berijtihad. Akan tetapi, ijtihad tanpa hukum syara' adalah perbuatan keliru. Memang seseorang akan diberi pahala bila ia berijtihad dan menginginkan suatu kebenaran, tetapi hendaknya ijtihad itu didasarkan atas Kitab dan Sunnah.Orang yang meninggalkan tugas kepegawaiannya karena ambil i'tikaf adalah ibarat yang merobohkan suatu kota dengan mendirikan suatu bangunan, sebab ia telah mengerjakan hal yang dianjurkan dan tak seorangpun dari kaum muslimin yang menganggapnya wajib. Ulamapun sepakat bahwa i'tikaf itu sunnat.Sedangkan melaksanakan kewajiban sebagai pegawai terkandung dalam ayat :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu" &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;[Al-Maidah : 1]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;Firman-Nya pula :"Artinya : Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu dipinta pertanggung jawabannya". [Al-Israa : 34]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Dengan demikian, laki-laki seperti yang ditanyakan, termasuk telah meninggalkan hal yang wajib demi yang dianjurkannya. Karena itu, ia wajib menghentikan itikafnya dan kembali ke pekerjaannya semula bila ingin selamat dari dosa.Jika tetap pada itikafnya, berarti ia beritikaf pada zaman milik orang lain, sebab pelbagai kaidah ahli fikih menetapkan bahwa itikaf seperti itu tidak sah, sebab dilakukan pada zaman yang dirampas dari orang lain.Sehubungan dengan hal itu, saya ingatkan kepada saudara-saudara yang ingin berbuat kebaikan hendaklah jangan mengesampingkan dasar-dasar hukum serta dalil-dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah agar ijtihadnya benar dan beribadah kepada Allah berdasarkan ilmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;[Disalin dari buku 257 Tanya Jawab Fatwa-Fatwa Al-Utsaimin, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, hal.230-235, terbitan Gema Risalah Press, alih bahasa Prof.Drs.KH.Masdar Helmy]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-112876164341479062?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/112876164341479062/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=112876164341479062' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112876164341479062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112876164341479062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/10/itikaf.html' title='I&apos;tikaf'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-112876077950422143</id><published>2005-10-08T01:39:00.000-07:00</published><updated>2005-10-08T01:41:38.736-07:00</updated><title type='text'>Hutang Puasa Syawal</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baaz ditanya : &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;Seorang wanita sudah terbiasa menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal setiap tahun, pada suatu tahun ia mengalami nifas karena melahirkan pada permulaan Ramadhan dan belum mendapat kesucian dari nifasnya itu kecuali setelah habisnya bulan Ramadhan, setelah mendapat kesucian ia mengqadha puasa Ramadhan. Apakah diharuskan baginya untuk mengqadha puasa Syawal yang enam hari itu setelah mengqadha puasa Ramadhan walau puasa Syawal itu dikerjakan bukan pada bulan Syawal ? Ataukah puasa Syawal itu tidak harus diqadha kecuali mengqadha puasa Ramadhan saja dan apakah puasa enam hari Syawal diharuskan terus menerus atau tidak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Puasa enam hari di bulan Syawal, sunat hukumnya dan bukan wajib berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Artinya : Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan kemudian disusul dengan puasa enam hari di bulan Syawal maka puasanya itu bagaikan puasa sepanjang tahun" [Dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya]&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan bahwa puasa enam hari itu boleh dilakukan secara berurutan ataupun tidak berurutan, karena ungkapan hadits itu bersifat mutlak, akan tetapi bersegera melaksanakan puasa enam hari itu adalah lebih utama berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Artinya : ..Dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Rabbku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku)" [Thaha : 84]&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Juga berdasarakan dalil-dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah yang menunjukkan kutamaan bersegera dan berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan. Tidak diwajibkan untuk melaksanakan puasa Syawal secara terus menerus akan tetapi hal itu adalah lebih utama berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Artinya : Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus dikerjakan walaupun sedikit"&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidak disyari'atkan untuk mengqadha puasa Syawal setelah habis bulan Syawal, karena puasa tersebut adalah puasa sunnat, baik puasa itu terlewat dengan atau tanpa udzur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=1179&amp;amp;bagian=0"&gt;http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=1179&amp;amp;bagian=0&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-112876077950422143?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/112876077950422143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=112876077950422143' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112876077950422143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112876077950422143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/10/hutang-puasa-syawal.html' title='Hutang Puasa Syawal'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-112876072326495747</id><published>2005-10-08T01:36:00.000-07:00</published><updated>2005-10-08T01:42:50.183-07:00</updated><title type='text'>Begadang di Bulan Ramdhan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;HUKUM MENGISI BULAN RAMADHAN DENGAN BEGADANG, BERJALAN-JALAN DI PASAR DAN TIDUR&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baaz ditanya :&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Wanita Muslimah zaman sekarang banyak meghabiskan bulan Ramadhan dengan begadang di depan televisi atau vidio atau siaran dari parabola atau berjalan di pasar-pasar dan tidur, apa saran Anda kepada wanita Muslimah ini ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Yang disyari'atkan bagi kaum Musimin baik pria mupun wanita adalah menghormati bulan Ramadhan, dengan menyibukkan dirinya pada perbuatan-perbuatan ketaatan serta menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat dan pekerjaan buruk lainnya di setiap waktu, lebih-lebih lagi di bulan Ramadhan karena kemuliaan Ramadhan. Begadang untuk menonton film atau sinetron yang ditayangkan televisi atau video atau lewat parabola atau mendengarkan musik dan lagu, semua perbuatan itu adalah haram dan merupakan perbuatan maksiat, baik di bulan Ramadhan ataupun bukan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Dan jika perbuatan itu dilakukan di bulan Ramadhan maka dosanya akan lebih besar.Kemudian jika begadang yang diharamkan ini ditambah lagi dengan melalaikan kewajiban dan meninggalkan shalat karena tidur di siang hari, maka ini adalah perbuatan maksiat lainnya. Begitulah watak perbuatan maksiat, saling dukung mendukung, jika suatu perbuatan maksiat dilakukan maka akan menimbulkan perbuatan maksiat lainnya, begitu seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Haram hukumnya wanita pergi ke pasar-pasar kecuali untuk keperluan yang mendesak. Keluarnya wanita harus sebatas keperluan dengan syarat ia harus menutup aurat serta menjauhkan diri dari bercampur dengan kaum pria atau berbicara dengan mereka kecuali sebatas keperluan hingga tidak menimbulkan fitnah. Dan hendaknya ia jangan terlalu lama keluar rumah hingga melalaikan shalatnya karena keburu tidur ketika sampai di rumah, atau menyia-nyiakan hak-hak suami dan anak-anaknya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;[Majmu 'Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah, Syaikh Ibnu Baaz]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-112876072326495747?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/112876072326495747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=112876072326495747' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112876072326495747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112876072326495747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/10/begadang-di-bulan-ramdhan.html' title='Begadang di Bulan Ramdhan'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-112876053345171733</id><published>2005-10-08T01:31:00.000-07:00</published><updated>2005-10-08T01:35:33.456-07:00</updated><title type='text'>Hutang Puasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;&lt;strong&gt;SEKARANG BERUSIA LIMA PULUH TAHUN, DUA PULUH TUJUH TAHUN YANG LALU TIDAK MENJALANKAN PUASA RAMADHAN SELAMA LIMA BELAS HARI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baaz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Syaikh Ibnu Baaz ditanya : Sekarang saya berumur lima puluh tahun, dua puluh tujuh tahun yang lalu saya tidak berpuasa selama lima belas hari karena melahirkan salah seorang anak saya, dan saya belum sempat mengqadhanya di tahun tersebut, bolehkah saya mengqadha puasa itu saat ini, dan apakah saya berdosa.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Hendaknya Anda bertobat kepada Allah karena penundaan ini dan Anda harus mengqadha puasa yang lima belas hari itu dengan disertai memberi makan kepada seorang miskin sejumlah hari yang Anda tinggalkan sebanyak setengah sha' yang berupa makanan pokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;[Kitab Fatawa Ad-Da'wah, Syaikh Ibnu Baaz, 2/159]&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;BEBERAPA TAHUN YANG LALU TIDAK BERPUASA RAMADHAN KARENA HAIDH DAN BELUM MENGQADHANYA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baaz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Syaikh Ibnu Baaz ditanya : Pada salah satu bulan Ramadhan beberapa tahun yang lalu, saya mendapat haidh oleh karenanya saya tidak berpuasa dan sampai saya belum mengqadha utang puasa itu, tapi saya tidak mengetahui berapa jumlah hari yang harus saya qadha itu, apa yang harus saya lakukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Anda harus melaksanakan tiga hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama :&lt;/strong&gt; Bertobat kepada Allah karena keterlambatan itu dan menyesali apa yang telah Anda mengabaikan suatu ketetapan Allah, di samping itu Anda harus bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;"Artinya : Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung" [An-nur : 31]&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menunda-nunda qadha puasa adalah suatu maksiat, maka bertaubatlah kepada Allah dari itu adalah suatu kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua :&lt;/strong&gt; Segera mengqadha puasa berdasarkan perkiraan Anda dalam menentukan jumlah harinya, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak membebani seseorang kecuali apa yang disanggupinya. Berapa jumlah hari yang telah Anda tinggalkan menurut dugaan Anda, maka sejumlah hari itulah yang harus Anda qadha. Jika Anda perkirakan bahwa puasa yang harus Anda qadha itu sepuluh hari, maka hendaklah Anda berpuasa sepuluh hari, dan jika Anda menduga bahwa jumlah lebih banyak atau kurang dari itu, maka berpuasalah Anda berdasarkan dari sepuluh hari makan berpuasalah Anda dengan berpatokan pada dugaan Anda itu, berdasarkan firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuatu dengan kesanggupannya" [Al-Baqarah : 286]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu" [At-Taghabun : 16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga :&lt;/strong&gt; Memberi makan kepada seorang miskin untuk setiap hari yang Anda qadha itu, dan itu bisa diberikan seluruhnya kepada satu orang miskin. Jika Anda sendiri seorang yang miskin sehingga tidak dapat memberi makan, maka tidak mengapa Anda tidak melakukan yang ini tetapi tetap bertaubat dan mengqadha puasa. Jika Anda mampu memberi makan, maka jumlah yang harus diberikan adalah setengah sha' makanan pokok, yaitu sekitar satu setengah kilogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;[Majmu'ah Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah, Syaikh Ibnu Baaz, 6/19]&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;MEMPUNYAI UTANG PUASA SELAMA DUA RATUS HARI KARENA KETIDAK TAHUANNYA DAN SEKARANG SEDANG SAKIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Seorang wanita berusia lima puluh tahun tengah menderita diabetes (penyakit gula), sementara puasa baginya adalah suatu hal yang sangat memberatkan karena kondisinya yang seperti itu. Kendati demikian ia tetap berpuasa pada bulan Ramadhan, hanya saja ia tidak tahu bahwa hari-hari haidhnya di bulan Ramadhan harus diqadha, dan jika dihitung masa haidhnya selama beberapa tahun lalu itu, maka ia harus mengqadha puasa selama dua ratus hari, bagaimanakah hukumnya yang dua ratus hari ini, sebab kini ia sedang sakit ? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Apakah Allah mengampuni apa yang telah lalu itu, ataukah ia tetap harus berpuasa dan memberi makan orang yang berpuasa ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;Apakah mesti memberi makan kepada orang yang berpuasa, atau memberi makan kepada sembarang orang miskin ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jika keadaannya seperti yang digambarkan oleh penanya, yaitu puasa akan membahayakan dirinya kerena usianya yang telah lanjut atau karena penyakit yang dideritanya, maka ia harus memberi makan kepada seorang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkannya sebanyak hari tersebut. Begitu juga dengan puasa-puasa yang akan datang jika berpuasa itu menyulitkan baginya dan tidak ada harapan untuk keluar dari kesulitannya itu, yaitu harus memberi makan kepada seorang miskin untuk setiap hari yang ditiinggalkannya. &lt;strong&gt;[Durus wa Fatawa Al-Haram Al-Makki, Ibnu Utsaimin, 3/54] &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663300;"&gt;[Disalin dari buku Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita 1, penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, terbitan Darul Haq, penerjemah Amir Hazmah Fakhruddin]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-112876053345171733?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/112876053345171733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=112876053345171733' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112876053345171733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112876053345171733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/10/hutang-puasa.html' title='Hutang Puasa'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-112876030561172076</id><published>2005-10-08T01:22:00.000-07:00</published><updated>2005-10-08T01:31:46.183-07:00</updated><title type='text'>Puasa Wanita Hamil</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;BAGAIMANA HUKUMNYA WANITA HAMIL DAN MENYUSUI JIKA TIDAK BERPUASA PADA BULAN RAMADHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan &lt;/strong&gt;Apa hukumnya bagi wanita hamil dan menyusui jika ia tidak berpuasa di bulan Ramadhan .?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban &lt;/strong&gt;Tidak boleh bagi wanita hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa pada siang hari Ramadhan kecuali ada udzur (halangan), jika wanita itu tidak berpuasa karena ada suatu udzur, maka wajib bagi kedua wanita itu untuk mengqadha puasanya berdasarkan firman Allah tentang orang sakit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;"Artinya : Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada akhir hari-hari yang lain" [Al-Baqarah : 185]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;Wanita menyusui dan wanita hamil ini bisa disamakan atau diartikan sebagai orang sakit, akan tetapi jika udzur kedua wanita itu karena ada rasa khawatir terhadap bayi atau janin yang dalam perut maka di samping mengqadha puasa, kedua wanita itu diharuskan memberi makan kepada seorang miskin setiap harinya berupa makanan pokok, bisa berupa gandum, beras, korma atau lainnya. S&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;ebagian ulama lainnya berpendapat : Tidak ada kewajiban bagi kedua wanita itu kecuali mengqadha puasa, karena tentang memberi makan orang miskin. tidak ada dalilnya dalam Al-Kitab maupun As-Sunnah, ini adalah madzhab Abu Hanifah dan merupakan pendapat yang kuat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;[Durus wa Fatawa Al-Haram Al-Makki, syaikh Ibnu Utsaimin, 3/66][Disalin dari buku Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita 1, penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, terbitan Darul Haq, penerjemah Amir Hamzah Fakhruddin]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-112876030561172076?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/112876030561172076/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=112876030561172076' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112876030561172076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112876030561172076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/10/puasa-wanita-hamil.html' title='Puasa Wanita Hamil'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-112167843241792179</id><published>2005-07-18T02:14:00.000-07:00</published><updated>2005-07-18T02:20:32.433-07:00</updated><title type='text'>Bekal Surga</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Apakah anda ingin dekat dengan Allah Subhannahu wa Ta'ala? Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, "Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Allah adalah di kala dia sujud, maka perbanyaklah berdoa (di dalamnya).” (HR. Muslim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Apakah anda ingin meraih pahala Berhaji bersama Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam? Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, "Menunaikan umrah di Bulan Ramadhan sebanding dengan haji atau haji bersamaku." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Apakah anda ingin rumah di Surga? Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam  bersabda, "Barangsiapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya di Surga bangunan semisalnya." (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Apakah anda ingin meraih ridha Allah Ta'ala? Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, "Allah meridhai seorang hamba, jika dia makan lalu dia memuji-Nya atas makanan itu dan bila dia meneguk minuman, lalu dia memuji-Nya atas minuman itu," (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Apakah doa anda ingin dikabulkan? Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, "Doa di antara adzan dan iqamah itu tidak ditolak." (HR. Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Apakah anda ingin mendapatkan pahala puasa setahun penuh? Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, "Puasa tiga hari setiap bulan (tanggal 13, 14, 15 bulan hijriah) sama dengan puasa  setahun penuh." (HR. Al-Bukhari &amp; Muslim).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Apakah anda menginginkan kebaikan sebesar gunung? Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, "Barangsiapa menghadiri jenazah hingga menshalatkannya maka dia mendapat satu qirath (dari pahala), dan barangsiapa menghadiri (dan menshalatkannya) hingga jenazah dikuburkan maka dia mendapatkan dua qirath." Dikatakan, “Apakah dua qirath itu?” Beliau berkata, “Seperti dua gunung yang besar." (HR.Al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Apakah anda ingin menemani Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam di Surga? Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, "Saya dan penanggung anak yatim itu di dalam Surga seperti ini." Seraya beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah. (HR. Al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Apakah anda ingin mendapat pahala orang yang berjihad (mujahid) di jalan Allah, orang yang puasa, atau orang yang shalat malam? Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, "Orang yang menyantuni janda dan orang miskin adalah bagaikan mujahid fi sabilillah." Periwayat  hadits mengatakan, “Dan kuat dugaan saya, beliau mengatakan lanjutan hadits tersebut, "Dan bagaikan orang yang shalat malam terus menerus, dan bagaikan orang yang puasa yang tidak pernah berbuka." (HR. Al-Bukhari &amp; Muslim).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Apakah anda ingin dijamin masuk Surga oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam? Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, "Siapa yang mampu menjamin bagi saya apa yang berada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya, maka saya jamin dia masuk Surga." (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Maksudnya mampu menjaga lidah dan kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Apakah anda ingin mendapatkan pahala amalan yang tidak terputus setelah mati? Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, "Bila manusia mati terputuslah amalannya kecuali tiga hal; shadaqah jariyah (wakaf), atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya." (HR Muslim).&lt;br /&gt;Apakah anda ingin perbendaharaan dari Surga? Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, "salah satu perbendaharaan surga adalah (mengucapkan) lahaula wala quwwata illa billah."&lt;br /&gt;Apakah anda ingin mendapat pahala shalat malam dengan sempurna? Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, "Barangsiapa shalat ‘Isya berjama'ah maka seolah dia melakukan shalat setengah malam, dan barangsiapa shalat Shubuh berjama'ah maka seolah dia shalat semalam penuh."(HR Muslim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Maksudnya berjama'ah di masjid bagi laki-laki.&lt;br /&gt;Apakah anda ingin timbangan amal kebaikan anda menjadi lebih berat di hari Akhir? Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda,"Dua kalimat yang dicintai Allah Yang Maha Pengasih dan ringan di lisan serta berat dalam timbangan adalah subahanallahi wabihamdihi, subhanallahil ‘azhim."&lt;br /&gt;Apakah anda ingin rizki melimpah dan usia panjang? Rasulullah  bersabda, "Siapa yang merasa senang bila rizkinya dilapangkan dan usianya dipanjangkan, maka hendaklah dia menyambung silaturrahim.” (HR. Al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Apakah anda ingin Allah senang berjumpa dengan anda? Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, "Siapa yang senang berjumpa dengan Allah, maka Allah senang berjumpa dengannya." (HR. Al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Apakah anda ingin selalu dijaga Allah? Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda," Siapa yang melaksanakan shalat Shubuh, maka dia berada dalam penjagaan Allah." (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Apakah anda ingin semua dosa diampuni? Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, "Barangsiapa mengucapkan subhanallahi wabihamdihi seratus kali sehari, maka dosa-dosanya berguguran, meskipun banyaknya seperti buih lautan." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Apakah anda ingin dijauhkan dari api Neraka? Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, "Barangsiapa puasa satu hari fi sabilillah, maka Allah jauhkan wajahnya dari api Neraka dengan jarak tujuh puluh tahun." (HR. Al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Apakah anda ingin Allah bershalawat kepada anda? Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, "Siapa yang membaca satu kali shalawat kepadaku, maka Allah mengucapkan shalawat atasnya sepuluh kali." (HR. Muslim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;Apakah anda ingin derajat anda ditinggikan? Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, "Dan tidaklah seseorang tawadhu’ (rendah hati) karena Allah, melainkan Allah Subhanahu wa Ta'ala  tinggikan (derajat)nya.”(HR. Muslim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#006600;"&gt;diambil dari Redaksi Al-Sofwa.&lt;br /&gt;Jl. Raya Lenteng Agung Barat, No.35 Jagakarsa, Jakarta - Selatan (12610)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-112167843241792179?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/112167843241792179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=112167843241792179' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112167843241792179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112167843241792179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/07/bekal-surga.html' title='Bekal Surga'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-112143933792215132</id><published>2005-07-15T07:47:00.000-07:00</published><updated>2005-07-15T07:58:17.216-07:00</updated><title type='text'>Hukum menghayal yg haram</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Oleh Syaikh Bin Baz&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;Apakah hukum berfikir untuk melakukan sesuatu yang diharamkan, seperti bila seseorang berfikir untuk mencuri atau berfikir untuk berzina padahal dia mengetahui dari kondisi dirinya tidak akan melakukan hal itu bila kebetulan peluang ke arah itu terbuka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#6600cc;"&gt;Pikiran-pikiran jelek yang timbul pada diri manusia, seperti berfikir untuk berbuat zina, mencuri, meminum sesuatu yang me-mabukkan dan semisalnya sedangkan dia tidak melakukan sesuatu apapun darinya; maka hal ini dimaafkan dan orang tersebut tidak mendapatkan dosa, berdasarkan sabda Rasulullah -shollallaahu'alaihi &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;wasallam-,&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لأُمَّتِيْ مَا حَدَثَتْ يِهِ أَنْفُسُهَا مَا لَمْ يَتَكَلَّمُوْا أَوْ يَعْمَلُوْا بِهِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#6600cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#6600cc;"&gt;Sesungguhnya Allah telah mengganggap lewat (boleh dan tidak tercatat dosa/memaafkan) dari umatku hal-hal yang dibisikkan oleh jiwa mereka selama mereka tidak berbicara tentangnya (membeberkannya) atau melakukannya." [1]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#6600cc;"&gt;Dan sabda beliau yang lain (hadits Qudsi-penj.), &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#6600cc;"&gt;مَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ وَلَمْ يَعْمَلْهَا لَمْ أَكْتُبْهَا عَلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#6600cc;"&gt;Barangsiapa yang berkeinginan untuk melakukan suatu kejahatan sedangkan dia tidak melakukannya, niscaya Aku (Allah) tidak mencatatkan (dosa) atasnya." [2] &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#6600cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#6600cc;"&gt;Di dalam lafazh yang lain disebutkan, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#6600cc;"&gt;اُكْتُبُوْهَا لَهُ حَسَنَةٌ إِنَّمَا تَرَكَهَا مِنْ جَرَّائِي"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#6600cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#6600cc;"&gt;Catatkan baginya satu pahala, sebab dia hanya meninggalkannya (tidak melakukan hal itu-penj.) karena demi Aku." [3] (Hadits ini diriwayatkan secara sepakat oleh Imam Bukhari dan Muslim (Muttafaq 'Alaih) dari hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas -rodhiallaahu'anhu-.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#6600cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#6600cc;"&gt;Makna hadits tersebut adalah barangsiapa yang meninggalkan kejahatan yang ingin sekali dia lakukan demi Allah, maka Allah akan mencatatkan baginya sebagai satu kebaikan; dan jika dia meninggalkannya karena faktor-faktor yang lain, maka tidak akan dicatat sebagai satu kejahatan baginya namun tidak pula dicatat sebagai satu kebaikan. Inilah karunia Allah -subhanahu wata'ala- dan rahmatNya kepada para hambaNya. Segala puji dan rasa syukur hanya untukNya, tiada Tuhan dan Rabb –yang haq untuk disembah– selainNya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#6600cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#6600cc;"&gt;Footnote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#6600cc;"&gt;[1] Muttafaq 'Alaih; Shahih al-Bukhari, kitab ath-Thalaq (5269); Shahih Muslim, kitab al-Iman (127).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#6600cc;"&gt;[2] Shahih Muslim, kitab al-Iman (128).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#6600cc;"&gt;[3] Shahih Muslim, kitab al-Iman (129) dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#6600cc;"&gt;Maraji: Kumpulan Fatwa-Fatwa dan Beragam Artikel, juz V, hal. 424 dari &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.fatwa-ulama.com/moreulama.php?ID=10" target="blank"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#6600cc;"&gt;Syaikh Bin Baz.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#6600cc;"&gt;Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, penerbit Darul Haq.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-112143933792215132?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/112143933792215132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=112143933792215132' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112143933792215132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112143933792215132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/07/hukum-menghayal-yg-haram.html' title='Hukum menghayal yg haram'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-112131356427246845</id><published>2005-07-13T20:16:00.000-07:00</published><updated>2005-07-16T01:37:14.163-07:00</updated><title type='text'>Ada dan Tiada...</title><content type='html'>yaaa Adeq...&lt;br /&gt;beberapa hari saja cukup bagiku mengenalmu&lt;br /&gt;menyakinkan bahwa kau layak untuk dipilih&lt;br /&gt;sebulan  masa penggenapan dien pun berjalan&lt;br /&gt;tapi maafkan aku karena tak tahu arti cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingat tidak hari itu...akad kita?&lt;br /&gt;empat bulan lalu..&lt;br /&gt;hari pertama kau bersinar&lt;br /&gt;wajah dan keluargamu begitu asing&lt;br /&gt;kucoba semaniez mungkin dihadapan semua&lt;br /&gt;tapi tak bisa bohongi hati...&lt;br /&gt;senyum pun terasa hambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahu-kah kau...&lt;br /&gt;hati ku bergejolak meronta&lt;br /&gt;bagaimana bisa seruangan dengan orang yg baru kukenal&lt;br /&gt;kutatap wajahmu...&lt;br /&gt;seolah menyangkal semua ini terjadi..&lt;br /&gt;dan berulang kali kutatap lagi wajahmu&lt;br /&gt;masih tetap tak kukenal...&lt;br /&gt;akhirnya ku coba pejamkan mata&lt;br /&gt;mungkin esok kau kan sirna....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hati ini menyakini semua akan berubah&lt;br /&gt;karena orang yg kunantikan telah datang..&lt;br /&gt;pengembaraanku di atas dalil telah sampai...&lt;br /&gt;kaulah orang-nya...&lt;br /&gt;kaulah pintu berkah Allah untukku&lt;br /&gt;karena itu kucoba memulai hari dengan harap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini kau dapat melihat senyumku ^_^&lt;br /&gt;kau sudah bukan orang asing&lt;br /&gt;kaulah bintang yg terpilih...&lt;br /&gt;walau ku tak tahu apa itu cinta&lt;br /&gt;apa ia sudah hadir diantara kita ..&lt;br /&gt;ku tidak tahu.. janganlah kau tanya itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adeqq...&lt;br /&gt;yang aku tahuu....&lt;br /&gt;aku ingin selalu menjagamu..&lt;br /&gt;dan tidak ingin jauh darimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maafkan mas-mu&lt;br /&gt;jika ada goresan tinta yg menggores hatimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-112131356427246845?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/112131356427246845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=112131356427246845' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112131356427246845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/112131356427246845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/07/ada-dan-tiada.html' title='Ada dan Tiada...'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-111949573893173723</id><published>2005-06-22T18:49:00.001-07:00</published><updated>2005-06-22T20:02:18.940-07:00</updated><title type='text'>Jangan terperdaya...</title><content type='html'>Dear friend,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kali dalam khutbah Jum'at di awal bulan Juni 2005 ini nebula mendapatkan pemikiran2 yg perlu di kaji. Penting bagi nebula menjelaskan ini, daripada nanti di akherat di skak malaikat :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;Pertama, khutbah di Baitul Ihsan Masjid Bank Indonesia. Saat itu Khotib menekankan pentingnya mengutamakan dosa sosial di atas dosa spiritual. Dengan hujjah bahwa dosa sosial tidak akan terampuni sedangkan dosa spiritual akan terampuni. Berdalil pada hadist2 yg belum jelas takrij-nya serta Al-Qur'an yg disalah artikan. Adapun dosa sosial misalnya seperti zhalim kepada orang lain, korupsi, berbohong dan berkhianat pada orang lain, tidak bergaul. Sedangkan dosa spiritual yg khotib maksud misalnya sholat, puasa, syirik, dan zakat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;Khotib berhujjah pada Al Qur'an dimana fir'aun diperbolehkan Allah berbuat syirik dengan mengatakan dirinya Tuhan dan tidak ada yg berhak disembah kecuali fir'aun. Syirik tidak menyebabkan dirinya di murkai Allah tapi fir'aun di azhab karena ia zhalim kepada penduduknya. Demikian khotib katakan.&lt;br /&gt;Kemudian berdalil pada hadist yg menceritakan tentang seorang ahli ibadah yg sepanjang hidupnya beribadah di kuil, lalu suatu hari ia keluar dari kuil-nya dan melakukan zinah. Kemudian ia beramal dengan memberi roti miliknya pada orang miskin yg lewat.  Di ceritakan sang ahli ibadah di masukkan ke neraka karena timbangan ibadah sepanjang hidupnya dibanding zinah sesaat lebih berat zinah. Lalu dimasukkan di surga karena sepotong kue tersebut jauh lebih tinggi mengimbangi dosa zinah. Dan disimpulkan ibadah pada Allah sepanjang hidupnya tidak ada apa2nya dibanding ibadah memberi roti. Diceritakan tanpa sanad yg jelas dan tidak diberi takrij oleh khotib.&lt;br /&gt;Dilain cerita khotib mengatakan bahwa seseorang yg disibukkan oleh urusan dunia di perbolehkan untuk melalaikan sholat-nya. Apakah itu ia lupa sholat, sengaja tidak sholat, selalu terburu2 sholat-nya, atau ia tidak faham ilmu sholat. Tapi ia tidak dibenarkan melalaikan tugas kantor atau tidak bergaul di kantor atau lingkungan rumah karena dosa itu tidak terampuni.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Al Jawab :&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;Ini adalah perkataan yg bathil&lt;/strong&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Hal ini sungguh menyalahi Al Qur'an dan Shunnah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Tidak sholat akan menyebabkan kafir :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;“Artinya : Sesungguhnya (pembatas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat” [Dikeluarkan oleh Muslim dalam kitab Shahihnya, kitab Al-Iman (82)]“  &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;ulasan singkatnya di : &lt;/span&gt;&lt;a href="http://ko2h.blogspot.com/2005/02/tidak-shalat.html"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;http://ko2h.blogspot.com/2005/02/tidak-shalat.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Sedangkan dosa syirik apalagi menyatakan dirinya Tuhan jelas tidak terampuni. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;"Artinya : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni dosa-dosa selainnya bagi siapa yang dikehendakinya ..." [An-Nisaa : 48]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;bahkan menghina Allah saja dikatakan kafir : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Firman Allah, "Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, 'Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.' Katakanlah, 'Apakah dengan Allah ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.'" (at-Taubah : 65-66)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;jadi jelas dosa spiritual jauh lebih berat dan tidak terampuni. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;penting disampaikan karena ini merupakan pendangkalan aqidah dan pembodohan besar2an bagi umat Islam. Kita diperintahkan janganlah mempersekutukan Allah dan tidak ada ketaatan dalam bermaksiat pada Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kedua, khutbah 14 Juni 2005 di Masjid Menteng samping Pasca Sarjana Mercubuana.&lt;br /&gt;Khotib menasehati untuk tidak mengikuti ajaran sholat berbahasa Indonesia&lt;br /&gt;Al Jawab :&lt;br /&gt;Shahih!!!... haram sholat berbahasa Indonesia.&lt;br /&gt;kemudian khotib, mengatakan trend wanita sebagai Imam itu akan diperbolehkan di masa datang. Sebagai contoh Aminah Wahdud, seorang Professor yang mengimami sholat jum'at bagi laki2. Dimana Makmum saat itu boleh diselang seling laki2 dan perempuan. Sang khotib mengingatkan jika sampai saatnya nanti dimana akan banyak wanita cerdas maka hal itu akan dimungkinkan dan di syahkan agama seperti halnya presiden wanita.&lt;br /&gt;Al Jawab :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ini perkataan yang bathil.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;jelas mungkar dan tidak ada ilmu didalam-nya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin dizaman sebelum ini tidak ada wanita muslimah yang pandai dalam agama ? sehingga baru sampai hingga zaman Aminah Wahdud, dan zaman didepan nanti ?&lt;br /&gt;Sesungguhnya sebaik2nya generasi adalah generasi sahabat, kemudian generasi sesudahnya, dan sesudahnya. Jadi justru pemahaman terbaik adalah dimasa para sahabat. Apakah ada contoh dari para sahabat seperti itu ? bagaimana khotib menjelaskan bahwa Aisyah ra. telah membawakan ribuan hadist bahkan mungkin ratusan ribu hadist shahih, bahkan di juluki ibu-nya ulama. Apakah pernah satukali pun Aisyah ra. mengimami sholat jum'at ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, sesungguhnya tidak ada kewajiban atas wanita sholat berjamaah atau sholat jum'at. Apalagi kaifah tata pelaksanaan-nya jauh menyimpang, terjadi ikhtilat dan berpakaian tidak sesuai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-111949573893173723?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/111949573893173723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=111949573893173723' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/111949573893173723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/111949573893173723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/06/jangan-terperdaya.html' title='Jangan terperdaya...'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-111949572632838411</id><published>2005-06-22T18:49:00.000-07:00</published><updated>2005-06-22T20:02:06.383-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Dear friend,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kali dalam khutbah Jum'at di awal bulan Juni 2005 ini nebula mendapatkan pemikiran2 yg perlu di kaji. Penting bagi nebula menjelaskan ini, daripada nanti di akherat di skak malaikat :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;Pertama, khutbah di Baitul Ihsan Masjid Bank Indonesia. Saat itu Khotib menekankan pentingnya mengutamakan dosa sosial di atas dosa spiritual. Dengan hujjah bahwa dosa sosial tidak akan terampuni sedangkan dosa spiritual akan terampuni. Berdalil pada hadist2 yg belum jelas takrij-nya serta Al-Qur'an yg disalah artikan. Adapun dosa sosial misalnya seperti zhalim kepada orang lain, korupsi, berbohong dan berkhianat pada orang lain, tidak bergaul. Sedangkan dosa spiritual yg khotib maksud misalnya sholat, puasa, syirik, dan zakat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;Khotib berhujjah pada Al Qur'an dimana fir'aun diperbolehkan Allah berbuat syirik dengan mengatakan dirinya Tuhan dan tidak ada yg berhak disembah kecuali fir'aun. Syirik tidak menyebabkan dirinya di murkai Allah tapi fir'aun di azhab karena ia zhalim kepada penduduknya. Demikian khotib katakan.&lt;br /&gt;Kemudian berdalil pada hadist yg menceritakan tentang seorang ahli ibadah yg sepanjang hidupnya beribadah di kuil, lalu suatu hari ia keluar dari kuil-nya dan melakukan zinah. Kemudian ia beramal dengan memberi roti miliknya pada orang miskin yg lewat.  Di ceritakan sang ahli ibadah di masukkan ke neraka karena timbangan ibadah sepanjang hidupnya dibanding zinah sesaat lebih berat zinah. Lalu dimasukkan di surga karena sepotong kue tersebut jauh lebih tinggi mengimbangi dosa zinah. Dan disimpulkan ibadah pada Allah sepanjang hidupnya tidak ada apa2nya dibanding ibadah memberi roti. Diceritakan tanpa sanad yg jelas dan tidak diberi takrij oleh khotib.&lt;br /&gt;Dilain cerita khotib mengatakan bahwa seseorang yg disibukkan oleh urusan dunia di perbolehkan untuk melalaikan sholat-nya. Apakah itu ia lupa sholat, sengaja tidak sholat, selalu terburu2 sholat-nya, atau ia tidak faham ilmu sholat. Tapi ia tidak dibenarkan melalaikan tugas kantor atau tidak bergaul di kantor atau lingkungan rumah karena dosa itu tidak terampuni.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Al Jawab :&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;Ini adalah perkataan yg bathil&lt;/strong&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Hal ini sungguh menyalahi Al Qur'an dan Shunnah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Tidak sholat akan menyebabkan kafir :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;“Artinya : Sesungguhnya (pembatas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat” [Dikeluarkan oleh Muslim dalam kitab Shahihnya, kitab Al-Iman (82)]“  &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;ulasan singkatnya di : &lt;/span&gt;&lt;a href="http://ko2h.blogspot.com/2005/02/tidak-shalat.html"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;http://ko2h.blogspot.com/2005/02/tidak-shalat.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Sedangkan dosa syirik apalagi menyatakan dirinya Tuhan jelas tidak terampuni. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;"Artinya : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni dosa-dosa selainnya bagi siapa yang dikehendakinya ..." [An-Nisaa : 48]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;bahkan menghina Allah saja dikatakan kafir : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Firman Allah, "Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, 'Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.' Katakanlah, 'Apakah dengan Allah ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.'" (at-Taubah : 65-66)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;jadi jelas dosa spiritual jauh lebih berat dan tidak terampuni. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;penting disampaikan karena ini merupakan pendangkalan aqidah dan pembodohan besar2an bagi umat Islam. Kita diperintahkan janganlah mempersekutukan Allah dan tidak ada ketaatan dalam bermaksiat pada Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;kedua, khutbah 14 Juni 2005 di Masjid Menteng samping Pasca Sarjana Mercubuana.&lt;br /&gt;Khotib menasehati untuk tidak mengikuti ajaran sholat berbahasa Indonesia&lt;br /&gt;Al Jawab :&lt;br /&gt;Shahih!!!... haram sholat berbahasa Indonesia.&lt;br /&gt;kemudian khotib, mengatakan trend wanita sebagai Imam itu akan diperbolehkan di masa datang. Sebagai contoh Aminah Wahdud, seorang Professor yang mengimami sholat jum'at bagi laki2. Dimana Makmum saat itu boleh diselang seling laki2 dan perempuan. Sang khotib mengingatkan jika sampai saatnya nanti dimana akan banyak wanita cerdas maka hal itu akan dimungkinkan dan di syahkan agama seperti halnya presiden wanita.&lt;br /&gt;Al Jawab :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ini perkataan yang bathil.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;jelas mungkar dan tidak ada ilmu didalam-nya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin dizaman sebelum ini tidak ada wanita muslimah yang pandai dalam agama ? sehingga baru sampai hingga zaman Aminah Wahdud, dan zaman didepan nanti ?&lt;br /&gt;Sesungguhnya sebaik2nya generasi adalah generasi sahabat, kemudian generasi sesudahnya, dan sesudahnya. Jadi justru pemahaman terbaik adalah dimasa para sahabat. Apakah ada contoh dari para sahabat seperti itu ? bagaimana khotib menjelaskan bahwa Aisyah ra. telah membawakan ribuan hadist bahkan mungkin ratusan ribu hadist shahih, bahkan di juluki ibu-nya ulama. Apakah pernah satukali pun Aisyah ra. mengimami sholat jum'at ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, sesungguhnya tidak ada kewajiban atas wanita sholat berjamaah atau sholat jum'at. Apalagi kaifah tata pelaksanaan-nya jauh menyimpang, terjadi ikhtilat dan berpakaian tidak sesuai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-111949572632838411?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/111949572632838411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=111949572632838411' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/111949572632838411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/111949572632838411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/06/dear-friend-dua-kali-dalam-khutbah.html' title=''/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-111882833959683332</id><published>2005-06-15T02:19:00.000-07:00</published><updated>2005-09-16T04:56:35.563-07:00</updated><title type='text'>Fadhilah Surat Yasin</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Banyak pertanyaan mengenai Fadhilah surat Yasin yang umum di amalkan masyarakat awam. Oleh karena itu pada kesempatan ini coba sajikan Derajat Hadits Fadhilah Surat Yasin yang dijelaskan oleh Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Adapun dalil2 Fadhilah Surat Yasin telah tersebar luas dan banyak digunakan baik oleh da'i2 maupuan masyarakat awam. Namun tidak banyak penjelasan/takhrij hadist tersebut dari ulama ahli hadist atau bahkan tidak jelas asal usul-nya. Berikut ulasan singkat yg semoga bisa membuka pengetahuan kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;MUQADDIMAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan kaum muslimin membiasakan membaca surat Yasin, baik pada malam Jum'at (hari Jum'at menjelang khatib naik mimbar, tambahan-peny), ketika mengawali atau menutup majlis ta'lim, ketika ada atau setelah kematian dan pada acara-acara lain yang mereka anggap penting.&lt;br /&gt;Saking seringnya surat Yasin dijadikan bacaan di berbagai pertemuan dan kesempatan, sehingga mengesankan, Al-Qur'an itu hanyalah berisi surat Yasin saja. Dan kebanyakan orang membacanya memang karena tergiur oleh fadhilah atau keutamaan surat Yasin dari hadits-hadits yang banyak mereka dengar, atau menurut keterangan dari guru mereka.&lt;br /&gt;Al-Qur'an yang di wahyukan Allah adalah terdiri dari 30 juz. Semua surat dari Al-Fatihah sampai An-Nas, jelas memiliki keutamaan yang setiap umat Islam wajib mengamalkannya. Oleh karena itu sangat dianjurkan agar umat Islam senantiasa membaca Al-Qur'an. Dan kalau sanggup hendaknya menghatamkan Al-Qur'an setiap pekan sekali, atau sepuluh hari sekali, atau dua puluh hari sekali atau khatam setiap bulan sekali. (Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan lainnya).&lt;br /&gt;Sebelum melanjutkan pembahasan, yang perlu dicamkan dan diingat dari tulisan ini, adalah dengan membahas masalah ini bukan berarti penulis melarang atau mengharamkan membaca surat Yasin.&lt;br /&gt;Sebagaimana surat-surat Al-Qur'an yang lain, surat Yasin juga harus kita baca. Akan tetapi di sini penulis hanya ingin menjelaskan kesalahan mereka yang menyandarkan tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Selain itu, untuk menegaskan bahwa tidak ada tauladan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam membaca surat Yasin setiap malam Jum'at, setiap memulai atau menutup majlis ilmu, ketika dan setelah kematian dan lain-lain.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan keterangan berikut ini tidak membuat patah semangat, tetapi malah memotivasi untuk membaca dan menghafalkan seluruh isi Al-Qur'an serta mengamalkannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;KELEMAHAN HADITS-HADITS TENTANG FADHILAH SURAT YASIN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan umat Islam membaca surat Yasin karena -sebagaimana dikemukakan di atas- fadhilah dan ganjaran yang disediakan bagi orang yang membacanya. Tetapi, setelah penulis melakukan kajian dan penelitian tentang hadits-hadits yang menerangkan fadhilah surat Yasin, penulis dapati Semuanya Adalah Lemah.&lt;br /&gt;Perlu ditegaskan di sini, jika telah tegak hujjah dan dalil maka kita tidak boleh berdusta atas nama Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam sebab ancamannya adalah Neraka. (Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad dan lainnya). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;HADITS DHA'IF DAN MAUDHU'&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Adapun hadits-hadits yang semuanya dha'if (lemah) dan atau maudhu' (palsu) yang dijadikan dasar tentang fadhilah surat Yasin diantaranya adalah sebagai berikut : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;"Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan siapa yang membaca surat Ad-Dukhan pada malam Jum'at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya." (Ibnul Jauzi, Al-Maudhu'at, 1/247).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keterangan : &lt;strong&gt;Hadits ini Palsu. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Jauzi mengatakan, hadits ini dari semua jalannya adalah batil, tidak ada asalnya. Imam Daruquthni berkata, "Muhammad bin Zakaria yang ada dalam sanad hadits ini adalah tukang memalsukan hadits." (Periksa Al-Maudhu'at, Ibnul Jauzi, I/246-247, Mizanul I'tidal III/549, Lisanul Mizan V/168, Al-Fawaidul Majmua'ah hal. 268 No. 944). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;2. "Siapa yang membaca surat Yasin pada malam hari karena mencari keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya." &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keterangan : &lt;strong&gt;Hadits ini Lemah&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya Mu'jamul Ausath dan As-Shaghir dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi Aghlab bin Tamim. Kata Imam Bukhari, "ia munkarul hadits." Kata Ibnu Ma'in, "ia tidak ada apa-apanya (tidak kuat)." (Periksa Mizanul I'tidal I:273-274 dan Lisanul Mizan I : 464-465). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;3. "Siapa yang terus menerus membaca surat Yasin pada setiap malam, kemudian ia mati maka ia mati syahid." &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keterangan : &lt;strong&gt;Hadits ini Palsu&lt;/strong&gt;. Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu'jam Shaghir dari Anas, tetapi dalam sanadnya ada Sa'id bin Musa Al-Azdy, ia seorang pendusta dan dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits. (Periksa Tuhfatudz Dzakirin, hal. 340, Mizanul I'tidal II : 159-160, Lisanul Mizan III : 44-45).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;4. "Siapa yang membaca surat Yasin pada permulaan siang (pagi hari) maka akan diluluskan semua hajatnya."&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Keterangan : &lt;strong&gt;Hadits ini Lemah&lt;/strong&gt;. Ia diriwayatkan oleh Ad-Darimi dari jalur Al-Walid bin Syuja'. Atha' bin Abi Rabah, pembawa hadits ini tidak pernah bertemu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebab ia lahir sekitar tahun 24H dan wafat tahun 114H. (Periksa Sunan Ad-Darimi 2:457, Misykatul Mashabih, takhrij No. 2177, Mizanul I'tidal III:70 dan Taqribut Tahdzib II:22).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;5. "Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur'an dua kali." (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu'abul Iman). &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keterangan : &lt;strong&gt;Hadits ini Palsu&lt;/strong&gt;. (Lihat Dha'if Jamiush Shaghir, No. 5801 oleh Syaikh Al-Albani)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;6. "Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur'an sepuluh kali." (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu'abul Iman).&lt;/strong&gt; Keterangan :&lt;strong&gt; Hadits ini Palsu&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;7. "Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Al-Qur'an itu ialah surat Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur'an sepuluh kali."&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Keterangan : &lt;strong&gt;Hadits ini Palsu&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (No. 3048) dan Ad-Darimi 2:456. Di dalamnya terdapat Muqatil bin Sulaiman. Ayah Ibnu Abi Hatim berkata, "Aku mendapati hadits ini di awal kitab yang di susun oleh Muqatil bin Sulaiman. Dan ini adalah hadits batil, tidak ada asalnya." (Periksa Silsilah Hadits Dha'if No. 169, hal. 202-203) Imam Waqi' berkata, "Ia adalah tukang dusta." Kata Imam Nasa'I, "Muqatil bin Sulaiman sering dusta." (Periksa Mizanul I'tidal IV:173). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;8. "Siapa yang membaca surat Yasin di pagi hari maka akan dimudahkan (untuknya) urusan hari itu sampai sore. Dan siapa yang membacanya di awal malam (sore hari) maka akan dimudahkan urusannya malam itu sampai pagi." &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keterangan : &lt;strong&gt;Hadits ini Lemah&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan Ad-Darimi 2:457 dari jalur Amr bin Zararah. Dalam sanad hadits ini terdapat Syahr bin Hausyab. Kata Ibnu Hajar, "Ia banyak memursalkan hadits dan banyak keliru." (Periksa Taqrib I:355, Mizanul I'tidal II:283). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;9. "Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang akan mati di antara kamu."&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keterangan : &lt;strong&gt;Hadits ini Lemah&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Diantara yang meriwayatkan hadits ini adalah Ibnu Abi Syaibah (4:74 cet. India), Abu Daud No. 3121. Hadits ini lemah karena Abu Utsman, di antara perawi hadits ini adalah seorang yang majhul (tidak diketahui), demikian pula dengan ayahnya. Hadits ini juga mudtharib (goncang sanadnya/tidak jelas). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;10. "Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di sisinya (maksudnya sedang naza') melainkan Allah akan memudahkan (kematian itu) atasnya."&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Keterangan : &lt;strong&gt;Hadits ini Palsu&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam kitab Akhbaru Ashbahan I :188. Dalam sanad hadits ini terdapat Marwan bin Salim Al Jazari. Imam Ahmad dan Nasa'i berkata, ia tidak bisa dipercaya. Imam Bukhari, Muslim dan Abu Hatim berkata, "ia munkarul hadits." Kata Abu 'Arubah Al Harrani, "ia sering memalsukan hadits." (Periksa Mizanul I'tidal IV : 90-91).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata, "Semua hadits yang mengatakan, barangsiapa membaca surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu SEMUA &lt;strong&gt;HADITS TENTANG ITU ADALAH PALSU&lt;/strong&gt;. Sesungguhnya orang-orang yang memalsukan hadits-hadits itu telah mengakuinya sendiri. Mereka berkata, 'tujuan kami membuat hadits-hadits palsu adalah agar manusia sibuk dengan (membaca surat-surat tertentu dari Al-Qur'an) dan menjauhkan mereka dari isi Al-Qur'an yang lain, juga kitab-kitab selain Al-Qur'an." (Periksa Al-Manarul Munffish Shahih Wadh-Dha'if, hal. 113-115).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;KHATIMAH &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian jelaslah bahwa hadit-hadits tentang fadhilah dan keutamaan surat Yasin, semuanya LEMAH dan PALSU. Oleh karena itu, hadits-hadits tersebut tidak dapat dijadikan hujjah untuk menyatakan keutamaan surat ini dan surat-surat yang lain, dan tidak bisa pula untuk menetapkan ganjaran atau penghapusan dosa bagi mereka yang membaca surat ini. Memang ada hadits-hadits shahih tentang keutamaan surat Al-Qur'an selain surat Yasin, tetapi tidak menyebut soal pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-111882833959683332?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/111882833959683332/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=111882833959683332' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/111882833959683332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/111882833959683332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/06/fadhilah-surat-yasin.html' title='Fadhilah Surat Yasin'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-111882574794499230</id><published>2005-06-15T01:36:00.000-07:00</published><updated>2005-06-15T02:09:06.593-07:00</updated><title type='text'>Sinar Kuning Pagi Hari</title><content type='html'>mentari&lt;br /&gt;tiap pagi kulewat fly-over itu&lt;br /&gt;tinggi nian&lt;br /&gt;hingga kulihat sinarmu&lt;br /&gt;kuning bercahaya&lt;br /&gt;indah sekali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuyakin dari belahan manapun&lt;br /&gt;mentari kan tetap mentari&lt;br /&gt;tiada pernah bosan dipandang&lt;br /&gt;walau hanya beberapa detik&lt;br /&gt;selalu membuatku tertegun&lt;br /&gt;bangkit memberi tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mentari .....&lt;br /&gt;akhirnya waktu mengajakmu&lt;br /&gt;pulang dalam aturan Illahi&lt;br /&gt;malam menyelimuti&lt;br /&gt;melupakan hati ini&lt;br /&gt;sepi dan hening&lt;br /&gt;tak tahu harus berkata apa&lt;br /&gt;hanya terpejam dalam do'a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb.....&lt;br /&gt;ku ingin mentari terbit selalu&lt;br /&gt;menyinari wajah dan hati ini&lt;br /&gt;buat ia tenang dalam orbit-nya&lt;br /&gt;mulia dalam dunianya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Rabb&lt;br /&gt;aku pesan mentari itu&lt;br /&gt;untuk sinar abadiku&lt;br /&gt;di surgaMu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-111882574794499230?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/111882574794499230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=111882574794499230' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/111882574794499230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/111882574794499230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/06/sinar-kuning-pagi-hari.html' title='Sinar Kuning Pagi Hari'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-111589183763890183</id><published>2005-05-12T02:40:00.000-07:00</published><updated>2005-05-12T02:57:17.676-07:00</updated><title type='text'>Tali Lengan</title><content type='html'>Yaaa Syira....&lt;br /&gt;janganlah kau sedih karena ujianku&lt;br /&gt;membuat cahayamu redup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaaa Syira&lt;br /&gt;ku tahu benakmu&lt;br /&gt;tali kita begitu berat&lt;br /&gt;teruslah berbaik sangka&lt;br /&gt;lenganmu kuat&lt;br /&gt;dan hatimu lapang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Syiraaa.....&lt;br /&gt;ku tak layak dapat titik air matamu&lt;br /&gt;simpanlah untuk akheratmu&lt;br /&gt;jalan syurga masih panjang&lt;br /&gt;bila letik-dahaga&lt;br /&gt;lihatlah dibelakangmu&lt;br /&gt;aku lah bayangan itu&lt;br /&gt;selalu di cc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Syiraaaaa....&lt;br /&gt;dalam sujudku ada doa&lt;br /&gt;gerak telunjuk ini pun tidak mau kalah&lt;br /&gt;berharap berkah Allah&lt;br /&gt;mengumpulkan kita bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-111589183763890183?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/111589183763890183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=111589183763890183' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/111589183763890183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/111589183763890183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/05/tali-lengan.html' title='Tali Lengan'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-111232357480335820</id><published>2005-03-31T18:35:00.000-08:00</published><updated>2005-03-31T19:02:15.833-08:00</updated><title type='text'>Sutrah dalam Sholat</title><content type='html'>&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt; Dari Ibnu `Umar radliallahu `anhu ia berkata: &lt;strong&gt;Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kamu shalat kecuali menghadap sutrah (batas tempat sholat) dan jangan biarkan seorang pun lewat di depanmu, jika ia enggan maka perangilah karena bersamanya ada qarin (teman)." (HR. Muslim dalam As-Shahih no. 260, Ibnu Khuzaimah dalam As-Shahih 800, Al- Hakim dalam Al-Mustadrak 1/251 dan Baihaqi dalam As-Sunan Al- Kubra 2/268) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2&lt;/strong&gt;. Dari Abu Said Al-Khudri radliallahu `anhu ia berkata: &lt;strong&gt;"Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: "Jika shalat salah seorang diantara kalian, hendaklah shalat menghadap sutrah dan hendaklah mendekat padanya dan jangan biarkan seorangpun lewat antara dia dengan sutrah. Jika ada seseorang lewat (didepannya) maka perangilah karena dia adalah syaitan." (HR. Ibnu Abi yaibah dalam Al-Mushannaf 1/279, Abu Dawud dalam As-Sunan 297, Ibnu Majah dalam As-Sunan no. 954, Ibnu Hibban dalam As-Shahih 4/48, 49-Al-Ihsan, dan Al-Baihaqi dalam As-Sunanul Kubra 2/267, sanadnya hasan)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt;Di dalam riwayat lain (yang artinya): &lt;strong&gt;"(Karena) sesungguhnya setan lewat antara dia dengan sutrah."&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengomentari hadits Abu Said di atas As-Syaukani berkata: "Padanya (menunjukkan) bahwa memasang sutrah itu adalah wajib." (Nailul Authar 3/2). Beliau juga berkata: "Dan kebanyakan hadits- hadits (dalam masalah ini) mengandung perintah dengannya dan dhahir perintah (menunjukkan) wajib. Jika dijumpai sesuatu yang memalingkan perintah-perintah ini dari wajib ke mandub maka itulah hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.&lt;/strong&gt; Dan tidak tepat dijadikan pemaling (pengubah hukum) sabda shallallahu `alaihi wa sallam (yang artinya): &lt;strong&gt;"Sesungguhnya tidak memudharatkan apapun yang lewat di depannya karena menghindarnya orang shalat dari perkara yang memudharatkan shalatnya dan menghindari hilangnya sebagian pahalanya adalah wajib atasnya." (As-Sailul Jarar 1/176) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di antara perkara yang menguatkan wajibnya: Sesungguhnya sutrah merupakan sebab syari yang menyebabkan tidak sahnya shalat karena lewatnya wanita baligh, keledai dan anjing hitam sebagaimana telah sah yang demikian itu dalam hadits yang menyatakan larangan orang lewat di depan orang shalat, dan hukum-hukum lainnya yang berkaitan dengan sutrah. (Tamamul Minnah hal. 300)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5&lt;/strong&gt;. Qurrah bin Iyas berkata: "&lt;strong&gt;Umar melihatku sedangkan aku (ketika itu) shalat di antara dua tiang. Maka dia memegang tengkukku dan mendekatkan aku ke sutrah seraya berkata: Shalatlah menghadap kepadanya." (HR. Al-Bukhari dalam Shahihnya 1/577 [lihat pula Al-Fath] &lt;/strong&gt;secara muallaq 3 dengan lafadz jazm (pasti datang dari Rasulullah, pent) dan disambungkan [sanadnya] oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam Al-Mushannaf 2/370)&lt;br /&gt;Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: "Umar memaksudkan perbuatannya itu agar shalat (Qurrah bin Iyas) menghadap sutrah." (Fathul Bari 1/577)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6&lt;/strong&gt;. Dari Nafi,ia berkata :&lt;strong&gt;"Bahwa Ibnu Umar jika tidak mendapati tempat yang menghadap tiang dari tiang-tiang Masjid, lalu ia berkata padaku :"Palingkan kepadaku punggungmu (untuk dijadikan sutroh,pent).(Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 1/279 dengan sanad shahih).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7.&lt;/strong&gt; (Dalam suatu riwayat) bahwa Salamah bin Al-Akhwa meletakkan batu di tanah.Jika dia mau mengejakan Sholat ,dia menghadap kepadanya.(Ibnu Syaibah di dalam Al-Mushannaf 1/278)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8&lt;/strong&gt;. Dari Ibnu Abbas r.a. &lt;strong&gt;"Aku memasang tongkat di depan Rosulullah SAW ketika di Arafah.Beliau sholat menghadapnya dan keledai lewat dibelakang tongkat."(Ahmad dalam Al-Musnad 1/243,Ibnu Khuzaimah dalah As-Shahih 840,Thabari dalam Al-Mujamul Kabir 11/243 dan sanad dari Imam Ahmad:hasan)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG JARAK KITA DENGAN SUTROH&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9.&lt;/strong&gt; Diriwayatkan bahwa :&lt;strong&gt;"Rasulullah SAW berdiri di dekat tabir.Jarak antara beliau dengan tabir itu ada 3 hasta (HR.Bukhari dan Ahmad)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10&lt;/strong&gt;. &lt;strong&gt;Diantara tempat sujud beliau dengan dinding ada tempat berlalu kambing (H.R Bukhari dan Muslim) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;11.&lt;/strong&gt; Beliau bersabda :&lt;strong&gt;"Apabila salah seorang di antara kamu sholat menghadap tabir, maka hendaklah ia mendekatkan dirinya kepada tabir itu, sehingga setan tidak memutuskan dia dari sholatnya ". (Abu Daud Al-Bazzar (p.54 Az-Zawaid),Al-Hakim dan dishahihkan olehnya,dan disepakati oleh Adz-Dzahabi dan An-Nawawi)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;BENDA-BENDA YANG BISA DIJADIKAN SUTROH&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;12. Dan kadangkala beliau menjadikan kendaraannya sebagai tabir,lalu sholat dengan menghadap kendaraannya itu. (H.R Bukhari dan Ahmad) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;13&lt;/strong&gt;. Hal ini berbeda dengan sholat di tempat berbaring unta .Karena beliau telah melarangnya (Muslim dan Ibnu Khuzaimah (92/2) dan Ahmad&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;14.&lt;/strong&gt; Kadangkala :"&lt;strong&gt;Beliau membawa semacam pelana ,lalu meluruskannya ,kemudian beliau sholat dengan menghadap kepada ujung pelana itu (H.R Bukhari dan Ahmad)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;15&lt;/strong&gt;. Rasulullah SAW bersabda : &lt;strong&gt;"Apabila salah seorang diantara kamu meletakkan semacam ujung pelana di hadapannya,maka hendaklah ia shalat dengan tidak menghiraukan orang yang berlalu di belakangnya(ujung pelana itu)" (H.R Mulim dan Abu Daud) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;16&lt;/strong&gt;. Diriwayatkan bahwa : &lt;strong&gt;"Sesekali beliau shalat dengan menghadap ke sebuah pohon.(H.R NasaI dan Ahmad dengan sanad yang shahih).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;17. "Kadangkala beliau shalat dengan menghadap ke tempat tidur,sedangkan Aisyah r.a berbaring di atasnya -dibawah beludrunya- (Al Bukhari,Muslim,dan Abu Yala(3/1107 -Mushawwaratu l-Maktab) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;18&lt;/strong&gt;. Rasulullah SAW tidak pernah membiarkan sesuatu berlalu diantara dirinya dengan tabir. Dan pernah : &lt;strong&gt;"Beliau shalat,tiba-tiba datanglah seekor kambing berlari di hadapannya,lalu beliau berlomba dengannya hingga beliau menempelkan perutnya ke tabir -dan berlalulah kambing itu di belakang beliau-" (Ibnu Khuzaimah di dalam ash-Shahih (1/95/1),Ath-Thabrani(3/104/3),Al-Hakim dan dishahihkan olehnya,dan disepakati oleh Adz-Dzahabi.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERINGATAN KERAS BAGI YANG MELANGGAR SUTROH ORANG YANG SHOLAT&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;19. :"Sekiranya orang yang berlalu di hadapan orang yang shalat itu mengetahui apa yang akan menimpanya,niscaya untuk berhenti selama 40 tahun,adalah lebih baik baginya daripada untuk berlalu dihadapannya ".(H.R Al - Bukhari dan Muslim,riwayat lainnya adalah riwayat Ibnu Khuzaimah(1/94/1)).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAL-HAL YANG MEMUTUSKAN SHALAT&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;20.&lt;/strong&gt;Rasulullah SAW bersabda: &lt;strong&gt;"Shalat seorang laki-laki,apabila tidak ada semacam ujung pelana dihadapannya,maka akan diputus oleh :wanita -yang haid (atau balighah), keledai dan anjing hitam ". &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Abu Dzar berkata bahwasanya ia berkata,"Wahai Rasulullah,apa bedanya antara anjing hitam dengan anjing merah ?" beliau bersabda,"Anjing hitam adalah setan ". (H.R Muslim,Abu Daud dan Ibnu Khuzaimah (1/95/2) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Maraji (dikutip dari milist as-shunnah): &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;1. Kitab Al-Qaulul Mubin fi Akhtail Mushallin.Diterjemahkan oleh Suyuthi Abdullah &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;2. Kitab Sifat Sholat Nabi , oleh Syeikh Nashiruddin Al-Albani &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-111232357480335820?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/111232357480335820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=111232357480335820' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/111232357480335820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/111232357480335820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/03/sutrah-dalam-sholat.html' title='Sutrah dalam Sholat'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-111140708236913300</id><published>2005-03-21T04:11:00.000-08:00</published><updated>2005-03-21T04:11:22.370-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href='http://photos1.blogger.com/img/46/4254/640/7386131224211m.jpg'&gt;&lt;img border='0' style='border:1px solid #000000; margin:2px' src='http://photos1.blogger.com/img/46/4254/320/7386131224211m.jpg'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sehasta di surga lebih baik dari dunia beserta isi-nya &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;a href='http://www.hello.com/' target='ext'&gt;&lt;img src='http://photos1.blogger.com/pbh.gif' alt='Posted by Hello' border='0' style='border:0px;padding:0px;background:transparent;' align='absmiddle'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-111140708236913300?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/111140708236913300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=111140708236913300' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/111140708236913300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/111140708236913300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/03/sehasta-di-surga-lebih-baik-dari-dunia.html' title=''/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-111111687262710236</id><published>2005-03-17T19:32:00.000-08:00</published><updated>2005-04-14T19:53:01.413-07:00</updated><title type='text'>Teknik Menasehati</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;Mumpung lagi ramai dimana para wakil rakyat di DPR saling men-cela dengan cara yg bathil padahal sebagian besar dari mereka kaum intelek. Sedih memang :( namun demikianlah keadaannya. Tidak semua faham atau mampu menerapkan ilmu-nya. Semoga ulasan singkat ini bisa bermanfaat dan  menjadikan kita mulia di mata Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;Dari nash berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;Ali Imran:66. Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui, maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui ? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;Al anfaal 46. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;dapat di-simpulkan, kita butuh marifatul haq (ilmu) sesuai dalil dan kesabaran sebelum menasehati. ^_^ semoga kita termasuk orang2 yg sholeh. Al Ashr : 3 " kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;Imam Ibnu Hibban (wafat tahun 534 H) berkata, "Nasehat itu merupakan kewajiban manusia semuanya, sebagaimana telah kami sebutkan sebelum ini, tetapi dalam teknik penyampaiannya haruslah dengan cara rahasia, tidak boleh tidak, karena barangsiapa yang menasehati saudaranya dihadapan orang lain maka berarti dia telah mencelanya, dan barangsiapa yang menasehatinya secara rahasia maka dia telah memperbaikinya. Sesungguhnya menyampaikan dengan penuh perhatian kepada saudaranya sesama muslim adalah kritik yang membangun, lebih besar kemungkinannya untuk diterima dibandingkan menyampaikan dengan maksud mencelanya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kemudian Imam Ibnu Hibban menyebutkan dengan sanadnya sampai kepada Sufyan, ia berkata, "Saya berkata kepada Mis'ar, 'Apakah engkau suka apabila ada orang lain memberitahumu tentang kekurangan-kekuranganmu?' Maka ia berkata, 'Apabila yang datang adalah orang yang memberitahukan kekurangan-kekuranganku dengan cara menjelek-jelekkanku maka saya tidak senang, tapi apabila yang datang kepadaku adalah seorang pemberi nasehat maka saya senang'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Imam Ibnu Hibban berkata bahwa Muhammad bin Said al-Qazzaz telah memberitahukan kepada kami, Muhammad bin Mansur telah menceritakan kepada kami, Ali ibnul Madini telah menceritakan kepadaku, dari Sufyan ia berkata, "Talhah datang menemui Abdul Jabbar bin Wail, dan di situ banyak terdapat orang, maka ia berbicara dengan Abdul Jabbar menyampaikan sesuatu dengan rahasia, kemudian setelah itu beliau pergi. Maka Abdul Jabbar bin Wail berkata, 'Apakah kalian tahu apa yang ia katakan tadi kepadaku?' Ia berkata, 'Saya melihatmu ketika engkau sendang shalat kemarin sempat melirik ke arah lain'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Hibban berkata, "Nasehat apabila dilaksanakan seperti apa yang telah kami sebutkan akan melanggengkan kasih sayang, dan menyebabkan terealisasinya ukhuwah."&lt;br /&gt;Imam Ibnu Hazm (wafat tahun 456H) berkata, "Maka wajib atas seseorang untuk selalu memberi nasehat, baik yang diberi nasehat itu suka ataupun benci, tersinggung atau tidak tersinggung. Apabila engkau memberi nasehat maka nasehatilah secara rahasia, jangan dihadapan orang lain, dan cukup dengan memberi isyarat tanpa terus terang secara langsung, kecuali apabila orang yang dinasehati tidak memahami isyaratmu maka harus secara terus terang. Janganlah engkau menasehati orang lain dengan syarat nasehatmu harus diterima. Apabila engkau melampaui adab-adab tadi maka engkau yang dzalim bukan pemberi nasehat, dan gila ketaatan serta gila kekuasaan bukan pemberi amanat dan pelaksana hak ukuwah. Ini (-yakni memberi nasehat dengan syarat harus diterima-) bukanlah termasuk hukum akal dan hukum persahabatan melainkan hukum rimba, bagaikan seorang penguasa dengan rakyatnya dan tuan dengan hamba sahayanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Rajab (wafat tahun 795H) berkata, "Al Fudhail (wafat tahun 187H) berkata, 'Seorang mukmin menutup (aib saudaranya) dan menasehatinya sedangkan seorang fajir (pelaku maksiat) membocorkan (aib saudaranya) dan memburuk-burukkannya'." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Apa yang disebutkan oleh al Fudhail ini merupakan ciri antara nasehat dan memburuk-burukkan, yaitu bahwa nasehat itu dengan cara rahasia sedangkan menjelek-jelekkan itu ditandai dengan penyiaran. Sebagaimana dikatakan, 'Barangsiapa mengingatkan saudaranya ditengah-tengah orang banyak maka ia telah menjelek-jelekkannya. Dan orang-orang salaf membenci amar ma'ruf nahi mungkar secara terang-terangan, mereka suka kalau dilakukan secara rahasia antara yang menasehati dengan yang dinasehati, ini merupakan ciri nasehat yang murni dan ikhlash, karena si penasehat tidak mempunyai tujuan untuk menyebarkan aib-aib orang yang dinasehatinya, ia hanya mempunyai tujuan menghilangkan kesalahan yang dilakukannya.&lt;br /&gt;Sedangkan menyebarluaskan dan menampakkan aib-aib orang lain maka hal tersebut yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang keji itu tersiar dikalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka adzab yang pedih di dunia dan akhirat. Dan Alleh mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui" (An Nur : 19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hadits-hadits yang menjelaskan tentang keutamaan menutup aib seorang muslim tidak terhitung banyaknya. Imam Syafi'i (wafat tahun 204H) berkata dalam syairnya: Hendaklah engkau sengaja mendatangiku untuk memberi nasehat ketika aku sendirian Hindarilah memberi nasehat kepadaku ditengah khalayak ramai Karena sesungguhnya memberi nasehat dihadapan banyak orang sama saja dengan memburuk-burukkan, saya tidak suka mendengarnya Jika engkau menyalahi saya dan tidak mengikuti ucapanku maka janganlah engkau kaget apabila nasehatmu tidak ditaati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata, "Perlu diketahui bahwa nasehat itu adalah pembicaraan yang dilakukan secara rahasia antaramu dengannya, karena apabila engkau menasehatinya secara rahasia dengan empat mata maka sangat membekas pada dirinya, dan dia tahu bahwa engkau pemberi nasehat, tetapi apabila engkau bicarakan dia dihadapan orang banyak maka besar kemungkinan bangkit kesombongannya yang menyebabkan ia berbuat dosa dengan tidak menerima nasehat, dan mungkin pula ia menyangka bahwa engkau hanya ingin balas dendam dan mendeskreditkannya serta untuk&lt;br /&gt;menjatuhkan kedudukannya di mata manusia, sehingga ia tidak menerima isi nasehat tersebut, tetapi apabila dilakukan secara rahasia antara kamu dan dia berdua maka nasehatmu itu amat berarti bagi dia, dan dia akan menerimanya darimu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kapan dibolehkan memberi nasehat dihadapan orang lain?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian ada beberapa perkecualian yang membolehkan atau mengharuskan seseorang untuk menasehati orang lain di depan banyak orang.&lt;br /&gt;Salah seorang Imam Masjid di kota Khobar Saudi Arabia dalam salah satu khutbah Jum'ahnya mengatakan, "Umat Islam, mereka itu memiliki kehormatan dan harga diri, oleh karena tiu haruslah kita menjaga hak-hak dan kehormatan mereka, haruslah kita memelihara perasaan mereka, tetapi kadang-kadang sesuatu nasehat yang akan engkau sampaikan kepada orang lain apabila engkau tunda, maka akan terlambat, maka harus sekarang juga engkau menasehatinya sebelum terlambat.&lt;br /&gt;Contohnya sebagaimana terdapat dalam Shahih Muslim. Dari Jabir bahwasanya ia berkata, 'Sulaik al-Ghathafani datang (ke masjid) hari Jum'ah dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang duduk di atas mimbar, maka Sulaik langsung duduk tanpa shalat terlebih dahulu, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepadanya, 'Apakah engaku telah melaksanakan sholat dua rakaat?' Ia berkata, 'Belum' Maka beliau shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kepadanya, 'Bangunlah dan shalatlah dua rakaat'.'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukannya sedang memburuk-burukkan atau menyiarkan kesalahan orang tersebut, karena saat itu adalah waktu yang tepat untuk menasehatinya, apabila dibiarkan maka akan terlewatkan, karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan setiap muslim yang masuk ke dalam masjid agar shalat dua rakaat terlebih dahulu sebelum ia duduk, perintah tersebut mengharuskan untuk dilaksanakan padaa saat itu juga tidak bisa ditunda sampai selesai shalat Jum'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi apabila memungkinkan bagimu untuk menunda nasehat sampai selesainya majelis lalu engkau menasiehati sesreorang dihadapan orang lain di majelis tersebut maka hal ini tidak benar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330033;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;[Dinukil dari Tulisan Ustadz Fariq bin Gasim Anuz pada Majalah As Sunnah Edisi 07/Th.IV/1421-2000]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-111111687262710236?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/111111687262710236/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=111111687262710236' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/111111687262710236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/111111687262710236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/03/teknik-menasehati.html' title='Teknik Menasehati'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-111033736985868207</id><published>2005-03-08T18:54:00.000-08:00</published><updated>2005-03-08T19:02:49.866-08:00</updated><title type='text'>Niqab</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;"Bagaimana hukum wanitamenutup muka (cadar) ?"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Jawaban.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Kami tidak mengetahui ada seorangpun dari shahabat yang mewajibkan hal itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Tetapi lebih utama dan lebih mulia bagi wanita untuk menutup wajah. Adapun mewajibkan sesuatu harus berdasarkan hukum yang jelas dalam syari'at. Tidak boleh mewajibkan sesuatu yang tidak diwajibkan Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Oleh karena itu saya telah membuat satu pasal khusus dalam kitab 'Hijabul Mar'aatul Muslimah', untuk membantah orang yang menganggap bahwa menutup wajah wanita adalah bid'ah. Saya telah jelaskan bahwa hal ini (menutup wajah) adalah lebih utama bagi wanita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Hadits Ibnu Abbas menjelaskan bahwa wajah dan kedua telapak tangan bukan termasuk aurat, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam 'Al-Mushannaf'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Pendapat kami adalah bahwa hal ini bukanlah hal yang baru. Para ulama dari kalangan 'As Salafus Shalih' dan para ahli tafsir seperti Ibnu Jarir Ath-Thabari dan lain-lain mengatakan bahwa wajah bukan termasuk aurat tetapi menutupnya lebih utama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Sebagian dari mereka berdalil tentang wajibnya menutup wajah bagi wanita dengan kaidah. &lt;strong&gt;"Artinya : Mencegah kerusakan didahulukan daripada mengambil kemanfaatan" &lt;/strong&gt;Tanggapan saya. Memang kaidah ini bukan bid'ah tapi sesuatu yang berdasarkan syari'at.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Sedangkan orang yang pertama menerima syari'at adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Kemudian orang-orang yang menerima syari'at ini dari beliau adalah para shahabat. Para Shahabat tentu sudah memahami kaidah ini, walaupun mereka belum menyusunnya dengan tingkatan ilmu ushul fiqih seperti di atas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Telah kami sebutkan dalam kitab 'Hijaab Al-Mar'aatul Muslimah' kisah seorang wanita 'Khats'amiyyah' yang dipandangi oleh Fadhl bin 'Abbas ketika Fadhl sedang dibonceng oleh Nabi Shallallahu 'laihi wa sallam, dan wanita itupun melihat Fadhl. Ia adalah seorang yang tampan dan wanita itupun seorang yang cantik. Kecantikan wanita ini tidak mungkin bisa diketahui jika wanita itu menutup wajahnya dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika itu memalingkan wajah Fadhl ke arah lain. Yang demikian ini menunjukkan bahwa wanita tadi membuka wajahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Sebagian mereka mengatakan bahwa wanita tadi dalam keadaan ber-ihram,sehingga boleh baginya membuka wajah. Padahal tidak ada tanda-tandasedikitpun bahwa wanita tadi sedang ber-ihram. Dan saya telah men-tarjih (menguatkan) dalam kitab tersebut bahwa wanita itu berada dalam kondisi setelah melempar jumrah, yaitu setelah 'tahallul' awal. Dan seandainya benar wanita tadi memang benar sedang ber-ihram, mengapa Rasulullah tidak menerapkan kaidah di atas, yaitu kaidah mencegah kerusakan .?! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Kemudian kami katakan bahwa pandangan seorang lelaki terhadap wajah wanita, tidak ada bedanya dengan pandangan seorang wanita terhadap wajah lelaki dari segi syari'at dan dari segi tabi'at manusia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Oleh sebab itu Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman. &lt;strong&gt;"Artinya : Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman. 'Hendaknya mereka menahan pandangannya" [An-Nuur : 30]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Maksudnya dari (memandang) wanita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman. &lt;strong&gt;"Artinya : Dan katakanlah kepada wanita yang beriman. 'Hendaklah merekamenahan pandangannya" [An-Nuur : 31]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Maksudnya yaitu jangan memandangi seorang laki-laki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Kedua ayat diatas mengandung hukum yang sama. Ayat pertama memerintahkan menundukkan pandangan dari wajah wanita dan ayat kedua memerintahkan menundukkan pandangan dari wajah pria.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Sebagaimana kita tahu pada ayat kedua tidak memerintahkan seorang laki-laki untuk menutup. Demikian pula ayat pertama tidak memerintahkan seorang wanita untuk menutup wajah. Kedua ayat di atas secara jelas mengatakan bahwa di zaman RasulullahShallallahu 'alaihi wa sallam ada sesuatu yang biasa terbuka dan bisa dilihat yaitu wajah. M&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;aka Allah, Sang Pembuat syari'at dan Yang MahaBijaksana memerintahkan kepada kedua jenis menusia (laki-laki dan perempuan)untuk menundukkan pandangan masing-masing. Adapun hadits. &lt;strong&gt;"Artinya : Wanita adalah aurat" &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Tidak berlaku secara mutlak. Karena sangat mungkin seseorang bolehmenampakkan auratnya di dalam shalat. Yang berpendapat bahwa wajah wanita itu aurat adalah minoritas ulama. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Sedangkan yang berpendapat bahwa wajah bukan aurat adalah mayoritas ulama (Jumhur).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Hadits diatas, yang berbunyi. &lt;strong&gt;"Artinya : Wanita adalah aurat, jika ia keluar maka syaithan memperindahnya" &lt;/strong&gt;Tidak bisa diartikan secara mutlak. Karena ada kaidah yang berbunyi : &lt;strong&gt;"Dalil umum yang mengandung banyak cabang hukum, dimana cabang-cabang hokum itu tidak bisa diamalkan berdasarkan dalil umum tersebut, maka kita tidak boleh berhujah dengan dalil umum tersebut untuk menentukan cabang-cabang hukum tadi". &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Misalnya : Orang-orang yang menganggap bahwa 'bid'ah-bid'ah' itu baik adalah berdasarkan dalil yang sifatnya umum. Contoh : Di negeri-negeri Islam seperti Mesir, Siria, Yordania dan lain-lain.... banyak orang yang membaca shalawat ketika memulai adzan. Mereka melakukan ini berdasarkan dalil yang sangat umum yaitu firman Allah." Artinya : Wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya" [Al-Ahzaab : 56]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Dan dalil-dalil lain yang menjelaskan keutamaan shalawat kepada NabiShallallahu 'alaihi wa sallam yang merupakan dalil-dalil umum (yang tidak bisa daijadikan hujjah dalam adzan yang memakai shalawat, karena ia membutuhkan dalil khusus, wallahu a'lam, -pent-). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Mewajibkan wanita menutup wajah. Berdasarkan hadits : "Wanita adalah aurat", adalah sama dengan kasus di atas. Karena wanita (Shahabiyah) ketika melaksanakan shalat mereka umumnya membuka wajah. Demikian pula ketika mereka pulang dari masjid, sebagian mereka menutupi wajah, dan sebagian yang lain masih membuka wajah.Jika demikian hadits diatas (wanita adalah aurat), tidak termasuk wajah dan telapak tangan. Prinsip ini tidak pernah bertentangan dengan praktek orang-orang salaf (para shahabat).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#330099;"&gt;&lt;strong&gt;[Disalin dari kitab Majmu'ah Fatawa Al-Madina Al-Munawarah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa AlBani, hal 150-154 Pustaka At-Tauhid]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#330099;"&gt;Untuk lebih lengkap-nya baca artikel tentang hijab &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-111033736985868207?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/111033736985868207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=111033736985868207' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/111033736985868207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/111033736985868207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/03/niqab.html' title='Niqab'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-110956941427512245</id><published>2005-02-27T21:40:00.000-08:00</published><updated>2005-02-27T21:43:34.280-08:00</updated><title type='text'>Mendahulukan Syara' atas Akal</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;Kaidah yg sangat utama  ialah ittiba' kepada as-salafu ash-shalih dalam memahami, menafsiri, mengimani serta menetapkan sifat-sifat ilahiyah tanpa takyif (bertanya atau menetapkan hakekat bagaimananya) dan tanpa ta'wil (membuat perubahan lafadz/maknanya), juga dalam menetapkan persoalan-persoalan aqidah lainnya, dan menjadikan generasi pertama sebagai panutan dalam berpikir maupun beramal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pertama kali Al-Qur'an dan Hadits, selanjutnya berqudwah (mengikuti jejak dan mengambil suri teladan) kepada para shahabat nabi, sebab di tengah-tengah merekalah wahyu turun. Dengan demikian, mereka (para shahabat) adalah orang-orang yang paling memahami tafsir Al-Qur'an, dan lebih mengerti tentang ta'wil (tafsir) Al-Qur'an dibandingkan dengan generasi-generasi berikutnya. Mereka satu dalam hal ushuluddin, tidak berselisih mengenainya, dan tidak terlahir dari mereka hawa nafsu-hawa nafsu dan bid'ah [2].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sanalah lahir ciri yang dominan pada pengikut manhaj salaf. Mereka adalah ahlul hadits, para ulama penghafal (hafidz) hadits, para perawi serta para alim hadits yang ittiba' pada atsar. (Itulah jalannya kaum mukminin). Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;"Artinya : Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalannya orang-orang mukmin. Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan kami masukan ia ke dalam Jahannam. Dan Jahannam itu seburuk tempat kembali". [An-Nisaa' : 115].&lt;br /&gt;Jadi mereka berbeda dengan kaum mutakallimin (ahlul kalam), sebab mereka (pengikut manhaj salaf) selalu memulai dengan syara'. kitab was-sunnah, selanjutnya mereka tenggelam dalam memahami serta merenungi nas-nash Al-Qur'an dan sunnah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengikut Manhaj salaf menjadikan akal tunduk kepada Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dari sini maka akal yang sehat tidak mungkin bertentangan dengan naql (nash) yang shahih. Apabila terjadi pertentangan, maka nash yang shahih harus didahulukan atas akal, sebab nash-nash Al-Qur'an bersifat ma'shum (terjaga) dari kesalahan, dan nash-nash sunnah bersifat ma'shum (terjaga) dari hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya sikap mendahulukan Al-Qur'an dan Sunnah atas akal-akal bagi kaum salaf merupakan pemelihara dari perselisihan serta kekacauan dalam aqidah dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang masuk akal menurut manhaj salaf adalah sesuatu yang sesuai dengan Al-Kitab was-Sunnah, sedangkan sesuatu yang tidak masuk akal (majhul) adalah sesuatu yang menyalahi Al-Qur'an was Sunnah. Petunjuk (hidayah) ialah sesuatu yang selaras dengan manhaj shahabat, dan tidak ada jalan lain untuk mengenali petunjuk serta pola-pola shahabat melainkan atsar-atsar ini. [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip aqidah bagi pengikut manhaj salaf nampak jelas pada keimanannya terhadap sifat-sifat dan Asma' Allah Ta'ala ; tanpa membuat penambahan, pengurangan, ta'wil yang menyalahi zhahir nash dan tanpa membuat penyerupaan dengan sifat-sifat mahluk, tetapi membiarkannya sesuai dengan apa yang dinyatakan dalam Kitabullah Ta'ala serta sunnah Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam. Sedangkan kaifiyah (hakikat bagaimana)nya mereka kembalikan kepada Dzat yang telah memfirmankannya sendiri. [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui konteks ini kita mesti paham cara-cara salaf dalam menjadikan akal tunduk kepada nash, baik nash itu berupa ayat Al-Qur'an maupun berupa sunnah Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam, bukan sebaliknya. Berbeda dengan manhaj kaum ahlul kalam dari kalangan Mu'tazilah, Maturidiyah dan Asy'ariyah yang lebih mendahulukan akal daripada nash. Sedangkan nash mereka ta'wil kan hingga sesuai dengan akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja hal ini berarti memperkosa nash agar sesuai tuntutan akal. Padahal mestinya hukum-hukum akal-lah yang wajib diserahkan keputusannya kepada nash-nash al-Kitab maupun Sunnah. Jadi, apa saja yang ditetapkan oleh Al-Qur'an dan Sunnah, kitapun harus menetapkannya. Sedangkan apa saja yang dikesampingkan oleh keduanya, kitapun harus menolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, ta'wil menurut kaum ahlu kalam dan kaum filosofis pada umumnya mengandung tuntutan untuk menjadikan akal sebagai sumber syara', mendahului nash-nash Al-Qur'an dan Sunnah. Oleh karena itu jika terlihat ada pertentangan antara nash dengan akal, maka mereka akan mendahulukan akal, dan akan segera bergegas melakukan ta'wil terhadap nash tersebut hingga sesuai dengan tuntutan akal. Akan tetapi manhaj salaf kebalikannya, syara' didahulukan dan akal mengikut kepada syara'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah menyebutkan bahwa kaum salaf menyerahkan hukum kepada ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits Nabi. Mereka merasa cukup dengan nash-nash tersebut. Mereka jadikan pemahaman-pemahaman akalnya patuh pada nash-nash itu, sebab "akal" menurut Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam ada sesuatu yang bisa ada jika ada pemilik (pelaku)nya. "Akal" bukanlah dzat yang bisa berdiri sendiri seperti anggapan kaum filosof. [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal tidak mampu meliputi kenyataan-kenyataan yang dijelaskan oleh Kitabullah maupun sunnah Rasul-Nya shalallahu 'alaihi wa sallam. Bahkan akalpun tidak kuasa untuk meliputi segenap hakikat alam kongkrit yang telah ditemukan berdasarkan penemuan-penemuan ilmiah akal itu sendiri. Maka bagaimana mungkin akal akan dapat menjangkau kenyataan alam ghaib ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itulah, wajib hukumnya untuk pasrah kepada nash-nash Al-Qur'an dan As-Sunnah. Wajib mengimani segala apa yang dinyatakan di dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah, baik yang menyangkut alam ghaib maupun alam nyata. Lebih khusus lagi ayat-ayat yang menyangkut sifat-sifat ilahiyah, maka kita wajib mengimaninya tanpa ta'wil (mengubah makna atau lafalnya) dan tanpa ta'thil (menolak hakikatnya atau menafikannya).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#990000;"&gt;Disalin dari majalah As-Salafiyah, edisi I, tahun I, 1415H diterjemahkan oleh Ahmas Faiz Asifuddin dan dimuat di majalah As-Sunnah edisi 13/Th II/1416H - 1995M&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-110956941427512245?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/110956941427512245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=110956941427512245' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110956941427512245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110956941427512245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/02/mendahulukan-syara-atas-akal_27.html' title='Mendahulukan Syara&apos; atas Akal'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-110956899850182866</id><published>2005-02-27T20:06:00.000-08:00</published><updated>2005-02-27T21:36:38.506-08:00</updated><title type='text'>Pijakan Ulama</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Berpijak Berdasarkan Al-Kitab dan As-Sunnah dengan Mengutamakan Pemahaman Ulama Salaf dan Menjadikan Akal Mereka Tunduk kepada Nash-Nash Keduanya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;Kaidah ini memiliki peran besar dalam pokok-pokok manhaj salaf. Inilah kaidah yang menjadi pemisah antara Ahlu Sunnah dengan Ahlul Bid'ah, walaupun semuanya mengaku mengikuti Al-Kitab dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengikut manhaj ahlul-kalam berseru : "Kami ittiba' kepada Al-Kitab dan As-Sunnah". Pengikut manhaj sufi juga berseru : "Kami ittiba' kepada Al-Kitab dan As-Sunnah". Pengikut manhaj salaf pun berseru : "Kami ittiba' kepada Al-Kitab dan As-Sunnah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengikut manhaj ahlul-kalam memang mengikuti Al-Kitab dan As-Sunnah, akan tetapi mereka menjadikan nash-nash Al-Qur'an dan Al-Hadits  tunduk pada tuntutan akal pikiran mereka. Dengan demikian mereka sebenarnya telah meninggalkan manhaj Al-Kitab dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengikut manhaj sufiyah juga mengambil Al-Kitab dan As-Sunnah, namun mereka menjadikan nash-nash keduanya tunduk kepada pemahaman-pemahaman tertentu dalam kaitannya dengan penafsiran tentang hidup dan zuhud, kemudian berpaling dari kenikmatan-kenikmatan hidup. Dengan demikian mereka pun meninggalkan manhaj Al-Kitab dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun para pengikut manhaj salaf, merekalah orang-orang yang benar-benar berpijak berdasar Al-Kitab dan As-Sunnah dengan mengutamakan pemahaman ulama salaf dan menjadikan akal mereka tunduk kepada nash-nash keduanya. Mereka menyesuaikan kehidupannya sesuai dengan tuntunan Al-Kitab dan As-Sunnah dan membatasi pandangan (teori) mereka tentang hidup serta kenikmatannya selaras dengan pengarahan Al-Kitab dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi merekalah orang-orang yang sesuai dengan Al-Kitab dan As-Sunnah, baik aqidah, manhaj, syari'ah maupun perilakunya. Dalil dari standard ini telah ditetapkan berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah penjelasan tentang manhaj shahabat yang telah mendapat ridha dari Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya Al-Amin Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali dalam menetapkan manhaj shahabat tersebut, kita mulai dengan firman Allah Tabaraka wa Ta'ala tentang para shahabat Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;"Artinya : Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang beriman dengannya adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka ; kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud ......" [Al-Fath : 29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya ; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. itulah kemenangan yang besar ". [At-Taubah : 100].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Jadi mereka ridha terhadap nikmat yang telah Allah berikan kepada mereka berupa Al-Qur'an dan berupa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, Allah pun telah ridha kepada mereka disebabkan apa yang telah mereka kerjakan. Yakni, berupa ibadah dan ketaatan yang hanya ditujukan kepada Allah semata, ittiba' kepada Rasul-Nya yang menyebarluaskan dakwah Islamiyyah serta penyebaran sunnah nabawiyyah dan pengamalannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Disalin dari majalah As-Salafiyah, edisi I, tahun I, 1415H diterjemahkan oleh Ahmas Faiz Asifuddin dan dimuat di majalah As-Sunnah edisi 13/Th II/1416H - 1995M&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-110956899850182866?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/110956899850182866/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=110956899850182866' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110956899850182866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110956899850182866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/02/pijakan-ulama.html' title='Pijakan Ulama'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-110931986902572158</id><published>2005-02-25T00:20:00.000-08:00</published><updated>2005-02-25T00:25:31.040-08:00</updated><title type='text'>Kupu2 Jangan Kau Pergi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;By Nebula&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;Demi masa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;aku hanya manusia &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;biasa bisa lupa seperti orang lain lupa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;jika aku lupa ingatkan aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;Demi bintang2 dilangit &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;aku mencintai Rabb-ku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;mencintai yg mencintai-Nya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;mencintai perbuatan yg mendekati-Nya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;yg menggantungkan asa hanya pada-Nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;Demi malam apabila telah gelap &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;aku tak kuasa menahan jalannya waktu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;menahan pertumbuhan kupu2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;menahan Al Mautu menjemput&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;Demi kuda perang yg berlari kencang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;nafas-ku terengah-engah mengejar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;kupu2 kupu2 jangan kau pergi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;pergi dengan tiba2 diwaktu pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;Demi bukit Sinai &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;asa telah ditaruh dengan sebaik2nya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;merendahkan hati ini serendahnya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;mengharapkan pahala yg tiada putus-nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;Demi buah tin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;apa yg menyebabkan kamu mendustakan hari ini ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;bukankah Allah hakim seadil2nya ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;mengapa kau masih ingin pergi ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-110931986902572158?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/110931986902572158/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=110931986902572158' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110931986902572158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110931986902572158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/02/kupu2-jangan-kau-pergi.html' title='Kupu2 Jangan Kau Pergi'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-110931959314383678</id><published>2005-02-24T23:30:00.000-08:00</published><updated>2005-02-25T00:30:40.130-08:00</updated><title type='text'>Bintang Syi'ra</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;By Nebula&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;Hiasan langit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;alat-alat pelempar syaitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;dengan cahaya penembusnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;bagai mutiara dunia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;bilakah ia jatuh berserakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;dihapus oleh Sang Kuasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;hilanglah jalan2 langit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;gunung pun men-debu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;meluapkan lautan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;membongkar kuburan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;Yaa...bintang Syi'ra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;yang beredar dan terbenam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;kau cemerlang karena dipelihara Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;Yang Maha Indah dan menyukai ke-indahan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;bilakah ia terbenam di waktu fajar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;sebagai saksi ke-Rasulan Muhammad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;manusia yg mengucapkan wahyu yg diwahyukan-Nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;diajarkan Jibril sang utusan perkasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;agar kita tidak sesat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;Bintang jadilah sahabat-ku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;Biarkan ku temani kau bersujud &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;tunduk pada Rabbul alamin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;bersimpuh oleh kalam-Nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-110931959314383678?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/110931959314383678/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=110931959314383678' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110931959314383678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110931959314383678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/02/bintang-syira.html' title='Bintang Syi&apos;ra'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-110790681655592630</id><published>2005-02-08T15:48:00.000-08:00</published><updated>2005-02-08T15:53:36.556-08:00</updated><title type='text'>IMAM SYAFI'I : SUNNAH MEMILIKI TIGA SISI</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Kemudian Al-Baihaqi berkata : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;"Berkata Imam Syafi'i Rahimahullah :  &lt;strong&gt;'Bahwa Sunnah Rasulullah terdiri dari tiga sisi".&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;[1]&lt;/strong&gt; Apa yang diturunkan Allah di dalam nash Al-Kitab maka Rasulullah menetapkan suatu Sunnah yang sama dengan nash yang ada dalam Kitabullah itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;[2]&lt;/strong&gt; Apa yang diturunkan Allah di dalam Al-Kitab berupa sesuatu yang bersifat umum, lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menerangkan maksud yang diinginkan dari sesuatu yang bersifat umum dalam Kitabullah itu dan menjelaskan rinciannya serta menjelaskan bagaimana caranya hamba Allah melakukan yang dimaksud&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;[3]&lt;/strong&gt; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menetapkan suatu hukum yang mana hukum yang ditetapkan beliau itu tidak ada nashnya dalam Kitabullah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Ada perbedaan pendapat di kalangan kaum muslimin tentang sisi ketiga ini, di antara mereka ada yang berpendapat : Bahwa hal tersebut telah Allah tetapkan bagi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai bagian dari apa yang wajib ditaati, yang mana hukum yang ditetapkan beliau itu adalah bagian dari ilmu Allah yang diberikan kepada utusan-Nya itu dari sisi Allah, karena Allah telah meridhainya untuk menerangkan sesuatu yang tidak ada nashnya dalam Al-Kitab. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Pendapat lain mengatakan bahwa beliau tidak menetapkan suatu Sunnah kecuali ketetapan sunnah itu memiliki dasar dalam Kitabullah sebagaimana beliau menetapkan Sunnah tentang bilangan dan cara shalat yang berdasarkan pada adanya kewajiban shalat dalam Al-Qur'an yang bersifat umum, begitu juga dengan apa yang beliau tetapkan dalam Sunnah tentang urusan jual beli serta ketetapan-ketetapan syari'at lainnya, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;"Artinya : Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu". [An-Nisa : 29]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Dan Allah berfirman."Artinya : Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba". [Al-Baqarah : 275]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Maka setiap sesuatu yang dihalalkan dan diharamkan tak lain adalah dari Allah, yang diterangkan dalam Sunnah Rasul sebagaimana kewajiban shalat dari Allah yang diterangkan dalam sunnah Rasul. Dan juga ada yang berpendapat ; bahwa Sunnah yang ditetapkan Rasulullah itu adalah sesuatu yang telah Allah bisikkan di dalam jiwa utusan-Nya itu.Sampai disinilah pembahasan Imam Syafi'i tentang sisi-sisi Sunnah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#000066;"&gt;&lt;strong&gt;[Disalin dari buku Miftahul Jannah fii Al-Ihtijaj bi As-Sunnah, edisi Indonesia KUNCI SURGA Menjadikan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Sebagai Hujjah oleh Al-Hafizh Al-Imam As-Suyuthi hal. 28-30, Penerjemah Amir Hamzah Fazhruddin]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-110790681655592630?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/110790681655592630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=110790681655592630' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110790681655592630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110790681655592630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/02/imam-syafii-sunnah-memiliki-tiga-sisi.html' title='IMAM SYAFI&apos;I : SUNNAH MEMILIKI TIGA SISI'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-110787695119368529</id><published>2005-02-08T07:30:00.000-08:00</published><updated>2005-02-08T07:35:51.193-08:00</updated><title type='text'>Tidak Shalat</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : “Kakak saya tidak melaksanakan shalat, apakah saya boleh berhubungan dengannya atau tidak ? Perlu diketahui bahwa ia hanyalah kakak saya seayah”.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#990000;"&gt;Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja hukumnya kafir, ini berarti ia telah melakukan kekufuran yang besar menurut pendapat yang paling benar di antara dua pendapat ulama, yang demikian ini jika orang tersebut mengakui kewajiban tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#990000;"&gt;Jika ia tidak mengakui kewajiban tersebut, maka ia kafir menurut seluruh ahlul ilmi, demikian berdasarkan beberapa sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#990000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#990000;"&gt;“Artinya :Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan punckanya adalah jihad” [Dikeluarkan oleh Imam Ahmad (5/231), At-Turmudzi, kitab Al-Iman (2616), Ibnu Majah, kitab Al-Fitan (3973) dengan isnad shahih]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#990000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#990000;"&gt;“Artinya : Sesungguhnya (pembatas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat” [Dikeluarkan oleh Muslim dalam kitab Shahihnya, kitab Al-Iman (82)]“&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#990000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#990000;"&gt;Artinya : Perjanjian (pembatas) antara kita dengan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkannya berarti ia telah kafir” [Dikeluarkan oleh Imam Ahmad (5/346) dan para penyusun kitab Sunnan denan isnad shahih, At-Turmudzi, kitab Al-Iman (2621), An-Nasa’i, kitab Ash-Shalah (1/232), Ibnu Majah, kitab Iqamatus Shalat (1079)]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#990000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#990000;"&gt;Karena orang yang mengingkari kewajiban shalat berarti ia mendustakan Allah dan RasulNya serta ijma’ ahlul ilmi wal iman, maka kekufurannya lebih besar dari pada yang meninggalkannya karena meremehkan. Untuk kedua kondisi tersebut, wajib atas penguasa kaum Muslimin untuk menyuruh bertaubat kepada orang yang meninggalkan shalat, jika enggan maka harus dibunuh, hal ini berdasarkan dalil-dalil yang menunjukkan hal ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#990000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Lain dari itu, selama masa diperintahkan untuk bertaubat, harus mengasingkan orang yang meninggalkan shalat dan tidak berhubungan dengannya serta tidak memenuhi undangannya sampai ia bertaubat kepada Allah dari perbuatannya, namun disamping itu harus tetap menasehatinya dan mengajaknya kepada kebenaran serta memperingatkannya terhadap akibat-akibat buruk meninggalkan shalat baik di dunia maupun di akhirat kelak, dengan demikian diaharapkan ia mau bertaubat sehingga Allah menerima taubatnya&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;[Kitab Ad-Da’wah, halaman 93, Ibnu Baz]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Disalin dari bukuAl-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, hal 179-180 Darul Haq]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-110787695119368529?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/110787695119368529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=110787695119368529' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110787695119368529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110787695119368529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/02/tidak-shalat.html' title='Tidak Shalat'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-110717624376204496</id><published>2005-01-31T04:53:00.000-08:00</published><updated>2005-01-31T04:57:23.763-08:00</updated><title type='text'>Melaknat istri</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Syaikh Abdul Azis bin Baz ditanya&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;" Seorang suami melaknat istrinya dengan sengaja, apakah istrinya menjadi haram bagainya ataukah hukumnya seperti talak biasa  dan apa kafaratnya?"&lt;br /&gt;Jawaban :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tidak boleh suami melaknat istrinya bahkan termasuk dosa besar&lt;/strong&gt;, berdasrkan hadist bahwa Rasulaullah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Melaknat orang mukmin seperti membunuhnya&lt;/strong&gt;"&lt;br /&gt;dan Beliau juga bersanda :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;strong&gt;"Menghujat orang mukmin adalah perbuatan fasiq dan membunuhnyaadalah perbuatan kafir". (Muttafaqun alaih).&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;strong&gt; "Orang yang saling melaknat keduanya tidak akan bisa menjadi saksi dan pemberi syafaat di hari kiamat".&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Maka wajib bagi suami agar segera bertaubat kepada Allah dan minta maaf kepada istrinya. Barangsiapa yang bertaubat dengan baik, maka Allah akan menerima taubatnya dan istrinya tetap halal baginya, tidak haram karena telah dilaknat.&lt;br /&gt;Wajib bagi suami agar mempergauli istri secara baik dan menahan lisan dari ucapan yang dimurkai Allah. Bagi sang istri hendaknya mempergauli suaminya secara baik dan tidak mengucapkan sesuatu kalimat yang mendatangkan murka Allah dan murka suaminya kecuali dengan haq. &lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#330099;"&gt;&lt;strong&gt;"Dan bergaulah dengan mereka secara patut." (An-Nisa:19)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dan firman Allah Ta'ala :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; "Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;strong&gt;menurut cara yang ma'ruf." (Al-Baqarah:228&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#330099;"&gt;Sumber : Fatwa-fatwa tentang Wanita, Jilid 2, Kitab Nikah, hal 119-120,&lt;br /&gt;Serial Buku Darul Haq ke-64&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-110717624376204496?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/110717624376204496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=110717624376204496' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110717624376204496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110717624376204496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/01/melaknat-istri.html' title='Melaknat istri'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-110681423524052749</id><published>2005-01-26T23:24:00.000-08:00</published><updated>2005-01-27T00:23:55.240-08:00</updated><title type='text'>Kerja di Bank</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz&lt;/strong&gt; ditanya : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Apakah gaji-gaji yang diterima oleh para pegawai bank-bank secara umum, dan Arabic Bank secara khusus halal atau haram ?. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000099;"&gt;Mengingat, saya telah mendengar bahwa ia haram hukumnya karena semua bank tersebut bertransaksi dengan riba pada sebagian operasionalnya. Saya mohon diberikan penjelasan sebab saya ingin bekerja di salah satu bank-bank tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000099;"&gt;Tidak boleh bekerja di bank-bank yang bertransaksi dengan riba karena hal itu berarti membantu mereka di dalam melakukan dosa dan pelanggaran. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000099;"&gt;Sementara Allah telah berfirman :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000099;"&gt;“Artinya : Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” [Al-Ma’idah : 2]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000099;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000099;"&gt;Dan terdapat pula hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara shahih bahwasanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000099;"&gt;“Artinya : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, pemberi makan dengannya, penulisnya dan kedua saksinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000099;"&gt;Beliau mengatakan.“Artinya : Mereka itu sama saja” [Hadits Riwayat Muslim, Kitab Al-Musaqah 1598]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-110681423524052749?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/110681423524052749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=110681423524052749' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110681423524052749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110681423524052749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/01/kerja-di-bank.html' title='Kerja di Bank'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-110680407100534377</id><published>2005-01-26T21:22:00.000-08:00</published><updated>2005-01-26T21:34:31.006-08:00</updated><title type='text'>Adab Ikhtilaf</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh Salim bin Shalih al-Marfadi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Islam telah meletakkan sendi-sendi adab yang tinggi bagi seorang muslim yang berjalan diatas manhaj Sunnah, dalam pergaulannya bersama saudara-saudaranya ketika berselisih faham dengan mereka dalam masalah-masalah ijtihadiyah.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Cukuplah kiranya, sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, pembawa rahmat dan petunjuk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;"Artinya : Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq-akhlaq yang mulia". [Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam 'Adabul Mufrad' dan Imam Ahmad. Lihat 'Silsilah Ash-shahihah 15']&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;strong&gt;Di antara adab-adab itu ialah &lt;/strong&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;strong&gt;[1].&lt;/strong&gt; Lapang dada menerima kritik yang sampai kepada anda untuk membetulkan kesalahan, dan hendaklah anda ketahui bahwa ini adalah nasehat yang dihadiahkan oleh saudara seiman anda. Ketahuilah ! Bahwa penolakan anda terhadap kebenaran dan kemarahan anda karena pembelaan terhadap diri adalah kesombongan -A'aadzanallah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda."Artinya : Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain". [Hadits Riwayat Muslim]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Banyak sekali contoh sekitar adab yang mulia ini yang telah dijelaskan oleh para salafus shalih, dianataranya adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Kisah yang diceritakan oleh al-Hafizh Ibnu Abdil Bar, beliau berkata : "Banyak orang telah membawa berita kepada saya, berasal dari Abu Muhammad Qasim bin Ashbagh, dia berkata : "Ketika saya melakukan perjalanan ke daerah timur, saya singgah di Qairawan. Disana saya mempelajari hadits Musaddad dari Bakr bin Hammad. Kemudian saya melakukan perjalanan ke Baghdad dan saya temui banyak orang (Ulama) disana. Ketika saya pergi (dari Baghdad), saya kembali lagi kepada Bakr bin Hammad (di Qairawan-red) untuk menyempurnakan belajar hadits Musaddad.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Suatu hari saya membacakan hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dihadapan beliau (untuk mempelajarinya) :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;"Artinya : Sungguh telah datang satu kaum dari Muldar yang (Mujtaabin Nimar)"Beliau (Bakr bin Hammad) berkata kepadaku "Sesungguhnya yang benar adalah Mujtabits Tsimar. Aku katakan padanya Mujtaabin Nimar, demikianlah aku membacanya setiap kali aku membacakannya di hadapan setiap orang yang aku temui di Andalusia dan Irak"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Beliau berkata kepadaku : "Karena enngkau pergi ke Irak, maka kini engkau (berani) menentang aku dan menyombongkan diri dihadapanku ?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemudian dia berkata kepadaku (lagi) : "Ayolah kita bersama-sama bertanya kepada syaikh itu (menunjuk seorang syaikh yang berada di Masjid), dia punya ilmu dalam hal seperti ini&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Kami pun pergi ke syaikh tersebut dan kami menanyainya tentang hal ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Beliau berkata : "Sesungguhnya yang benar adalah [Mujtaabin Nimar]" seperti yang aku baca. Artinya adalah : Orang-orang yang memakai pakaian, bagian depannya terbelah, kerah bajunya ada di depan. Nimar adalah bentuk jama' dari Namrah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Bakr bin Hammad berkata sambil memegangi hidungnya : "Aku tunduk kepada al-haq, aku tunduk kepada al-haq !" lalu ia pergi. [Mukhtasyar Jaami' Bayanil Ilmi wa Fadlihi, hal.123 yang diringkas oleh Syaikh Ahmad bin Umar al-Mahmashaani]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Saudaraku, cobalah anda perhatikan -semoga Allah senantiasa menjaga anda- betapa menakjubkan sikap Adil ini ! Alangkah perlunya kita pada sikap adil seperti sekarang ! Akan tetapi mana mungkin hal itu terjadi kecuali bagi orang yang ikhlas niatnya karena Allah Subhanahu wa Ta'ala. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Inilah dia Imam Malik rahimahullah (pada masa hidupnya-red) pernah berkata : "Tidak ada sesuatupun yang lebih sedikit dibandingkan dengan sifat adil pada zaman sekarang ini" [Mukhtasyar Jaami' Bayanil Ilmi wa Fadlihi, hal . 120 yang diringkas oleh Syaikh Ahmad bin Umar al-Mahmashaani]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Maka apa lagi dengan zaman sekarang ini yang sudah demikian berkecamuknya hawa nafsu!! -Kita berlindung kepada Allah dari fitnah yang menyesatkan-.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;strong&gt;[2]&lt;/strong&gt;. Hendaklah memilih ucapan yang terbaik dan terbagus dalam berdiskusi dengan sesama saudara Muslim. Allah berfirman."Artinya : Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia" [Al-Baqarah : 83]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;Dari Abu Darda' Radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda."Artinya : Tidak ada sesuatupun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat dibanding akhlaq yang baik, dan sesungguhnya Allah murka kepada orang yang keji dan jelek (akhlaqnya)". [Hadits Riwayat Tirmidzi).&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;strong&gt;[3]&lt;/strong&gt;. Hendaklah diskusi yang dilakukan terhadap saudara sesama Muslim, dengan cara-cara yang bagus untuk menuju suatu yang lebih lurus.Yang menjadi motiv dalam berdiskusi hendaklah kebenaran, bukan untuk membela hawa nafsu yang sering memerintahkan pada kejelekan. Akhlak anda ketika berbicara terletak pada keikhlasan anda. Jika diskusi (tukar fikiran) sampai ketingkat adu mulut, maka katakanlah : "salaam/selamat berpisah !" dan bacakanlah kepadanya sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam."Artinya : Saya adalah pemimpin di sebuah rumah di pelataran sorga bagi orang yang meninggalkan adu mulut meskipun ia benar" [Hadits Riwayat Abu Daud dari Abu Umamah al-Bahily]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Al-Hafizh Ibnu Abdil Bar menyebutkan dari Zakaria bin Yahya yang berkata : "Saya telah mendengar Al-Ashma'i berkata : "Abdullah bin Hasan berkata : Adu mulut akan merusak persahabatan yang lama, dan mencerai beraikan ikatan (persaudaraan) yang kuat, minimal (adu mulut) akan menjadikan mughalabah (keinginan untuk saling mengalahkan) dan mughalabah adalah sebab terkuat putusnya ikatan persaudaraan. [Mukhtasyar Jaami' Bayan al-Ilmi wa Fadlihi hal. 278]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Dari Ja'far bin Auf, dia berkata : saya mendengar Mis'ar berkata kepada Kidam, anaknya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Kuhadiahkan buatmu wahai Kidam nasihatkuDengarlah perkataan bapak yang menyayangimuAdapun senda gurau dan adu mulut, tinggalkanlah keduanyaDia adalah dua akhlak yang tak kusuka dimiliki temanKu pernah tertimpa keduanya lalu akupun tak menyukainyaUntuk tetangga dekat ataupun buat temanPara salaf shalih telah membuat permisalan yang sangat cemerlang tentang etika ikhtilaf (perselisihan pendapat), diantaranya adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Hushain bin Abdurrahman, dia berkata : "Saya berada di tempat Said bin Jubair, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;lalu ia berkata : "Siapakah diantara kalian yang melihat bintang jatuh tadi malam ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Saya jawab : "Saya, tetapi ketahuilah bahwa saya tidak dalam keadaan shalat, saya kena sengat binatang berbisa!".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Sa'id bertanya : "Apa yang kau perbuat ?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Saya menjawab : "Saya melakukan ruqyah (baca-bacaan sebagai obat)"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Said bertanya : "(Dalil) apakah yang membawamu untuk melakukan itu ?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Saya jawab : "Sebuah hadits yang diceritakan kepada kami oleh As-Sya'bi".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Sa'id berkata :"Apa yang diceritakan Asy-Sya'bi kepadamu ?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Saya jawab : "Dia bercerita kepada kami dari Buraidah bin Al-Hushain bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;"Artinya : Tidak ada ruqyah kecuali (pada penyakit yang timbul) dari mata (orang yang dengki) dan bisa (racun) hewan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Dia berkata : "Sungguh bagus orang yang berpedoman pada apa (riwayat) yang ia dengar, akan tetapi Ibnu Abbas menceritakan kepada kami bahwa .....(sampai akhir hadits)"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Perhatikanlah adab mulia yang dimiliki pewaris ilmunya &lt;strong&gt;Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu&lt;/strong&gt; ini, ia &lt;strong&gt;tidak memaki&lt;/strong&gt; Hushain bin Abdurrahman (orang yang berselisih dengannya), bahkan menganggapnya baik karena Hushain mengamalkan dalil yang ia ketahui. Kemudian baru setelah itu. Sa'id bin Jubair menjelaskan hal yang lebih utama (untuk dilakukan) dengan cara yang lembut dan dikuatkan dengan dalil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;Akhirnya melalui hadits ini kita dapat mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;strong&gt;[1]&lt;/strong&gt; Ikhtilaf, meskipun ia sudah menjadi perkara yang ditakdirkan oleh Allah akan tetapi wajib bagi kita untuk menjauhinya dan tidak punya keinginan untuk berikhtilaf pada suatu yag boleh selama kita masih ada jalan untuk menghindarinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;strong&gt;[2]&lt;/strong&gt; Perkara-perkara yang diperbolehkan ijtihad padanya, memiliki beberapa syarat dan ketentuan-ketentuan yang diatur oleh ilmu dan keikhlasan bukan diatur oleh perkiraan dan kemauan hawa nafsu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;strong&gt;[3]&lt;/strong&gt; Ahlu Sunnah memiliki manhaj dalam memahami ikhtilaf yang diambil dari Al-Qur'an dan Sunnah. Diantara adab-adabnya adalah mengikuti akhlak para salaf shalih dalam pergaulan dengan sesama mereka ketika terjadi ikhtilaf.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;strong&gt;[4]&lt;/strong&gt; Tidak boleh bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menuduh saudaranya memisahkan diri dari manhaj Ahlus Sunnah kecuali berdasarkan ilmu dan keadilan, bukan berdasarkan kebodohan dan kezhaliman.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#663333;"&gt;&lt;strong&gt;[5]&lt;/strong&gt; Tidak mencampur adukkan antara masalah-masalah ijtihadiyah dengan masalah iftiraq (perpecahan) demikian juga tidak boleh mencampur-adukkan antara orang yang membuat bid'ah juz'iyah dengan orang yang meninggalkan sunnah dengan bid'ah kulliyah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#663333;"&gt;[Disadur dari Majalah Al-Ashalah tgl.15 Dzul Hijjah 1416H, edisi 17/Th III hal. 78-89, karya Salim bin Shalih Al-Marfadi, dan dimuat di Majalah As-Sunnah edisi 06/Tahun V/1422H/2001M, hal. 30-32 Adab-AdaB Ikhtilaf merupakan bagian ketiga dari tiga bagian, diterjemahkan oleh Ahmad Nusadi.]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-110680407100534377?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/110680407100534377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=110680407100534377' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110680407100534377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110680407100534377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/01/adab-ikhtilaf.html' title='Adab Ikhtilaf'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-110680321008362964</id><published>2005-01-26T21:03:00.000-08:00</published><updated>2005-01-26T21:20:10.083-08:00</updated><title type='text'>Al Ilmu</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;Di antara tanda akan datangnya kiamat lagi ialah akan dihapuskannya ilmu (tentang Ad-Din) dan merajalelanya kejahilan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;Diriwayatkan dalam &lt;strong&gt;Shahih Bukhari dan Shahih Muslim&lt;/strong&gt; dari &lt;strong&gt;Anas bin Malik Radhiyallahu anhu&lt;/strong&gt;, ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Artinya : Di antara tanda-tanda akan datangnya kiamat ialah dihilangkannya ilmu (tentang Ad-Din) dan tetapnya kejahilan". [Shahih Bukhari, Kitab Al-Ilm, Bab Raf'i Al-Ilmi wa Zhuhuri Al-Jahli 1:178, Shahih Muslim, Kitab Al-Ilm, Bab Raf'i Al-Ilmi wa Qabdhihi wa Zhuhuri Al-Jahli wa Al-Fitan fi Akhir Az-Zaman 16:222].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;&lt;strong&gt;Imam Bukhari&lt;/strong&gt; meriwayatkan dari Syaqiq, katanya : Saya pernah bersama-sama dengan Abdullah dan Abu Musa, mereka berkata : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Artinya : Sesungguhnya menjelang datangnya hari kiamat akan ada hari-hari diturunkannya kejahilan dan dihilangkannya ilmu (Ad-Din)". [Shahih Bukhari, Kitab Al-Fitan, Bab Zhuhuri Al-Fitan 13:13].&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;Dan diriwayatkan oleh &lt;strong&gt;Imam Muslim dari Abu Haurairah&lt;/strong&gt; Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Artinya : Jangka waktu akan semakin dekat, ilmu (tentang Ad-Din) akan dihilangkan, fitnah akan merajalela, penyakit kikir akan dicampakkan (dalam hati), dan peperangan akan banyak terjadi". [Shahih Muslim, Kitab Al-Ilm, Bab Raf'i Al-Ilm 16 : 222-223].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Ibnu Baththal&lt;/strong&gt; berkata : "Tanda-tanda akan datangnya kiamat yang dikandung dalam hadits ini telah kita lihat dengan jelas, yaitu ilmu tentang Ad-Din telah berkurang, kebodohan merajalela, penyakit kikir telah dicampakkan dalam hati banyak orang, fitnah merajalela, dan peperangan banyak terjadi". [Fathul Bari 13:16]. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Al-Hafidz Ibnu Hajar&lt;/strong&gt; mengomentarinya demikian : "Yang nampak, bahwa di antara tanda-tanda tersebut yang disaksikannya itu memang banyak terjadi di samping adanya keadaan yang merupakan kebalikan dari itu. Dan yang dimaksud oleh hadits tersebut ialah dominannya hal-hal itu sehingga tidak ada yang tidak demikian melainkan sangat jarang. Inilah yang ditunjuki oleh hadits dengan ungkapannya 'dihilangkan ilmu (Ad-Din)', maka yang tinggal hanyalah kebodohan. Namun hal ini tidak mencegah kemungkinan adanya segolongan ahli ilmu, karena pada waktu itu golongan tertutup di tengah-tengah masyarakat yang jahil tentang ilmu Ad-Din". [Fathul-Bari 13:16].&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;Dan penghapusan ilmu Ad-Din ini ialah dengan kematian para ulamanya. Dalam hadits yang diriwayatkan dari &lt;strong&gt;Abdullah bin Amr bin Al-Ash&lt;/strong&gt; Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Artinya : Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu (tentang Ad-Din) dengan serta merta dari hamba-hamba-Nya, tetapi Dia mencabut ilmu dengan mematikan para ulama. Sehingga apabila tidak ada lagi orang yang alim (mengerti tentang Ad-Din), maka orang-orangpun mengangkat pemimpin-pemimpin yang jahil, lantas mereka ditanya, kemudian memberikan fatwa tanpa berdasarkan ilmu, sehingga mereka sendiri sesat menyesatkan (orang lain)". [Shahih Bukhari, Kitab Al-Ilm, Bab Kaifa Yuqbadhu Al-Ilm 1:94, Shahih Muslim, Kitab Al-Ilm, Bab Raf'i Al-Ilm wa Qabdhihi wa Zhuhuri Al-jahl wa Al-Fitan 16: 223-224].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;&lt;strong&gt;Imam Nawawi&lt;/strong&gt; berkata : "Hadits ini menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan mencabut ilmu (sebagaimana yang tersebut dalam hadits-hadits di muka secara mutlak) bukanlah menghapuskannya dari dada (hati) para penghafalnya. Tetapi, yang dimaksud ialah dengan matinya para pemilik ilmu tersebut. Lantas manusia mengangkat orang-orang yang jahil untuk menghukum (menetapkan dan memutuskan hukum) dengan kejahilannya sehingga mereka sendiri sesat dan menyesatkan orang lain". [Syarah Muslim 16:223].&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;Yang dimaksud dengan ilmu di sini ialah ilmu tentang Al-Qur'an dan As-Sunnah, yaitu ilmu yang diwarisi dari para Nabi, karena para ulama adalah pewaris (yang mewarisi) para Nabi. Dengan lenyapnya para ulama maka lenyap pulalah ilmu (tantang Al-Qur'an dan As-Sunnah). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;Sunnah mati, bid'ah-bid'ah bermunculan, dan kejahilan merajalela. Adapun ilmu tentang keduniaan, maka ia semakin bertambah dan ia bukan yang dimaksud dalam hadits-hadits tersebut. Persepsi ini didasarkan pada sabda Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam :"Artinya : Lalu mereka ditanya, lantas mereka memberi fatwa tanpa berdasarkan ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan orang lain".Sedang kesesatan itu hanya terjadi karena kejahilannya terhadap Ad-Din (agama). Dan ulama yang sebenarnya ialah ulama yang mengamalkan (menerapkan) ilmu dan mengarahkan dan menunjukkan umat ke jalan yang lurus dan petunjuk. Karena ilmu tanpa amal itu tidak ada faedahnya, bahkan menjadi bencana bagi pemiliknya. Dan disebutkan dalam Shahih Bukhari dengan lafal:"Artinya : Dan amal pun berkurang " [Shahih Bukhari, Kitab Al-Adab, Bab Husnil Khuluq was-Sakha' wa Maa Yukraha min Al-Bukhl 10:10; 456].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;Sejarawan Islam, &lt;strong&gt;Imam Adz-Dzahabi&lt;/strong&gt;, setelah menyebut segolongan ulama, beliau berkata, "Dan mereka tidak diberi ilmu melainkan hanya sedikit. Dan sekarang tidak ada yang tersisa dari ilmu-ilmu yang sedikit itu melainkan sedikit sekali yang ada pada orang yang jumlahnya sedikit. Alangakah sedikitnya orang yang mengamalkan ilmu yang sedikit itu. Semoga Allah mencukupi kita, dan Dia-lah sebaik-baik Pengurus". [Tadzkiratul-Huffazh 3: 1031].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;Kalau keadaan pada zaman &lt;strong&gt;Imam Adz-Dzahabi&lt;/strong&gt; saja demikian, maka bagaimana lagi dengan zaman kita sekarang ini ? Sesungguhnya semakin jauh zaman itu dari zaman kenabian maka semakin sedikitlah ilmu tentang Al-Qur'an dan As-Sunnah dan semakin banyak kebodohan. Karena, para sahabat Radhiyallahu anhum adalah orang-orang yang paling mengerti di kalangan umat ini, kemudian para tabi'ut tabi'in, dan mereka inilah sebaik-baik generasi sebagaimana disabdakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam."Artinya : Sebaik-baik manusia ialah generasiku, kemudian orang yang sesudah mereka, kemudian orang yang sesudah mereka lagi". [Shahih Muslim, Kitab Fadhail Ash-Shahabah, Bab Fadlish Shahabah Radhiyallahu anhum Tsumma Al-Ladzina Yaluunahum 16: 86].Ilmu tentang Ad-Din itu akan senantiasa berkurang dan kebodohan akan senantiasa bertambah, sehingga orang tidak tahu lagi apa-apa yang difardhukan oleh Islam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;&lt;strong&gt;Hudzaifah Radhiyallahu 'anhu&lt;/strong&gt; meriwayatkan, katanya : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Artinya : Akan hancur Islam ini seperti hancurnya kain yang telah usang, sehingga tidak diketahui orang lagi apa itu puasa, apa itu shalat, apa itu ibadah haji, dan apa itu zakat. Dan diterbangkanlah Kitab Allah pada suatu malam, sehingga tidak ada lagi yang tinggal di bumi satu ayat pun, dan tinggallah beberapa golongan manusia laki-laki dan wanita yang telah berusia lanjut dan lemah, yang berkata. 'Kami dapati bapak-bapak kami dahulu mengucapkan kaimat ini : Laa Ilaaha Ilallah, maka kami mengucapkan kalimat ini".Maka Shilat (salah seorang perawi hadits ini) bertanya kepada Hudzaifah, "Apa gunanya Laa ilaaha illallah kalau mereka tidak tahu lagi apa itu shalat, apa itu puasa, apa itu haji, dan apa itu zakat ? Lalu Hudzaifah berpaling tidak menjawabnya. Kemudian Shilat menanyakan lagi sampai tiga kali, dan Hudzaifah pun selalu berpaling, dan pada kali yang ketiga itulah Hudzaifah menjawab : "Wahai Shilat, kalimat Laa ilaaha illallah ini akan dapat menyelamatkannya dari api neraka". Demikian diucapkan oleh Hudzaifah sebanyak tiga kali. [Sunan Ibnu Majah, Kitab Al-Fitan, Bab Dzahabi Al-Qur'an wa Al-Ilm 2 : 1344-1345, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak 4:473, dan dia berkata, "Ini adalah hadist shahih menurut syarat Muslim, hanya saja beliau berdua (Bukhari dan Muslim) tidak meriwayatkannya". &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;Dan Adz-Dzahabi menyetujui pendapat Al-Hakim. &lt;strong&gt;Ibnu Hajar&lt;/strong&gt; berkata. "Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan sanad yang kuat". Fathul-Bari 13:16. Dan &lt;strong&gt;Al-Bani&lt;/strong&gt; berkata : "Shahih". Shahih Al-Jami' ASh-Shaghir 6:339, hadits nomor 7933].Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu anhu berkata. "Sungguh Al-Qur'an akan dicabut dari kalian, yaitu ia akan diterbangkan pada suatu malam, hingga ia lenyap dari hati manusia dan tidak ada lagi yang tinggal di muka bumi". [Riwayat Thabrani, dan perawi-perawinya adalah perawi-perawi shahih, kecuali Syaddad bin Ma'qil, dan dia adalah orang kepercayaan.Majmu'uz Zawaid 7: 329-330. &lt;strong&gt;Ibnu Hajar&lt;/strong&gt; berkata. "Riwayat ini sanadnya shahih, tetapi mauquf. Fathul-Bari 13:16". Saya (Yusuf bin Abdullah) berkata. "Isi riwayat seperti ini tidak mungkin diucapkan berdasarkan pikiran semata-mata, karena itu dihukum marfu".]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;&lt;strong&gt;Ibnu Taimiyah&lt;/strong&gt; berkata. "Al-Qur'an akan diterbangkan pada malam hari dari mushaf-mushaf dan dari dalam hati pada akhir zaman, maka tidak ada satu pun kalimat yang tertinggal dalam dada, dan tidak ada satu huruf pun yang tertinggal dalam mushaf-mushaf". [Majmu Fatawa Ibnu Taimiyah 3: 198-199].Dan yang lebih besar lagi dari ini ialah akan tidak disebut-sebut lagi lafal Allah di muka bumi. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits dari Anas Radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda."Artinya : Tidak akan datang kiamat sehingga di muka bumi tidak diucapkan lagi lafal Allah". [Shahih Muslim, Kitab Al-Iman, Bab Dzahaabil Iman Akhiruzzaman 2:178].&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#330000;"&gt;&lt;strong&gt;Ibnu Katsir&lt;/strong&gt; berkata : "Terdapat dua pendapat mengenai makna hadits ini, yaitu :[1] Maknanya, bahwa tak ada lagi orang yang mengingkari kemungkaran dan melarang orang lain melakukannya. Pengertian ini diambil dari sabda beliau : ".... sehingga tidak ada lagi diucapkan Allah, Allah". sebagaimana pula yang tertera dalam hadits Abdullah bin Amr : "Maka pada waktu itu hanya tinggal orang-orang bodoh yang tidak mengerti kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran". [Musnad Ahmad 11:181-182 dengan syarah &lt;strong&gt;Ahmad Syakir&lt;/strong&gt;. Beliau berkata. "Isnadnya shahih". Mustadrak Al-Hakim 4: 435, dan beliau berkata. "Ini adalah hadits shahih menurut syarat Syaikhani (Bukhari dan Muslim) apabila Al-Hasan mendengarnya dari Abdullah bin Amr". Perkataan Al-Hakim ini juga disetujui oleh Adz-Dzahabi].[2] Sehingga lafal Allah tidak disebut lagi di muka bumi dan tidak lagi dikenal nama itu. Hal ini terjadi ketika zaman sudah rusak, nilai kemanusiaan telah hancur, kekafiran, kefasikan, dan kemaksiatan telah merajalela. [An-Nihayah fil fitan wal Malahin 1: 186 dengan tahqiq Dr Thaha Zain].&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;[Disalin dari buku Asyratus Sa'ah Fasal Tanda-tanda Kiamat Kecil oleh Ysuaf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA, edisi Indonesia Tanda-tanda Hari Kiamat, Terbitan Pustaka Mantiq. hal. 101-105 Penerjemah Drs As'ad Yasin dan Drs Zaini Munir Fadholi]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-110680321008362964?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/110680321008362964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=110680321008362964' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110680321008362964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110680321008362964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/01/al-ilmu.html' title='Al Ilmu'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-110662045069374750</id><published>2005-01-24T18:16:00.000-08:00</published><updated>2005-01-24T18:34:10.693-08:00</updated><title type='text'>Ghibah yg Boleh</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#663366;"&gt;&lt;strong&gt;Syeikh Salim Al-Hilali&lt;/strong&gt; berkata, "Ketahuilah bahwasannya ghibah dibolehkan untuk tujuan yang benar, yang sesuai syari'at, yang tujuan tersebut tidak mungkin dicapai kecuali dengan ghibah itu." [Bahjatun nadzirin 3/33]&lt;br /&gt;Hal-hal yang membolehkan ghibah itu ada enam (sebagaimana disebutkan oleh An-Nawawi dalam Al Adzkar), sebagaimana tergabung dalam suatu sya'ir :&lt;br /&gt;"Celaan bukanlah ghibah pada enam kelompok&lt;br /&gt;Pengadu, orang yang mengenalkan, dan orang yang memperingatkan&lt;br /&gt;Dan terhadap orang yang menampakkan kefasikan, dan peminta fatwa&lt;br /&gt;Dan terhadap orang yang mencari bantuan untuk menghilangkan kemungkaran."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.      Pengaduan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;"Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang, kecuali oleh orang yang dianiaya...." [An Nisaa': 148]&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.      Minta bantuan&lt;/strong&gt; untuk mengubah kemungkaran dan mengembalikan pelaku kemaksiatan kepada kebenaran&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3.      Meminta fatwa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari 'Aisyah berkata, "Hindun, istri Abu Sofyan berkata kepada Nabi shalallahu'alaihi wasallam, 'Sesungguhnya Abu Sofyan seorang yang kikir dan tidak memberi belanja yang cukup untukku dan untuk anak-anakku, kecuali jika saya ambil tanpa sepengetahuannya.' Nabi shalallahu'alaihi wasallam berkata, 'Ambillah apa yang cukup untukmu dan untuk anak-anakmu dengan cara yang baik (jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit)." [Riwayat Bukhari dalam Al-Fath 9/504, 507, dan Muslim no.1714]&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.      Memperingatkan kaum muslim dari kejelekkan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hal ini di antaranya adalah jarh wa ta'dil (celaan dan pujian terhadap seseorang) yang telah dilakukan oleh para Ahlul Hadits. Mereka berdalil dengan ijma' tentang bolehnya, bahkan wajibnya hal ini. Karena para salaf umat ini senantiasa men-jarh (mencela) orang-orang yang berhak mendapatkannya, dalam rangka untuk menjaga keutuhan syari'at. Seperti perkataan ahlul hadits, "Si fulan pendusta," "Si fulan lemah hafalannya," "Si fulan munkarul hadits," dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;Contoh yang lain yaitu mengghibahi seseorang ketika musyawarah untuk mencari nasehat. Dan tidak mengapa dengan men-ta'yin (menyebutkan dengan jelas) orang yang dighibahi tersebut. Dalilnya sebagaimana hadits Fatimah. Fatimah binti Qais berkata, "Saya datang kepada Nabi shalallahu'alaihi wasallam dan berkata, 'Sesungguhnya Abul Jahm dan Mu'awiyah meminang saya.' maka Nabi shalallahu'alaihi wasallam berkata, 'Adapun Mu'awiyah maka ia seorang miskin, adapun Abul Jahm maka ia tidak pernah melepaskan tongkatnya dari bahunya.'" [Bukhari Muslim]&lt;br /&gt;Dan dalam riwayat yang lain di Muslim (no.1480), "Adapun Abul Jahm maka ia tukang pukul para wanita (istri-istrinya)."&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5.      Ghibah dibolehkan kepada seseorang yang terang-terangan menampakkan kefasikkannya atau kebid'ahannya atau kebid'ahannya&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Aisyah berkata, "Seseorang datang minta izin kepada Nabi shalallahu'alaihi wasallam, maka Nabi shalallahu'alaihi wasallam bersabda, 'Izinkanlah ia, ia adalah sejahat-jahat orang di tengah kaumnya.'" [Riwayat Bukhari dan Muslim no. 2591]&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6.      Untuk pengenalan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang terkenal dgn suatu laqab (gelar) seperti Al-A'masy (si rabun), atau Al-A'roj (si pincang), atau Al-A'ma (si buta) dan yang selainnya, maka boleh untuk disebutkan. Dan diharamkan menyebutkannya dalam rangka untuk merendahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;PERHATIAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Syeikh Salim Al-Hilali berkata :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;       Bolehnya ghibah untuk hal-hal di atas adalah hukum yang menyusul (bukan hukum asal), maka jika telah hilang 'illat-nya (sebab-sebab yang membolehkan ghibah -pent), maka dikembalikan hukumnya kepada hukum asal, yaitu haramnya ghibah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;       Dibolehkannya ghibah ini adalah karena darurat. Oleh kaena itu ghibah tersebut diukur sesuai dengan ukurannya (seperlunya saja -pent). Maka tidak boleh memperluas terhadap bentuk-bentuk di atas (ghibah yang dibolehkan). Bahkan orang yang mendapatkan keadaan darurat ini (sehingga dia dibolehkan ghibah -pent) hendaknya bertaqwa kepada Allah, dan jangan dia menjadi termasuk orang-orang yang melampaui batas. [Bahjatun Nadzirin 4/35,36]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663366;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;[diringkas dari artikel Ghibah, ditulis oleh Ibnu Abdidin As-Soronji pada majalah As-Sunnah Edisi 07/V/1422H-2001 M. hal. 49-58]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-110662045069374750?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/110662045069374750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=110662045069374750' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110662045069374750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110662045069374750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2005/01/ghibah-yg-boleh_24.html' title='Ghibah yg Boleh'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-110392953623243447</id><published>2004-12-24T14:38:00.000-08:00</published><updated>2005-01-10T20:37:47.446-08:00</updated><title type='text'>Bersumpah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; : Apa hukum bersumpah atas nama selain Allah Subhanahu wa Ta’ala ? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;Padahal telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;“Artinya : Sungguh, demi ayahnya ! telah beruntunglah dia, jika dia benar (sungguh-sungguh)” [Muslim dalam kitab Al-Iman 9-11]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;.Bersumpah atas nama selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, seperti mengatakan “Demi hidupmu”, “Demi hidupku”, “Demi Tuan Pimpinan”, atau “Demi Rakyat”, semua itu diharamkan bahkan termasuk syirik sebab jenis pengagungan seperti ini hanya boleh dilakukan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala semata. Barangsiapa yang mengagungkan selain Allah dengan suatu pengagungan yang tidak layak diberikan selain kepada Allah, maka dia telah menjadi musyrik. Akan tetapi manakala si orang yang bersumpah ini tidak meyakini keagungan sesuatu yang dijadikan sumpahnya tersebut sebagaimana keagungan Allah, maka dia tidak melakukan syirik besar tetapi syirik kecil. Jadi, barangsiapa yang bersumpah atas nama selain Allah, maka dia telah berbuat kesyirikan kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;Dalam hal ini, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.“Artinya : Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla melarang kalian bersumpah atas nama nenek moyang kalian ; barangsiapa yang ingin bersumpah, maka bersumpahlah atas nama Allah atau lebih biak diam” [Al-Bukhari secara ringkas dalam kitab Manaqib Al-Anshar 3836, Muslim di dalam kitab Al-Iman III : 1646]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;Beliau juga bersabda.“Artinya : Barangsiapa yang bersumpah atas nama selain Allah maka dia telah berbuat kekufuran atau kesyirikan” [Abu Daud dalam kitab Al-Iman 3251. At-Tirmidzi dalam kitab An-Nudzur 1535]Oleh karena itu, janganlah bersumpah atas nama selain Allah, siapa dan apapun sesuatu yang dijadikan sumpah tersebut sekalipun dia adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Jibril atau para Rasul lainnya, malaikat atau manusia. Demikian juga mereka yang dibawah kedudukan para Rasul. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;Jadi, janganlah bersumpah atas nama sesuatupun selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.Sedangkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.“Artinya : Sungguh, demi ayahnya ! telah beruntunglah dia, jika dia benar (sungguh-sungguh)”Kata ‘Demi Ayahnya’ tersebut masih diperselisihkan oleh para Hafizh (Ulama yang banyak menghafal hadits). Di antara mereka ada yang mengingkari lafazh semacam itu dan menyatakan, “ Tidak shahih berasal dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;Berdasarkan statement ini, maka tema yang dipertanyakan tersebut tidak jadi masalah lagi sebab suatu Mu’aridh (lafazh yang bertentangan maknanya dengan lafazh yang lebih masyhur, pent) harus efektif (sehingga dapat berlaku), sebab bila tidak demikian, maka dia tidak dapat diberlakukan dan tidak ditoleh alias tidak dapat dijadikan acuan.Akan tetapi berdasarkan statement bahwa kalimat ‘Demi Ayahnya’ tersebut valid/jelas, maka jawaban atasnya adalah bahwa ini termasuk Musykil (sesuatu yang rumit) sementara masalah bersumpah atas nama selain Allah termasuk Muhkam (sesuatu yang valid/jelas) sehingga kita memiliki dua hal ; Muhkam dan Mutasyabih (yang masih samar). Dan cara yang ditempuh oleh para ulama yang mumpuni keilmuannya dalam hal ini adalah dengan meninggalkan yang Mutasyabih tersebut dan mengambil yang Muhkam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;Hal ini senada dengan firmanNya.“Artinya : Dialah yang menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat itulah pokok-pokok isi Al-Qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mustasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata, “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Rabb kami” [Ali-Imran : 7]Dan sisi kenapa ia dikatakan sebagai Mutasyabih, karena di dalamnya terdapat banyak sekali kemungkinan-kemungkinan ; bisa jadi, hadits tersebut ada sebelum datangnya larangan tentang hal itu. Bisa jadi juga, ia khusus bagi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam saja (di dalam mengungkapkan lafazh seperti itu, -pent) karena beliau sangat jauh dari melakukan kesyirikan. Bisa jadi pula, ia hanya merupakan sesuatu yang terbiasa diucapkan lisan tanpa maksud sebenarnya. Nah, manakala terdapat kemungkinan-kemungkinan semacam ini terhadap dimuatnya kalimat tersebut –jika ia memang shahih berasal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, maka menjadi kewajiban kita untuk mengambil sesuatu yang sudah Muhkam, yaitu larangan bersumpah atas nama selain Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;Akan tetapi terkadang ada sebagian orang yang mempertanyakan, “Sesungguhnya bersumpah atas nama selain Allah telah terbiasa diucapkan lisan dan sangat sulit untuk meninggalkannya” Apa jawabanya ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;Kita katakan&lt;/strong&gt;, sesungguhnya itu bukanlah suatu hujjah akan tetapi seharusnya berjuanglah melawan diri anda untuk meninggalkan dan keluar dari kebiasaan tersebut.Saya ingat dulu pernah melarang seorang laki-laki mengatakan ‘Demi Nabi’. Ketika itu dia mengucapkan sesuatu kepadaku sembari berkata, “Demi Nabi, aku tidak akan mengulanginya”. Dia mengucapkan ini hanya untuk menguatkan bahwa dia tidak akan melakukannya lagi akan tetapi terbiasa diucapkan lisannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;Maka kami katakana&lt;/strong&gt; “Berusahalah semampumu untuk menghapus ucapan seperti itu dari lisanmu sebab ia adalah perbuatan syirik sedangkan perbuatan syirik amat besar bahayanya sekalipun kecil”. Dalam hal ini Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah bahkan pernah berkata, “Sesungguhnya kesyirikan tidak akan diampuni Allah sekalipun kecil”.Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Sungguh, bahwa aku bersumpah atas nama Allah dalam kondisi berdusta adalah lebih aku sukai daripada aku bersumpah atas nama selainNya dalam kondisi jujur”Syaikhul Islam mengomentari, “Hal itu, karena keburukan perbuatan syirik lebih besar (akibatnya) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;ketimbang keburukan besar”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;[Fatawa Syaikh Al-Utsaimin, Jld I][Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, hal 109-112 Darul Haq]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-110392953623243447?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/110392953623243447/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=110392953623243447' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110392953623243447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110392953623243447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2004/12/bersumpah.html' title='Bersumpah'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-110172357231131207</id><published>2004-11-29T02:17:00.000-08:00</published><updated>2004-11-29T02:19:32.310-08:00</updated><title type='text'>Resep Menikah - Kue Perkawinan </title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#3366ff;"&gt;Karya : Unknown&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Bahan :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1 Pria Sehat&lt;br /&gt;1 Wanita Sehat&lt;br /&gt;100% Komitmen&lt;br /&gt;2 Pasang Restu Orang Tua&lt;br /&gt;1 Botol Kasih Sayang Murni&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Bumbu :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1 balok besar humor&lt;br /&gt;25g rekreasi&lt;br /&gt;1 bks doa&lt;br /&gt;2 sdt telpon-telponan&lt;br /&gt;5 kali ibadah/hari&lt;br /&gt;(semua diaduk hingga merata dan mengembang)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Tips :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang&lt;br /&gt;2.Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi rasa. (sebaiknya dibeli di TOSERBA bernama "Tempat Ibadah", walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin)&lt;br /&gt;3.Jangan beli di pasar bernama "Diskotik" atau "Party" karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tetapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.&lt;br /&gt;4.Gunakan kasih sayang cap "Dakwah" yang telah mendapatkan penghargaan ISO dari departemen kesehatan dan kerohanian.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;CARA MEMASAK :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;1.Pria dan wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya hingga tersisa niat yang murni.&lt;br /&gt;2.Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata.&lt;br /&gt;3.Masukkan niat yang murni kedalam loyang dan panggang dengan api merata sekitar 30 menit didepan penghulu.&lt;br /&gt;4.Biarkan didalam loyang tadi dan sirami dengan bumbunya.&lt;br /&gt;Kue siap dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Catatan :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kue ini hanya bisa dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan hangat. Tetapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek " Tempat Ibadah". Setelah mulai hangat, jangan lupa telpon-telponan bila berjauhan.&lt;br /&gt;Selamat mencoba; dijamin semuanya halal koq!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-110172357231131207?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/110172357231131207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=110172357231131207' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110172357231131207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110172357231131207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2004/11/resep-menikah-kue-perkawinan.html' title='Resep Menikah - Kue Perkawinan '/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-110016080917260270</id><published>2004-11-11T01:11:00.000-08:00</published><updated>2004-11-11T00:13:29.173-08:00</updated><title type='text'>Macam2 Tauhid</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;strong&gt;Apa maksud Allah mengutus para Rasul?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah mengutus mereka supaya berdakwah kepada manusia untk beribadah kepada Allah dan menjadi syirik, sebagaimana firman Allah, "Dan sungguh telah Kami utus kepada setiap umat itu seorang rasul (agar menyeru kepada umatnya), 'Beribadahlah kepada Allah dan jauhilah thaghut." (an-Nahl: 36)&lt;br /&gt;            Dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, "Para nabi itu bersaudara … dan dien mereka satu." (HR. Bukhari–Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dimaksud tauhid rububiyah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tauhid rububiyah adalah mentauhidkan tugas-tugas-Nya seperti menciptakan, memelihara dan lain sebagainya. Allah berfirman, "Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam." (al-Fatihah: 2)&lt;br /&gt;            Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, "Engkau Rabb langit dan bumi." (HR. Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;strong&gt;           &lt;br /&gt;Apa yang dimaksud tauhid uluhiyah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tauhid uluhiyah adalah mentauhidkan Allah dalam beribadah seperti berdoa, menyembelih qurban, bernadzar dan lain sebagainya. Allah berfirman, "Dan Ilahmu itu adalah ilah yang satu, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Dia yang Maha Pengasih dan Penyayang." (al-Baqarah: 163)&lt;br /&gt;            Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Maka hendaklah pertama yang kamu serukan pada mereka adalah persaksian bahwa tidak ada illah yang berhak disembah kecuali Allah."   (HR. Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;            "Sampai mereka mentauhidkan Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa yang dimaksud tauhid asma’ dan sifat Allah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tauhid asma’ dan sifat adalah menetapkan apa-apa yang Allah mensifati diri-Nya dalam kitab-Nya atau sebagaimana Rasul mensifati-Nya dalam hadits shahih sesuai dengan hakikatnya tanpa ta’wil, pengurangan, tamsil (permisalan), dan penambahan, seperti istiwa’, turun (ke langit dunia), dan lain-lain yang menuju pada kesempurnaan-Nya.&lt;br /&gt;Allah berfirman, "Tidak ada sesuatu pun yang menyerupai Dia, sedang Dia Maha mendengar lagi Maha Melihat." (asy-Syura: 11)&lt;br /&gt;            Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Allah turun ke langit dunia pada setiap malam." (HR.Muslim) (turunnya Allah itu turun dengan segala kemulian-Nya yang seorang pun dari makhluk-Nya tidak bisa menyamai-Nya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di mana Allah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah itu bersemayam di atas ‘Arsy di atas langit, seperti firman Allah, "Ar-Rahman (yang Maha Pengasih) yang bersemayam di atas ‘Arsy." (Thaha: 5)&lt;br /&gt;            Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, "Sesungguhnya Allah telah menuliskan taqdir, maka kitab catatan taqdir itu ada di sisi-Nya di atas ‘Arsy." (HR. Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Apakah Allah bersama kita?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah bersama kita dengan pendengaran-Nya. Penglihatan-Nya dan ilmu-Nya, sebagaimana firman Allah, "Janganlah kamu berdua takut, karena sesungguhnya Aku bersama kamu berdua (Musa dan Harun) sedangkan Aku mendengar dan melihat." (Thaha: 46)&lt;br /&gt;            Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, "Sesungguhnya kalian berdoa kepada yang Maha Mendengar lagi dekat, sedangkan Dia bersamamu (dengan ilmu-Nya)." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa faedah tauhid?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Faedah tauhid adalah untuk menyelamatkan dari siksa di akhirat, untuk mendapatkan hidayah di dunia dan menutup/menghapus dosa-dosa, seperti firman Allah, "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapatkan keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.' (al-An’am: 82)&lt;br /&gt;            Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, "Hak hamba atas Allah adalah bahwa Allah tak akan mengadzab orang yang tidak berbuat syirik sedikit pun kepada-Nya." (HR. Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;   &lt;br /&gt;[dari kitab Koreksi Aqidahmu (Khud Aqidataka), Penulis Muhammad bin Jamil Zainu, Penerjemah Abu Hamdan, Penerbit Pustaka Istiqomah, Surakarta, Cetakan I, Rajab 1415 H/ Januari 1995, Halaman 8-14]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-110016080917260270?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/110016080917260270/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=110016080917260270' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110016080917260270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/110016080917260270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2004/11/macam2-tauhid.html' title='Macam2 Tauhid'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-109948733858032398</id><published>2004-11-03T05:02:00.000-08:00</published><updated>2004-11-03T05:08:58.580-08:00</updated><title type='text'>Tingkatan Marah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;strong&gt;Tingkatan Pertama&lt;/strong&gt; : Marah-Marah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#993300;"&gt;Ini terbagi kepada beberapa macam:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#993300;"&gt;    [1] Terjadi di dalam hati, misalnya jengkel terhadap Rabb-nya karena taqdir buruk menimpanya. Ini haram hukumnya, terkadang bisa menjerumuskan kepada kekufuran. Allah Ta'ala berfirman. :"Artinya : Di antara manusia ada yang menyembah Allah dengan berada di tepi, maka jika memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keaadaan itu, dan jika ditimpa suatu bencana berbaliklah ia ke belakang. Ia rugi dunia dan akhirrat" [Al-Hajj : 11]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#993300;"&gt;   [2] Dengan lidah, misalnya meminta celaka dan binasa dan yang semisal itu. Ini juga haram.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#993300;"&gt;   [3] Dengan anggota tubuh seperti menampar pipi, merobek saku, menjambak rambut dan semisalnya. Semua ini haram karena bertentangan dengan sabar yang merupakan kewajiban.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;strong&gt;Tingkatan Kedua&lt;/strong&gt; : Bersabar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#993300;"&gt;Seperti diucapkan oleh seorang penyair ; sabar seperti namanya, pahit rasanya tetapi lebih manis akibatnya dari pada madu. Maka orang ini akan melihat bahwa suatu musibah itu berat, namun ia tetap menjaga imannya sehingga tidak marah-marah, meski ia berpandangan bahwa adanya musibah itu dan ketiadaannya tidaklah sama. Ini hukumnya wajib karena Allah Ta'ala memerintahkan untuk bersabar.Dia berfirman :"Artinya : Bersabarlah kalian, sesunguhnya Allah berserta orang-orang yang sabar" [ Al-Anfa : 46]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#993300;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;strong&gt;Tingkatan Ketiga&lt;/strong&gt; : Ridha&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#993300;"&gt;Yakni manusia ridha dengan musibah yang menimpanya. Ia berpandangan bahwa ada dan tidaknya musibah sama saja baginya, sehingga adanya musibah tadi tidak memberatkannya. ia pun tidak merasa berat memikulnya. Ini dianjurkan dan tidak wajib menurut pendapat yang kuat. Perbedaan tingkatan ini dengan tingkatan sebelumnya nampak jelas karena adanya musibah dan tidak adanya sama saja dalam tingkatan ridha. Adapun pada tingkatan sebelumnya, jika ada musibah dia merasakan berat, namun ia tetap bersabar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#993300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;&lt;strong&gt;Tingkatan Keempat &lt;/strong&gt;: Bersyukur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#993300;"&gt;Ini merupakan tingkatan yang paling tinggi. Di sini seseorang bersyukur atas musibah yang menimpanya karena ia memahami bahwa musibah ini menjadi sebab pengampunan kesalahan-kesalahannya bahkan mungkin malah menambah kebaikannya. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda."Artinya : Tidaklah satu musibah menimpa seorang muslim kecuali dengannya Allah mengampuni dosa-dosanya sampai sebuah duripun yang menusuknya"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#993300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#993300;"&gt;&lt;strong&gt;[Disalin kitab Al-Qadha' wal Qadar edisi Indonesia Tanya Jawab Tentang Qadha dan Qadar, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin', terbitan Pustaka At-Tibyan, penerjemah Abu Idris]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-109948733858032398?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/109948733858032398/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=109948733858032398' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109948733858032398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109948733858032398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2004/11/tingkatan-marah.html' title='Tingkatan Marah'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-109948689775881208</id><published>2004-11-03T04:57:00.000-08:00</published><updated>2004-11-03T05:19:07.226-08:00</updated><title type='text'>Khitan Wanita</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#cc33cc;"&gt;Dalam hal ini ada beberapa hadits, di antaranya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Ummu Athiyah (wanita tukang khitan):"&lt;strong&gt;Artinya : Khitanlah dan jangan dihabiskan (jangan berlebih-lebihan dalam memotong bagian yang dikhitan) karena yang demikian lebih cemerlang bagi wajah dan lebih menyenangkan (memberi semangat) bagi suami"&lt;/strong&gt; [Shahih, Dikeluarkan oleh Abu Daud (5271), Al-Hakim (3/525), Ibnu Ady dalam Al-Kamil (3/1083) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dan Al-Khatib dalam Tarikhnya 12/291)]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam."&lt;strong&gt;Artinya : Bila telah bertemu dua khitan (khitan laki-laki dan wanita dalam jima'-pent) maka sungguh telah wajib mandi (junub)" &lt;/strong&gt;[Shahih, Dikeluarkan oleh At-Tirmidzi (108-109), Asy-Syafi'i (1/38), Ibnu Majah (608), Ahmad (6/161), Abdurrazaq (1/245-246) dan Ibnu Hibban (1173-1174 - Al Ihsan)]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc33cc;"&gt;Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menisbatkan khitan pada wanita, maka ini &lt;strong&gt;merupakan dalil disyariatkan juga khitan bagi wanita&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc33cc;"&gt;Riwayat Aisyah Radhiyallahu 'anha secara marfu'&lt;strong&gt;."Artinya : Jika seorang lelaki telah duduk di antara cabang wanita yang empat (kinayah dari jima, -pent) dan khitan yang satu telah menyentuh khitan yang lain maka telah wajib mandi (junub)"&lt;/strong&gt; [Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (1/291 - Fathul Bari), Muslim (249 - Nawawi), Abu Awanah (1/269), Abdurrazaq (939-940), Ibnu Abi Syaibah (1/85) dan Al-Baihaqi (1/164)]Hadits ini juga mengisyaratkan dua tempat khitan yang ada pada lelaki dan wanita, maka ini menunjukkan bahwa wanita juga dikhitan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc33cc;"&gt;Berkata Imam Ahmad : "&lt;strong&gt;Dalam hadits ini ada dalil bahwa para wanita dikhitan" [&lt;/strong&gt;Tuhfatul Wadud].Hendaklah diketahui bahwa pengkhitanan wanita adalah perkara yang ma'ruf (dikenal) di kalangan salaf. Siapa yang ingin mendapat tambahan kejelasan maka silahkan melihat 'Silsilah Al-Hadits Ash-Shahihah (2/353) karena di sana Syaikh Al-Albani -semoga Allah memberi pahala pada beliau- telah menyebutkan hadits-hadits yang banyak dan atsar-atsar yang ada dalam permasalahan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc33cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc33cc;"&gt;&lt;strong&gt;[Disalin dari kitab Ahkamul Maulud fi Sunnatil Muthahharah edisi Indonesia Hukum Khusus Seputar Anak dalam Sunnah yang Suci, hal 107-110 PustakaAl-Haura]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : "Bagaimana hukum berkhitan bagi laki-laki dan perempuan?"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Jawaban.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Hukum berkhitan masih dalam perselisihan ulama, namun yang paling dekat dengan kebenaran adalah bahwa khitan hukumnya wajib bagi laki-laki dan sunah bagi perempuan, dan letak perbedaan antara keduanya adalah khitan bagi laki-laki memiliki kemaslahatan yang berhubungan dengan syarat diterimanya shalat yaitu thaharah, karena jika qulfah (ujung kemaluan) itu dibiarkan, maka kencing yang keluar dari qulfah tersebut sisa-sisanya akan tertinggal disitu dan terkumpullah air di qulfah tersebut sehingga bisa menyebabkan rasa sakit waktu kencing. Atau dengan adanya qulfah yang belum dipotong, maka bila ada sesuatu keluar darinya, qulfah itu akan bernajis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Sedangkan bagi perempuan, berkhitan hanya merupakan tujuan yang di dalamnya terdapat faedah, yaitu untuk mengurangi syahwat, ini adalah tuntunan terkait dengan kesempurnaan, bukan untuk menghilangkan rasa sakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;[diambil dari Majmu Fatawa Arkanil Islam, Bab Ibadah, hal 258-269 Pustaka Arafah]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-109948689775881208?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/109948689775881208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=109948689775881208' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109948689775881208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109948689775881208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2004/11/khitan-wanita.html' title='Khitan Wanita'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-109894331206684469</id><published>2004-10-27T22:48:00.001-07:00</published><updated>2004-10-27T23:17:40.026-07:00</updated><title type='text'>Fenomena Mencela Allah dan Rasul-Nya</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#333399;"&gt;Beberapa hari lalu Republika memberitakan tentang kegiatan ospek Mahasiswa IAIN Gunung Jati. Dimana diliputi suasana tangis akan kedurhakaan kepada Allah Tabaraka Wata'ala. Slogan2 "Selamat datang di kawasan bebas Tuhan" dan "Anjing hu akbar" menikam cinta kita pada Ilahi. Bahkan Rektor dan dosen-nya memaklumi filsafat ushuludin yg tengah di pahami dandi kaji mahasiswa-nya. Dalam beragama akal didahulukan menganalisis dan akan dikembalikan ke Wahyu jika sudah tidak ada jawabannya. Semoga kita dapat belajar dari ketergelinciran ini. Perlu kita pahami pentingnya mendahulukan wahyu daripada akal dalam cara beragama kita&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333399;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#336666;"&gt;berikut kutipan singkat tentang Istihza' (mengejek agama) :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#336666;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#333399;"&gt;&lt;span style="color:#336666;"&gt;Ibnu Mundzir telah menukil adanya ijma’ bahwa orang yang mencela Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam wajib dibunuh. (Al Ijma’ Li-Ibnil Mundzir hal. 153 no. 722) Berkata Al-Khatthabi, "Aku tidak mengetahui adanya perselisihan (tentang orang yang mencela) wajib untuk dibunuh jika dia (si pencela) seorang Muslim."&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Qudamah, "Barang siapa mencela Allah Subhanahu wa Ta’aala maka dia telah kafir, sama saja apakah dengan bergurau atau sungguh-sungguh. Demikan pula (sama hukumnya dengan) orang yang mengejek Allah Subhanahu wa Ta’aala atau ayat-ayat-Nya atau Rasul-Nya atau kitab-kitab-Nya…." (Al-Mughni X/103)&lt;br /&gt;Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, "Jika dia (si pencela) seorang Muslim, maka telah terjadi ijma’ bahwa dia wajib dibunuh, karena dia telah menjadi kafir yang murtad disebabkan (celaan tersebut), dan dia lebih buruk daripada orang kafir (yang bukan murtad). Karena seorang kafir (yang bukan murtad) mengagungkan Rabb tetapi meyakini agama bathil sebagai kebenaran, namun tidak (melakukan) pengolok-olokan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’aala dan pencelaan terhadap-Nya." (Ash-Sharimul Maslul, hal 546)&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menukil perkataan Imam Ahmad, "Barang siapa yang menyebut sesuatu yang mengejek Allah Subhanah wa Ta’ala maka wajib dibunuh, baik dia Muslim atau kafir. Inilah pendapat penduduk Madinah." (As-Sharim al-Maslul hal. 558) Beliau juga menukil perkataan Imam Ahmad, "Siapa saja memaki Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, baik Muslim atau kafir maka dia wajib dibunuh." (as-Sharim al-Maslul hal. 558)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;&lt;strong&gt;DALIL-DALIL DARI AL-QUR’AN DAN SUNNAH BAHWA ORANG YANG MENCELA ALLAH, RASUL-NYA ATAU AGAMA-NYA WAJIB DIBUNUH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Firman Allah, "Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, 'Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.' Katakanlah, 'Apakah dengan Allah ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.'" (at-Taubah : 65-66)&lt;br /&gt;2. Hadits yang berkaitan dengan turunnya ayat dari at-Taubah di atas yaitu, Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar radiallahu ‘anhu dengan rangkuman sebagai berikut, "Bahwasanya pada waktu perang Tabuk, ada seseorang yang berkata, 'Kami belum pernah melihat (orang-orang) yang semacam para ahli membaca al-Qur’an kita ini, (orang-orang) yang lebih rakus terhadap makanan, lebih dusta lisannya dan lebih pengecut dalam peperangan --maksudnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan para shahabat yang ahli membaca al-Qur’an.' Maka berkatalah ‘Auf bin Malik kepadanya, 'Kamu telah berdusta, bahkan kamu adalah Munafiq. Sesungguhnya aku akan laporkan kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.' Lalu pergilah ‘Auf kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam untuk memberitahukan hal tersebut kepada beliau. Tetapi dia mendapati al-Qur’an telah mendahuluinya (turun kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam). Ketika orang itu datang kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam untuk memberitahukan hal tersebut kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau telah beranjak dari tempatnya dan menaiki untanya. Dia berkata kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, 'Ya Rasulullah! Sebenarnya kami hanyalah bersenda gurau sebagaimana obrolan orang-orang yang pergi jauh sebagai pengisi waktu saja dalam perjalanan kami.' Ibnu Umar radiallahu ‘anhu berkata, 'Sepertinya aku melihat dia berpegangan pada sabuk pelana unta Rasulullah sedang kedua kakinya tersandung-sandung batu sambil berkata, 'Sebenarnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.' Lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepadanya, 'Apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu berolok-olok?' Beliau mengucapkan itu tanpa menengok dan tidak berbicara kepadanya lebih dari itu." [Hadits hasan, riwayat Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Umar, dan isnad Abi Hatim berderajat Hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Muqbil dalam Ash-Shahih al-Musnad hal 71. Berkata ad-Dausari, "Adapun riwayat-riwayat Muhammad bin Ka’ab, Zaid bin Aslam, dan Qatadah adalah mursal sebagaimana dikeluarkan oleh Ibnu Jarir."]&lt;br /&gt;3. Dari as-Sya’bi dari Amirul Mukminin Ali radiallahu ‘anhu bahwasanya ada seorang Yahudi memaki Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, maka seorang laki-laki mencekiknya hingga mati, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pun membatalkan bayar diat (denda) laki-laki tersebut. [Diriwayatkan oleh Abu Dawud. Al-Albani berkata dalam Irwaul Ghalil mengomentari hadits (1251), "Isnadnya shahih sesuai syarat Bukhari Muslim."]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;TIDAK ADA BEDA ANTARA MAIN-MAIN DAN SENDA GURAU&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab memasukkan istihza’ (memperolok-olok; mengejek agama) salah satu dari sepuluh pembatal-pembatal Islam. Beliau telah menulis sebuah bab dalam Kitab Tauhid dengan judul Barangsiapa yang bersenda gurau dengan sesuatu yang berkaitan dengan dzikir kepada Allah, al-Qur’an, dan Rasul.&lt;br /&gt;Syaikh ‘Utsaimin menerangkan makna hazl yaitu mengejek dan memperolok-olok dengan maksud bermain-main dan tidak serius (bersungguh-sungguh). (al-Qaul al-Mufid 3) Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’aala dalam surat at-Taubah dan hadits Ibnu ‘Umar radiallahu ‘anhu di atas ketika mereka yang beristihza’ mengatakan, "Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain."&lt;br /&gt;Namun Allah Subhanahu wa Ta’aala tidak menerima alasan mereka, bahkan Allah Subhanahu wa Ta’aala berfirman, "Katakanlah, 'Apakah dengan Allah, ayat-ayat--Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.'"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;strong&gt;BENTUK CELAAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;DR. Shalih bin Fauzan bin ‘Abdullah al Fauzan berkata tentang hal-hal yang termasuk pembatal syahadatain, "Siapa yang membenci sesuatu dari ajaran yang dibawa oleh Rasulullah sekalipun ia juga mengamalkannya, maka ia kafir." (Kitab Tauhid I terjemahan hal 62)&lt;br /&gt;Menurut sebagian ulama diantaranya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, bahwa istihza’ terbagi menjadi dua :&lt;br /&gt;1. Istihza’ yang Nampak&lt;br /&gt;Seperti yang dilakukan oleh orang yang mengatakan, "Belum pernah kami melihat seperti para ahli membaca al-Qur’an kita ini, orang yang lebih rakus terhadap makanan…." sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar di atas. Dan juga perkataan orang-orang yang mengejek dan menghina penegak amar ma’ruf nahi munkar. Misalnya pengejekan terhadap orang-orang yang sedang melaksanakan shalat atau orang yang memanjangkan jenggot mereka, atau orang yang makan berjama’ah dengan menggunakan shahfah (nampan), mengambil suapan yang jatuh dan menjilati tangan, ini semua dan yang semisalnya adalah kekufuran yang mengeluarkan pelakunya dari Islam.&lt;br /&gt;2. Istihza’ yang Tidak Nampak (Tidak Langsung)&lt;br /&gt;Seperti mengejek dengan isyarat mata atau mengeluarkan lidah, mencibirkan bibir, atau dengan isyarat tangan terhadap orang-orang yang sedang membaca al-Qur’an atau Hadits-hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam atau terhadap orang-orang yang sedang melakukan amar ma’ruf nahi munkar. (at-Tanbihat al-Mukhtasharah hal 73).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;&lt;strong&gt;APAKAH DITERIMA TAUBAT DARI ORANG YANG MENCELA ALLAH DAN RASUL-NYA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berkata Syaikh ‘Utsaimin, "Para ulama berselisih, apakah orang yang mencela Allah Subhanahu wa Ta’aala dan Rasul-Nya atau kitab-Nya diterima taubatnya. Dalam masalah ini ada dua pendapat :&lt;br /&gt;1. Tidak diterima taubatnya, (ini adalah pendapat yang masyhur dikalangan Hambali) tetapi dia (si pencela tersebut) dibunuh dalam keadaan kafir. Dia tidak dishalatkan, tidak pula dido’akan rahmat baginya. Dia dikubur di tempat yang jauh dari pekuburan kaum Muslimin, walaupun dia mengatakan bahwa dia sudah taubat atau mengaku bersalah. Sebab menurut madzhab Hambali, kemurtadannya tersebut merupakan perkara yang besar sehingga taubatnya tidak bermanfaat.&lt;br /&gt;2. Sebagian ulama berpendapat bahwa taubatnya diterima jika diketahui bahwa ia sungguh-sungguh jujur bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’aala, dan mengaku bahwa dirinya telah bersalah. Karena dalil-dalil umum menunjukkan diterimanya taubat, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’aala, "Katakanlah, 'Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'" (az-Zumar: 53)&lt;br /&gt;Pendapat yang kedua ini adalah benar, hanya saja orang yang mencela Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam diterima taubatnya namun tetap wajib dibunuh. Hal ini berbeda dengan orang yang mencela Allah Subhanahu wa Ta’aala yang diterima taubatnya dan tidak dibunuh. Bukan berarti karena hak Allah Subhanahu wa Ta’aala berada di bawah hak Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bahkan karena Allah Subhanahu wa Ta’aala akan mengkabarkan kepada kita bahwa Allah Subhanahu wa Ta’aala akan memaafkan hamba-Nya yang bertaubat karena Allah Maha mengampuni seluruh dosa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;LARANGAN DUDUK DENGAN ORANG-ORANG YANG BERISTIHZA’&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wajib bagi kita untuk meninggalkan para pencela yang sedang mengejek dan memperolok-olokkan syari’at Allah Subhanahu wa Ta’aala dan Rasul-Nya, meskipun mereka adalah keluarga terdekat kita. Kita tidak bermajelis dengan mereka sehingga tidak termasuk golongan mereka.&lt;br /&gt;Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam al-Qur’an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olok, maka janganlah kamu duduk bersama mereka (yang mengolok-olok tersebut), sehingga mereka memasuki pembicaraan lain. Karena sesungguhnya (jika kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. (An-Nisaa’: 140)&lt;br /&gt;Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olok ayat-ayat Kami maka tinggalkanlah sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini) maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zhalim itu sesudah teringat akan larangan itu. (al-An’am: 68)&lt;br /&gt;Seseorang yang mendengar ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’aala sedang dihina dan diperolok-olokkan oleh sekelompok orang, namun dia duduk-duduk dan ridha dengan mereka, maka dia sama dengan mereka, baik dosa maupun kekafiran. (at-Tanbihat al-Mukhtasar hal 74) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;diambil dari Kitab Tauhid I terjemahan, karya DR. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan dan Majalah As-Sunnah Edisi 09/Th.IV/1421-2000, hal. 36-43&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-109894331206684469?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/109894331206684469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=109894331206684469' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109894331206684469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109894331206684469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2004/10/fenomena-mencela-allah-dan-rasul-nya_27.html' title='Fenomena Mencela Allah dan Rasul-Nya'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-109894220224678582</id><published>2004-10-27T22:38:00.000-07:00</published><updated>2004-10-27T22:43:22.246-07:00</updated><title type='text'>Nikah Tahlil</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin ditanya, "Bagaimana hukumnya nikah tahlil menurut pandangan syaikh?"&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sebelumnya harus ada penjelasan tentang nikah tahlil. Nikah tahlil adalah menikahi wanita yang telah ditalak tiga kali, bertujuan agar wanita tersebut bisa menikah kembali dengan suami yang pertama. Sebab seorang wanita yang telah ditalak oleh suaminya sebanyak tiga kali, maka tidak boleh menikah kembali dengan suami yang pertama sebelum menikah dengan laki-laki lain atas dasar suka sama suka dan telah bercampur, kemudian suami yang kedua menjatuhkan talak atau meninggal, maka wanita tersebut bisa menikah kembali dengan suami yang pertama. Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, "&lt;strong&gt;Talak (yang dapat dirujuk) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik." (Al-Baqarah: 229)&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000099;"&gt;Hingga firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, &lt;strong&gt;"Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dari istri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah." (Al-Baqarah: 230)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang secara sengaja berniat menikahi perempuan yang telah ditalak tiga kali, hanya bertujuan agar wanita tersebut bisa menikah kembali dengan suami yang pertama. Setelah wanita tersebut dianggap sudah bisa menikah dengan suami yang pertama, maka orang tersebut menjatuhkan talak dan wanita tersebut menikah kembali dengan suami yang pertama. Pernikahan tersebut dinyatakan rusak (tidak sah) oleh Islam sebab Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melaknat orang yang menghalalkan dan yang dihalalkan dan beliau menyebut orang yang menghalalkan (wanita yang telah ditalak tiga) untuk suami yang pertama dengan sebutan kambing pejantan sewaan, sebab dia mirip kambing pejantan yang disewa untuk mengawini kambing betina dalam waktu tertentu dan setelah habis masa sewa, maka kambing tersebut dikembalikan kepada pemiliknya. Orang tersebut mirip kambing pejantan yang disewa untuk mengawini seorang wanita yang telah ditalak dengan tujuan agar wanita tersebut bisa menikah dengan suami yang pertama, kemudian setelah wanita tersebut dianggap halal bagi suami yang pertama, maka orang tersebut menjatuhkan talak kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nikah tahlil memiliki dua bentuk&lt;/strong&gt;. Pertama, syarat tersebut diucapkan pada waktu akad nikah dengan mengatakan, "Saya menikahkan anak saya denganmu, dengan syarat setelah bercampur kamu harus mentalaknya." Kedua, tidak menyebutkan syarat tersebut dalam akad nikah, tetapi masing-masing yang bersangkutan baik suami, istri atau wali telah berniat untuk melakukan nikah tahlil. Jika niat tersebut datang dari pihak suami, maka pernikahan tersebut tidak sah sebab suami berhak menjatuhkan talak, sementara suami tidak berniat menikah secara sungguh-sungguh atas dasar kasih sayang dan melestarikan keturunan. Apabila niat tersebut datang dari pihak istri atau wali, maka para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Dan sampai saat ini belum ada di antara dua pendapat tersebut yang bisa saya tarjih (menguatkan salah satu pendapat). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000099;"&gt;Kesimpulannya bahwa &lt;strong&gt;nikah tahlil&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;adalah nikah yang&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;diharamkan dalam Islam&lt;/strong&gt; dan tidak bisa menghalalkan wanita yang dicerai tiga kali untuk kembali menikah dengan suami yang pertama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-109894220224678582?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/109894220224678582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=109894220224678582' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109894220224678582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109894220224678582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2004/10/nikah-tahlil.html' title='Nikah Tahlil'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-109891174997086609</id><published>2004-10-27T14:01:00.000-07:00</published><updated>2005-03-23T02:53:28.326-08:00</updated><title type='text'>Gunung Allah</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/img/46/4254/640/10.jpg"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: #000000 1px solid; BORDER-TOP: #000000 1px solid; MARGIN: 2px; BORDER-LEFT: #000000 1px solid; BORDER-BOTTOM: #000000 1px solid" src="http://photos1.blogger.com/img/46/4254/320/10.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ini gambar gunung &lt;a href="http://www.hello.com/" target="ext"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; PADDING-LEFT: 0px; BACKGROUND: none transparent scroll repeat 0% 0%; PADDING-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; PADDING-TOP: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px" alt="Posted by Hello" src="http://photos1.blogger.com/pbh.gif" align="absMiddle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-109891174997086609?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/109891174997086609/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=109891174997086609' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109891174997086609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109891174997086609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2004/10/gunung-allah.html' title='Gunung Allah'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-109755534794419645</id><published>2004-10-11T21:20:00.000-07:00</published><updated>2004-10-11T21:29:07.943-07:00</updated><title type='text'>Hukum Tatto</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#993399;"&gt;"Afwan, ana ingin pencerahan tentang hadits dalam kitab terjemahan Shahih Muslim, Dari Ibnu Umar ra katanya, 'Bahwa Rasulullah SAW mengutuk orang yang menyambung rambut dan meminta rambutnya disambung, dan mengutuk pembuat tatto dan yang meminta tatto.' Yang ingin ana tanyakan, untuk orang yang bertatto kemudian karena hidayah Allah sehingga ia ingin bertaubat, bagaimana dengan tatto yang telah ada ditubuhnya apakah harus dihilangkan walaupun dengan menyiksa dirinya? Jazakalloh khairan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menghilangkan Tatto&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syaikh 'Abdul'aziz bin Baz rahimahullah menjawab pertanyaan yang sama, "Ketahuilah bahwa mentatto tubuh adalah haram, karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengutuk orang yang menyambung rambut dan orang yang meminta rambutnya disambung, dan mengutuk orang yang mengerjakan tatto (pada orang lain-) dan orang yang meminta tatto.&lt;br /&gt;Jika seorang muslim melakukannya tanpa tahu bahwa itu adalah haram, atau terjadi padanya ketika dia masih kecil, maka dia harus menghilangkannya ketika dia telah tahu. Tapi jika menghilangkannya terlalu sulit atau dapat membahayakannya, maka cukuplah baginya untuk bertaubat dan meminta ampun, dan tidak menjadi masalah jika tanda (tatto) tersebut tinggal di tubuhnya." [disalin dari situs islam question and Answer (islam-qa.com)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;HUKUM TATO DI TUBUH&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta ditanya, "Apa hukum mentato bagian tubuh, apakah keberadaan tato tersebut merupakan halangan baginya untuk melaksanakan ibadah haji?"&lt;br /&gt;Diharamkan mentato bagian tubuh, berdasarkan hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwasanya ia bersabda, "Dilaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang meminta untuk disambungkan rambutnya, wanita yang mentato dan wanita yang meminta untuk di tato." Termasuk tato yang dilakukan di pipi, bibir dan tubuh lainnya, dengan mengubah warnanya menjadi biru, hijau atau hitam.&lt;br /&gt;Bertato tidak menjadikan halangan untuk melaksanakan ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;HUKUM ORANG YANG TIDAK TAHU HARAMNYA TATO&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta ditanya, "Ibu saya berkata, bahwa di masa Jahiliyah, sebelum tersebarnya ilmu, ia pernah menggambar lingkaran (membuat tahi lalat) di dagunya, tapi bukan tato yang sebenarnya. Namun ia melakukannya karena kebodohan dan tidak tahu apakah perbuatan tersebut haram atau halal. Saat ini kami ketahui bahwa orang yang meminta untuk di tato itu terlaknat. Mohon diberi pengertian, semoga Allah memberi anda kebaikan."&lt;br /&gt;Diharamkan mentato diseluruh tubuh, baik tato sempurna maupun yang tidak sempurna. Hendaknya ibumu membuang tato tersebut jika tidak membahayakan dan bertaubat serta istighfar atas apa yang telah diperbuatnya dahulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#663366;"&gt; [Fatawa Lanjah Ad-Daimah, 5/198. Lihat Zinatul Mar'ah, karya Syaikh Abdullah Al-Fauzan hal.103. Disalin dari kitab Fatwa-Fatwa Tentang Wanita 3, hal 78 Darul Haq]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-109755534794419645?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/109755534794419645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=109755534794419645' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109755534794419645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109755534794419645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2004/10/hukum-tatto.html' title='Hukum Tatto'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-109754651304948595</id><published>2004-10-11T18:58:00.000-07:00</published><updated>2004-10-11T19:01:53.050-07:00</updated><title type='text'>Hukum Melaknat Istri</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Syaikh Abdul Azis bin Baz ditanya&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;" Seorang suami melaknat istrinya dengan sengaja, apakah istrinya menjadi haram bagainya ataukah hukumnya seperti talak biasa  dan apa kafaratnya?"&lt;br /&gt;Jawaban :&lt;br /&gt;Tidak boleh suami melaknat istrinya bahkan termasuk dosa besar, berdasrkan hadist bahwa Rasulaullah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Melaknat orang mukmin seperti membunuhnya"&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;dan Beliau juga bersanda :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Menghujat orang mukmin adalah perbuatan fasiq dan membunuhnyaadalah perbuatan kafir". (Muttafaqun alaih).&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;"Orang yang saling melaknat keduanya tidak akan bisa menjadisaksi dan pemberi syafaat di hari kiamat".&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Maka wajib bagi suami agar segera bertaubat kepada Allah dan minta maaf kepada istrinya. Barangsiapa yang bertaubat dengan baik, maka Allah akan menerima taubatnya dan istrinya tetap halal baginya, tidak haram karena telah dilaknat.&lt;br /&gt;Wajib bagi suami agar mempergauli istri secara baik dan menahan lisan dari ucapan yang dimurkai Allah. Bagi sang istri hendaknya mempergauli suaminya secara baik dan tidak mengucapkan sesuatu kalimat yang mendatangkan murka Allah dan murka suaminya kecuali dengan haq. &lt;br /&gt;Allah Ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Dan bergaulah dengan mereka secara patut."&lt;br /&gt;(An-Nisa:19)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dan firman Allah Ta'ala :&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;"Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf." (Al-Baqarah:228).&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;  1. Kitab Fatawa Dakwah bin Baz, Juz 2/247&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-109754651304948595?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/109754651304948595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=109754651304948595' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109754651304948595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109754651304948595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2004/10/hukum-melaknat-istri.html' title='Hukum Melaknat Istri'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-109754430400775574</id><published>2004-10-11T18:23:00.000-07:00</published><updated>2004-10-27T22:36:56.353-07:00</updated><title type='text'>Shalat Wanita Saat Ramadhan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pertanyaan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya : Bagi kaum wanita khsususnya yang melakukan umrah di bulan Ramadhan, dalam pelaksanaan shalat, baik itu shalat fardhu ataupun shalat tarawih, manakah yang lebih utama bagi mereka, melaksanakan di rumah atau di Masjidil Haram ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jawaban&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sunnah Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam menunjukkan bahwa yang lebih utama bagi seorang wanita adalah melaksanakan shalat di dalam rumahnya, di mana saja ia berada, baik di rumahnya, di Mekkah ataupun di Madinah, karena itulah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;"Artinya : Janganlah kalian melarang kaum wanita untuk mendatangi masjid-masjid Allah, walaupun sesungguhnya rumah-rumah mereka adalah lebih baik bagi mereka".&lt;br /&gt;Beliau mengucapkan sabda ini saat beliau berada di Madinah, sedangkan saat itu beliau telah menyatakan bahwa shalat di Masjid Nabawi (Masjid di Madinah) terdapat tambahan kebaikan, mengapa beliau melontarkan sabda yang seperti ini ? Karena jika seorang wanita melakukan shalat di rumahnya maka hal ini adalah lebih bisa menutupi dirinya dari pandangan kaum pria asing kepadanya, dan dengan demikian ia lebih terhindar dari fitnah. Maka shalatnya seorang wanita di dalam rumahnya adalah lebih baik dan lebih utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Al-Fatawa Al-Makkiyah, Syaikh Ibnu Utsaimin, halaman 26]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Beberapa dalil :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Tambahan dari Uni berdasarkan dalil : &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;Ada seorang wanita shahabat Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, namanya Ummu Humaid ingin mengikuti shalat bersama Rasul Shalallaahu alaihi wasalam di masjid Nabi, maka Rasulullah memberikan jawaban yang begitu indah dan berkesan, yang artinya, "Sungguh aku tahu, bahwa engkau senang shalat bersamaku, padahal shalatmu di dalam kamar lebih baik dari pada shalatmu di rumah, dan shalatmu di dalam rumah lebih baik dari pada shalatmu di masjid kampungmu, dan shalatmu di masjid kampung lebih baik daripada shalatmu di masjidku ini." (HR. Ibnu Khuzaimah, di dalam shahihnya). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#996633;"&gt;Namun dari kajian Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat di majlis Masjid BEJ 12 okt 2004, ada hadist shahih untuk mengajak keluarga ( istri dan anak-anak) sholat tarawih di masjid. Wallahu alam bishowab ana belum bisa melampirkan hadist-nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#996633;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-109754430400775574?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/109754430400775574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=109754430400775574' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109754430400775574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109754430400775574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2004/10/shalat-wanita-saat-ramadhan.html' title='Shalat Wanita Saat Ramadhan'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-109754362261607286</id><published>2004-10-11T18:09:00.000-07:00</published><updated>2004-10-11T18:35:39.160-07:00</updated><title type='text'>Fenomena Tahdzir</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada masa sekarang ini, ada sebagian ahlussunnah yang sibuk menyerang ahlussunnah lainnya dengan berbagai celaan dan tahdzir. Hal tersebut tentu mengakibatkan perpecahan, perselisihan dan sikap saling tidak akur.&lt;br /&gt;Padahal mereka saling cinta mencintai dan saling berkasih sayang, serta bersatu padu dalam barisan yang kokoh untuk menghadapi para ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu yang menyelisihi ahlussunnah.&lt;br /&gt;Adanya fenomena diatas disebabkan dua hal:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, ada sebagian ahlussunnah pada masa sekarang ini yang menyibukkan diri mencari-cari kesalahan ahlussunnah lainnya dan mendiskusikan kesalahan tersebut, baik yang terdapat di dalam tulisan maupun kaset-kaset. Kemudian dengan bekal kesalahan-kesalahan tersebut mereka melakukan tahdzir terhadap ahlussunnah yang menurut mereka melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;Salah satu sebab mereka melakukan tahdzir adalah karena ada ahlussunnah lain yang bekerjasama dengan salah satu yayasan yang bergerak dalam bidang keagamaan untuk mengadakan ceramah-ceramah atau seminar-seminar keagamaan. Padahal Syaikh abdul Aziz bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin pernah memberikan ceramah kepada pengurus yayasan keagamaan tersebut melalui telepon. Dan kerjasama ahlussunnah lain dengan yayasan tersebut sebenarnya sudah dinyatakan boleh oleh dua ulama besar itu dengan fatwa.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, hendaknya mereka introspeksi terhadap diri mereka terlebih dahulu sebelum menyalahkan dan mencela pendapat orang lain; apalagi tindakan ahlussunnah lain tadi bersumber dari fatwa ulama besar. Anjuran introspeksi diri seperti ini pernah disampaikan oleh sebagian Sahabat Rasulullah setelah dilangsungkannya perjanjian Hudaibiyah. Sebagian sahabat ada yang berkata, "Wahai Manusia, hendaklah kalian mau introspeksi diri agar tidak menggunakan akal kalian dalam masalah agama."&lt;br /&gt;Amat disayangkan, padahal mereka yang dicela itu telah banyak membantu masyarakat, baik melalui pelajaran-pelajaran yang disampaikan, karya-karya tulis, maupun khotbah-khotbahnya. Mereka di-tahdzir hanya dikarenakan tidak membicarakan tentang si Fulan atau jamaah tertentu. Sayang sekali memang, fenomena cela mencela dan tahdzir ini telah merembet ke negeri Arab. Ada di antara mereka yang terkena musibah ini yang memiliki keilmuan yang luas dan memiliki usaha yang keras dalam menampakkan, menyebarkan dan menyeru kepada Sunnah. Tidak diragukan lagi bahwa tahdzir terhadap mereka telah menghalangi jalan bagi para penuntut ilmu dan orang-orang yang hendak mengambil manfaat dari mereka, baik dari sisi ilmu maupun ahlak.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, Ada sebagian Ahlussunnah yang apabila melihat kesalahan ahlussunnah lain, maka mereka menulis bantahannya, lalu pihak yang dibantah membalas bantahan tersebut dengan bantahan yang serupa. Pada akhirnya kedua belah pihak sibuk membaca tulisan-tulisan pihak lawan atau mendengarkan kaset-kaset, yang lama maupun yang baru, dalam rangka mencari kesalahan dan kejelekkan lawannya, padahal boleh jadi kesalahan-kesalahan tadi hanya disebabkan karena terpeleset lidah. Semua itu mereka kerjakan secara perorangan atau secara berkelompok. Kemudian tiap-tiap pihak berusaha untuk memperbanyak pendukung yang membelanya dan merendahkan pihak lawannya. Kemudian para pendukung di tiap pihak berusaha keras membela pendapat pihak yang didukungnya dan mencela pendapat pihak lawannya. Merekapun memaksa setiap orang yang mereka temui untuk mempunyai sikap yang jelas terhadap orang-orang yang berada di pihak lawan. Apabila orang tersebut tidak mau menunjukkan sikapnya secara jelas, maka dia pun dianggap masuk sebagai kelompok ahli bid’ah seperti kelompok lawannya. Sikap tersebut biasanya diikuti dengan sikap tidak akur satu pihak dengan pihak lainnya. Tindakan kedua belah pihak serupa dengan itu merupakan pangkal muncul dan tersebarnya konflik pada skala yang lebih luas. Dan keadaan bertambah parah, karena pendukung masing-masing kelompok menyebarkan celaan-celaan tersebut di jaringan internet, sehingga para pemuda ahlussunnah di berbagai negeri, bahkan lintas benua menjadi sibuk mengikuti perkembangan di website masing-masing pihak. Berita yang disebarkan oleh masing-masing pihak hanyalah berita-berita qila wa qala saja, tidak jelas sumbernya, dan tidak mendatangkan kebaikan sedikit pun, bahkan hanya akan membawa kerusakan dan perpecahan. Sikap yang dilakukan para pendukung masing-masing pihak seperti orang yang bolak balik di papan pengumuman untuk mengetahui berita terbaru yang ditempel. Mereka juga tidak ubahnya seperti supporter olahraga yang saling menyemangati kelompoknya. Permusuhan, kekacauan dan perselisihan sesama mereka merupakan akibat dari dihasilkan sikap-sikap seperti itu.&lt;br /&gt;Solusi Permasalahan Ini&lt;br /&gt;Ada beberapa solusi yang bisa diketengahkan dalam permaslahan ini.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt; Berkaitan dengan cela mencela dan tahdzir perlu diperhatikan beberapa perkara sebagai berikut:&lt;br /&gt;- Orang-orang yang sibuk mencela ulama dan para penuntut ilmu hendaknya takut kepada Allah subhanahu wa Ta’ala dengan tindakkannya tersebut. Mereka hendaknya lebih menyibukkan diri memperhatikan kejelekkan dirinya sendiri agar bisa terbebas dari kejelekan orang lain. Mereka hendaknya berusaha menjaga kekalnya kebaikan yang dia miliki. Janganlah mereka mengurangi amal kebaikan mereka walaupun sedikit, yaitu dengan membagi-bagikannya kepada orang-orang yang dia cela. Hal itu karena mereka lebih membutuhkan kebaikan tersebut dibanding yang lain pada hari dimana harta dan anak-anak takkan berguna kecuali orang yang datang kepada Allah Ta’ala dengan hati yang selamat. (Maksudnya pada hari kiamat, -pen)&lt;br /&gt;- Hendaknya mereka berhenti melakukan cela-mencela dan tahdzir, lalu menyibukkan diri memperdalam ilmu yang bermanfaat; bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu agar bisa manfaat dari ilmu tersebut dan menyampaikannya kepada orang lain yang membutuhkannya. Hendaknya mereka menyibukkan diri dengan kegiatan keilmuan, baik dengan belajar mengajar, berdakwah atau menulis. Semua itu jelas lebih membawa kebaikan. Jika mereka melakukan tindakan-tindakan yang baik seperti itu, tentu mereka dikatakan sebagai orang-orang yang membangun. Jadi, janganlah mereka sibuk mencela sesama ahlussunnah, baik yang ulama maupun penuntut ilmu, karena hal itu akan menutup jalan bagi orang-orang yang mendapatkan manfaat keilmuan dari mereka. Perbuatan-perbuatan seperti itu adalah temasuk perbuatan-perbuatan yang merusak. Orang-orang yang sibuk dengan tindakan cela-mencela seperti itu, setelah mereka meninggal tidak meninggalkan bekas ilmu yang bermanfaat, dan manusia tidak merasa kehilangan para ulama yang ilmunya bermanfaat bagi mereka, bahkan sebaliknya, dengan kematian mereka manusia merasa selamat dari keburukan.&lt;br /&gt;- Para penuntut ilmu dari kalangan ahlussunnah hendaknya menyibukkan diri dengan kegiatan keilmuan seperti membaca buku-buku yang bermanfaat, mendengarkan kaset-kaset ceramah para ulama ahlussunnah seperti Syaikh bin Baz, Syaikh Ibnu Utsiamin, daripada sibuk menelepon fulan atau si Fulan bertanya, "Bagaimana pendapatmu tentang Fulan atau Fulan?" atau "Bagaimana komentarmu tentang pernyataan Fulan terhadap si Fulan dan tanggapan si Fulan terhadap si Fulan?"&lt;br /&gt;- Berkaitan dengan pertanyaan tentang orang-orang yang sibuk dalam bidang keilmuan, mereka boleh dimintai fatwa atau tidak, selayaknya hal tersebut ditanyakan kepada pimpinan Lembaga Fatwa di Riyadh. Dan siapa yang mengetahui keadaan mereka, hendaknya mau melayangkan surat kepada pimpinan Lembaga Fatwa yang berisi penjelasan tentang keadaan mereka untuk dijadikan bahan pertimbangan. Hal itu dimaksudkan agar sumber penilaian cacat seseorang dan tahdzir, apabila memang harus dikeluarkan, maka yang mengeluarkan adalah lembaga yang berkompeten dalam masalah fatwa dan berwenang menjelaskan tentang siapa-siapa yang dapat diambil ilmunya dan dimintai fatwa. Tidak diragukan lagi bahwa lembaga yang dijadikan sebagai rujukan fatwa dalam berbagai permasalahan, juga selayaknya dijadikan sebagai sumber rujukan untuk mengetahui siapa yang boleh dimintai fatwa dan diambil ilmunya. Hendaknya janganlah seseorang menjadikan dirinya sebagai tempat rujukan dalam perkara yang sangat penting ini, karena sesungguhnya termasuk tanda bagusnya keislaman seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat bagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, Berkaitan dengan cara membantah orang yang melakukan kekeliruan pendapat perlu diperhatikan beberapa perkara sebagai berikut:&lt;br /&gt;- Hendaknya bantahan tersebut dilakukan dengan penuh keramahan dan kelemah-lembutan disertai keinginan yang kuat untuk menyelamatkan orang yang salah tersebut dari kesalahannya, apabila kesalahannya jelas terlihat. Selayaknya seseorang yang hendak membantah pendapat orang lain merujuk bagaimana cara Syaikh bin Baz tatkala melakukan bantahan, untuk kemudian diterapkannya.&lt;br /&gt;- Apabila kesalahan orang yang dibantah tadi masih samar, mungkin benar atau mungkin juga salah, maka selayaknya masalah tersebut dikembalikan kepada pimpinan Lembaga Fatwa untuk diberi keputusan hukumnya. Adapun apabila kesalahannya jelas, maka wajib bagi orang yang dibantah tersebut untuk meninggalkannya. Kerena kembali kepada kebenaran adalah lebih baik dari pada tetap tenggelam dalam kebatilan.&lt;br /&gt;- Apabila seseorang telah membantah orang lain, maka berarti dia telah menunaikan kewajiban dirinya, maka hendaknya dia tidak menyibukkan diri mengikuti gerak-gerik orang yang dibantah. Sebaliknya, dia selayaknya menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat, baik bagi dirinya maupun orang lain. Begitulah sikap yang dicontohkan oleh Syaikh bin Baz.&lt;br /&gt;- Seorang penuntut ilmu tidak diperbolehkan mengajak orang lain serta memaksanya untuk memilih si Fulan (yang dibantah) atau ikut dia (yang membantah); apabila sepakat dengannya maka dia selamat; namun apabila tidak sepakat maka di bid’ahkan dan diboikotnya. Tidak boleh seorang pun menisbatkan fenomena tabdi’ (pembid’ahan) dan hajr (pemboikotan) yang kacau seperti ini sebagai manhaj ahlussunnah. Dan siapapun tidak diperbolehkan mengelari orang yang tidak menempuh jalan yang ngawur ini sebagai orang yang tidak bermanhaj salaf. Boikot (hajr) yang dilakukan dalam manhaj ahlussunnah adalah boikot yang memberikan manfaat bagi orang yang diboikot, seperti boikot seorang bapak pada anaknya, Syaikh kepada muridnya, dan boikot dari pihak yang memiliki kedudukan dan derajat yang lebih tinggi kepada orang-orang yang menjadi bawahannya. Boikot-boikot seperti itu akan memberikan manfaat bagi orang yang diboikot. Namun apabila boikot itu bersumber dari dari seorang penuntut ilmu kepada penuntut ilmu yang lain, lebih-lebih pada perkara yang tidak selayaknya seseorang diboikot, maka boikot seperti itu tidak manfaat sedikit pun bagi orang yang diboikot, tetapi malah akan menimbulkan permusuhan, saling membelakangi dan saling menghalangi.&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam kitab Majmu’ Fatawa (III/413-414) ketika beliau berbicara tentang Yazid bin Mu’awiyah. Beliau berkata, "Pendapat yang benar adalah pendapat yang dikemukakan oleh para imam, yaitu bahwa Yazid bin Mu’awiyah tidak perlu dicintai secara khusus, namun juga tidak boleh dilaknat. Meskipun dia seorang yang fasiq atau zalim, mudah-mudahan Allah mengampuni orang yang fasiq dan zalim, terlebih lagi dia telah melakukan kebaikan yang besar.&lt;br /&gt;Imam Bukhari meriwayatkan dalam kitab shahihnya dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah pernah bersabda,&lt;br /&gt;"Pasukan pertama yang memerangi tentara konstatin akan diampuni dosa-dosanya."&lt;br /&gt;Dan pasukan pertama yang memerangi tentara konstatin dipimpin oleh Yazid bin Mu’awiyah, dan Abu Ayyub Al-Anshari ikut dalam pasukan tersebut.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, selayaknya kita bersikap adil dalam permasalahan tersebut. Kita tidak boleh mencela Yazid bin Mu’awiyah dan memata-matai seseorang dalam bersikap terhadapnya, karena sikap seperti itu adalah bid’ah yang bertentangan dengan manhaj ahlussunnah wal jama’ah.&lt;br /&gt;Dalam kitab yang sama (III/415), beliau juga berkata, "Sikap seperti itu juga akan memecah belah umat Islam. Disamping itu, sikap itu tidak diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya."&lt;br /&gt;Beliau juga berkata dalam kitab yang sama (XX/164), "Tidak boleh seorang pun menjadikan orang lain sebagai figur yang harus diikuti dan sebagai standar dalam berteman atau bermusuhan selain Rasulullah. Tidak diperkenankan pula seseorang menjadikan sebuah perkataan pun sebagai barometer untuk berteman dan bermusuhan selain perkataan Allah dan Rasul-Nya serta ijma’ kaum muslimin. Cara-cara seperti ini adalah termasuk perbuatan ahli bid’ah. Para ahli bid’ah biasa menjadikan figur atau sebuah perkataan sebagai tolak ukur. Mereka berteman ataupun bermusuhan dengan dasar perkataan atau figure tersebut. Akhirnya hanya memecah-belah umat Islam.&lt;br /&gt;Para pendidik tidak boleh mengkotak-kotakkan umat Islam, dan melakukan perbuatan yang hanya akan menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka. Bahkan yang seharusnya dilakukan adalah saling menolong atas dasar kebaikan dan takwa, sebagaimana difirmankan Allah Ta’ala,&lt;br /&gt;"Dan Tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran."(QS. Al-Maidah: 2)&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Rajab ketika menjelaskan hadist: Beliau berkata, "Termasuk tanda bagusnya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tak berguna baginya."&lt;br /&gt;Dalam kitab Jami’ Al ‘Ulum wa Al ‘Hikam (I/288), beliau berkata, "Hadist ini merupakan landasan penting dalam masalah adab. Imam Abu Amru bin Ash Shalah menceritakan bahwa Abu Muhammad bin abu Zaid, salah seorang imam Madzhab Malik pada zamannya, pernah berkata: "Adanya berbagai macam adab kebaikan bercabang dari empat hadist, yaitu hadist Rasulullah:&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang beriman dengan Allah Ta’ala dan hari akhirat hendaklah ia mengucapkan perkataan yang baik atau (kalau tidak bisa) lebih baik diam."&lt;br /&gt;Lalu hadits:&lt;br /&gt;"Salah satu ciri baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya."&lt;br /&gt;Lalu hadist Rasulullah yang mengandung wasiatnya yang singkat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan marah,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian yang terakhir hadist:&lt;br /&gt;"seorang mukmin mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya Berkata :&lt;br /&gt;Betapa perlunya para penuntut ilmu dengan adab-adab diatas, karena adab-aadab tersebut jelas akan mendatangkan kebaikan dan manfaat bagi diri mereka sendiri dan orang lain. Para penuntut ilmu juga perlu menjauhi sikap dan kata-kata yang kasar yang hanya akan membuahkan permusuhan, perpecahan, saling membenci dan mencerai-beraikan persatuan.&lt;br /&gt;- Menjadi kewajiban bagi setiap penuntut ilmu untuk menasehati dirinya sendiri agar berhenti mengikuti tulisan-tulisan di internet yang memuat komentar kedua belah pihak dalam masalah ini. Hendaknya mereka memanfaatkan dan memperhatikan website yang lebih bermanfaat seperti website milik Syaikh Abdul Aziz bin Baz yang berisi telaah pembahasan-pembahasan ilmiah keagamaan dan fatwa-fatwa beliau yang sampai sekarang telah mencapai dua puluh satu jilid. Website lain yang lebih bermanfaat untuk mereka lihat adalah website Fatwa Lajnah Daimah yang sampai kini telah mencapai dua puluh jilid; begitu pula website Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin yang berisi telaah kitab-kitab dan fatwa-fatwanya yang banyak dan luas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kutaib "Rifqon Ahlussunnah bi Ahlissunnah"&lt;br /&gt;Menyikapi Fenomena Tahdzir &amp;amp; Hajr&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr&lt;br /&gt;Hal. 69-85&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-109754362261607286?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/109754362261607286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=109754362261607286' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109754362261607286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109754362261607286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2004/10/fenomena-tahdzir.html' title='Fenomena Tahdzir'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-109754297442321227</id><published>2004-10-11T18:01:00.000-07:00</published><updated>2005-01-31T04:48:47.050-08:00</updated><title type='text'>Wanita Haidh di Masjid</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#009900;"&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;Syaikh Shalih Al-Fauzan ditanya : Apakah wanita haidh dibolehkan untuk berdiam di masjid ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Haram bagi wanita haidh untuk berdiam di masjid berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya aku tidak menghalalkan masjid bagi wanita haidh dan orang yang sedang junub" Diriwayatkan oleh Abu Daud, dan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya Masjid tidak halal bagi wanita haidh dan orang yang sedang junub" Diriwayatkan oleh Ibnu Majah&lt;br /&gt;Dibolehkan bagi wanita haidh untuk berjalan melintasi masjid tnpa berdiam di masjid itu, berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu 'anha, ia berkata : Rasulullah bersabda.&lt;br /&gt;"Artinya : (Wahai Aisyah) Ambilkanlah untukku alas duduk dari masjid", maka aku berkata : "Sesungguhnya aku sedang haidh", maka beliau bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya haidhmu bukan di tanganmu (bukan kehendakmu)" Diriwayatkan oleh seluruh perawi hadits kecuali Al-Bukhari.&lt;br /&gt;Dan dibolehkan bagi wanita untuk membaca dzikir-dzikir yang masyru', seperti memnaca tahlil (Laa Ilaaha Illallah), takbir (Allahu Akbar), tasbih (Subhanallah) dan do'a-do'a lainnya yang bersumber dari wirid-wirid yang disyari'atkan di waktu pagi, sore, ketika tidur serta bangun dari tidur, juga boleh bagi wanita haidh untuk membaca kitab-kitab ilmiah seperti tafsir, hadits dan fiqh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[At-Tanbiyat, Syaikh Shalih Al-Fauzan, halaman 14]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ust. Abdul Hakim Amir Bin Abdat, menegaskan bahwa wanita haidh diperbolehkanberdiam diri di Masjid. Hal ini dikaitkan dengan hadist2 shahih seperti pengurus masjid tempat Rasulullah yg sepenuh-nya tinggal di Masjid, hadist Aisyah, dsb.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-109754297442321227?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/109754297442321227/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=109754297442321227' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109754297442321227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109754297442321227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2004/10/wanita-haidh-di-masjid.html' title='Wanita Haidh di Masjid'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-109747106246611660</id><published>2004-10-10T22:01:00.000-07:00</published><updated>2004-10-10T22:04:22.466-07:00</updated><title type='text'>Puasa Wanita Haidh</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#993399;"&gt;Jika seorang wanita mendapatkan kesuciannya tepat setelah waktu shubuh, apakah ia harus tetap berpuasa pada hari itu, ataukah ia harus mengganti puasanya itu pada hari lain?&lt;br /&gt;Jika seorang wanita telah mendapatkan kesuciannya setelah terbitnya fajar, tentang keharusannya berpuasa pada hari itu, ada dua pendapat ulama. Pendapat pertama, diwajibkan baginya berpuasa pada hari itu, akan tetapi puasanya itu tidak mendapat imbalan, bahkan wajib baginya untuk mengqadha puasa, ini adalah pendapat yang masyhur dikalangan Madzhab Imam Ahmad rahimahullah.&lt;br /&gt;            Pendapat Kedua, tidak wajib baginya berpuasa pada hari itu karena pada permulaan hari itu ia dalam keadaan haidh yang menjadikan dirinya bukan termasuk golongan orang-orang yang wajib berpuasa, sehingga dengan demikian (bila ia berpuasa) maka puasanya itu tidak sah. jika puasanya tidak sah maka tidak ada faedah baginya melaksanakan puasa pada hari itu, juga dikarenakan pada hari ini ia diperintahkan untuk tidak berpuasa pada permulaan hari itu. bahkan haram baginya berpuasa pada hari itu, sebab puasa yang disyariatkan sebagaimana yang kita ketahui adalah menahan diri dari segala yang membatalkan puasa sebagai suatu ibadah kepada Allah Subhanahu Wata'aala dari sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.&lt;br /&gt;menurut pendapat kami inilah pendapat yang lebih kuat daripada pendapat yang mewajibkan wanita itu untuk berpuasa. Kedua pendapat itu mengharuskan qadha puasa pada hari tersebut. (52 Sualan 'an ahkamil haidh, Syaikh Ibnu Utsaimin, hal. 9-10)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#993399;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663366;"&gt;Dikutip dari Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, hal. 221-222, Darul Haq, Jakarta karya Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-109747106246611660?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/109747106246611660/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=109747106246611660' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109747106246611660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109747106246611660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2004/10/puasa-wanita-haidh.html' title='Puasa Wanita Haidh'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-109747082858595923</id><published>2004-10-10T21:58:00.000-07:00</published><updated>2004-10-11T20:05:14.506-07:00</updated><title type='text'>Keutamaan Puasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra dari Nabi saw bersabda, "&lt;strong&gt;Segala amal kebaikan manusia adalah untuknya; satu kebaikan akan dibalas sepuluh hingga 700 kali-lipat&lt;/strong&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Allah SWT berfirman, &lt;strong&gt;'Kecuali puasa, karena ia adalah milikKu dan Aku pula yang akan membalasnya, ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwatnya, makanan dan minumannya karena Aku.' Ada dua kebahagiaan yang diperuntukkan bagi orang yang berpuasa; kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum bagi Allah daripada aroma minyak misik&lt;/strong&gt;." &lt;strong&gt;(HR Bukhari dan Muslim).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah mengistimewakan puasa di antara amal kebaikan lainnya dengan menyandarkannya langsung kepada Zat-Nya, dalam &lt;strong&gt;hadis qudsi&lt;/strong&gt; Allah berfirman, "… kecuali puasa, karena ia adalah milik-Ku…."&lt;br /&gt;Mengenai makna hadis ini banyak dijumpai pendapat para fuqaha dan ulama lainnya, mereka menerangkan beberapa alasan pengistimewaan puasa ini. di antaranya, pertama, puasa adalah ibadah dalam bentuk meninggalkan keinginan dan hasrat jiwa yang dasar yang terbentuk secara fitrahnya cendrung mengikuti semua keinginannya dan dilakukan semata-mata karena Allah SWT. Hal ini tidak terdapat pada ibadah-ibadah selain puasa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ibadah ihram (haji atau umrah) misalnya, mengandung larangan melakukan hubungan suami-istri dan hal-hal yang merangsangnya seperti mengenakan parfum, sementara itu di dalamnya tidak terkandung larangan memenuhi hasrat jiwa yang lain seperti makan dan minum. Sama halnya dengan ihram, i'tikaf pun demikian, sekalipun ia merupakan ibadah yang ikut dalam cakupan puasa (i'tikaf di malam bulan Ramadhan, pent).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sedangkan salat, sekalipun orang yang sedang salat diharuskan meninggalkan semua hasrat jiwanya, namun itu hanya dilakukan pada masa yang tidak lama, sehingga orang yang salat tidak merasa kehilangan makanan dan minuman. bahkan sebaliknya, ia dilarang salat ketika hatinya menginginkan makanan yang ada di hadapannya sampai ia memakannya ala kadarnya yang membuat hatinya tenang, karenanya, ia diperintahkan untuk makan malam terlebih dahulu sebelum salat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Ini semua berbeda dengan puasa yang dilakukan sepanjang siang hari penuh. Oleh karena itu, orang yang berpuasa akan merasakan kehilangan hasrat jiwanya ini saat hatinya sangat menginginkannya, terutama pada siang hari musim kemarau yang sangat panas dan lama, oleh karena itu, ada sebuah riwayat menerangkan bahwa termasuk bagian dari iman puasa di musim kemarau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu al-Darda' ra, pernah berpuasa Ramadhan dalam sebuah perjalanan dalam cuaca yang sangat panas ketika para sahabat tidak ikut berpuasa (karena musafir mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa, pent). Dalam sebuah riwayat diterangkan bahwa Rasulullah saw pernah berada pada dataran tinggi ketika sedang berpuasa, ketika itu beliau menuangkan air ke atas kepalanya karena dahaga atau panas yang dirasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hati seseorang sangat merindukan sesuatu yang diinginkannya dan ia mampu untuk mendapatkannya, namun ia meninggalkannya karena Allah SWT, padahal ketika itu ia berada di suatu tempat yang tidak ada orang pun yang mengawasinya kecuali Allah, maka hal ini merupakan tanda kebenaran imannya.&lt;br /&gt;Orang yang berpuasa yakin bahwa ia mempunyai Tuhan yang selalu mengawasinya ketika ia berada di tempat yang sepi, dan mengharamkan kepadanya memenuhi hasrat jiwanya yang memang telah dikodratkan bahwa ia akan selalu menginginkannya. Lalu ia pun menaati Tuhannya, melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya karena takut akan siksa-Nya dan mengharapkan pahala-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, Allah berterima kasih kepadanya atas yang demikian itu dan Ia mengkhususkan amal perbuatan ini (puasa) di antara amal-amal lainnya untuk Zat-Nya, karenanya setelah itu Allah SWT berfirman, "&lt;strong&gt;Sungguh ia telah meninggalkan hasrat, makanan, dan minumannya semata-mata hanya karena Aku&lt;/strong&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dikutip dari Lathaif al-Ma'arif fi Ma li Mawasim al-'Am min al-Wadhaif, al-Hafidz Ibnu Rajab al-Hanbali&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-109747082858595923?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/109747082858595923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=109747082858595923' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109747082858595923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109747082858595923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2004/10/keutamaan-puasa.html' title='Keutamaan Puasa'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-109723421254843435</id><published>2004-10-08T04:15:00.000-07:00</published><updated>2004-10-08T04:16:52.546-07:00</updated><title type='text'>Masjid untuk I'tikaaf</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#330033;"&gt;oleh Ust.Yazid bin Abdul Qadir Jawas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam buku fatwa-fatwa syekh Albani, hadits "tidak ada iktikaf kecuali di tiga masjid," disebutkan pada jawaban syekh adalah hadis shahih. Bagaimana keterangan selanjutnya, apa memang tidak ada iktikaf selain di tiga masjid tersebut?&lt;br /&gt;Para fuqaha' berbeda pendapat mengenai masjid yang shah dipakai untuk i'tikaaf, dalam hal ini ada beberapa pendapat. Sebagian ulama berpendapat bahwa i'tikaaf itu hanya dilakukan di tiga masjid, yaitu Masjid Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha. Pendapat ini adalah pendapat Sa'ad bin Al-Musayyab.&lt;br /&gt;Kata Imam Nawawi, "Aku kira riwayat yang dinukil bahwa beliau berpendapat demikian tidak shah." Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad, Ishaaq dan Abu Tsur berpendapat bahwa i'tikaaf itu shah dilakukan di setiap masjid, yang dilaksanakan pada shalat lima waktu dan didirikan jama'ah. Imam Malik, Imam Syafi'i dan Abu Dawud berpendapat bahwa i'tikaaf itu syah dilaksanakan pada setiap masjid, karena tidak ada keterangan yang shah yang menegaskan terbatasnya masjid sebagai tempat untuk melaksanakan i'tikaaf.&lt;br /&gt;            Sesudah membawakan beberapa pendapat, kemudian Imam Nawawi berkata, "I'tikaaf itu shah dilakukan di setiap masjid dan tidak boleh dikhususkan masjid manapun juga kecuali dengan dalil. Sedang dalam hal ini tidak ada dalil yang jelas yang mengkhususkannya." (Lihat Al-Majmu' Syahrul Muhadzdzab 6/483)&lt;br /&gt;Ibnu Hazm berkata, "I'tikaaf itu shah dan boleh dilakukan di setiap masjid, baik di situ dilaksanakan shalat Jum'at atau tidak." (Lihat Al-Muhalla 5/193, masalah No. 633)&lt;br /&gt;            Kata Abu Bakar Al-Jashshash, "Telah terjadi itifaq di antara ulama Salaf, bahwa diantara syarat i'tikaaf harus dilakukan di masjid, dengan perbedaan pendapat diantara mereka tentang apakah masjid-masjid tertentu atau di masjid mana saja (pada umumnya) bila dilihat zhahir firman Allah, ‘Sedangkan kamu dalam beri'tikaaf di masjid.’ (QS 2 : 187) Ayat ini membolehkan i'tikaaf di semua masjid berdasarkan keumuman lafadznya, karena itu siapa saja yang mengkhususkan ma'na ayat itu mereka harus menampilkan dalil, demikian juga yang mengkhususkan hanya masjid-masjid Jami' saja tidak ada dalilnya, sebagaimana halnya pendapat yang mengkhususkan hanya masjid-masjid para Nabi (yaitu Masjid Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Al-Aqsha). Karena (pendapat yang mengkhususkan) tidak ada dalilnya, maka gugurlah pendapat tersebut." (Lihat Ahkaamul Qur'an, Al-Jashshash 1/285 dan Rawaai'ul Bayaan Fi Tafsiiri Ayaatil Ahkam 1/41-215)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8591006-109723421254843435?l=ko2h.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ko2h.blogspot.com/feeds/109723421254843435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8591006&amp;postID=109723421254843435' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109723421254843435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8591006/posts/default/109723421254843435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ko2h.blogspot.com/2004/10/masjid-untuk-itikaaf.html' title='Masjid untuk I&apos;tikaaf'/><author><name>nebula</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04794038347718004630</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8591006.post-109723157794991461</id><published>2004-10-08T03:30:00.000-07:00</published><updated>2004-10-08T03:36:51.900-07:00</updated><title type='text'>Uzlah</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#666600;"&gt;Fariq bin Gasim Anuz&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#666600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#666600;"&gt;Manusia berbeda pendapat tentang uzlah (mengisolir diri dari manusia) dan bergaul dengan manusia, manakah yang lebih utama di antara keduanya?&lt;br /&gt;Mereka yang menganggap uzlah itu lebih utama, berhujjah dengan hadits Abi Said, ia berkata, "Ada orang yang bertanya, 'Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling baik itu?' Beliau menjawab, 'Seorang yang berjihad dengan diri dan hartanya, dan seorang yang tinggal di bukit terpencil beribadah kepada Rabbnya dan meninggalkan manusia karena kejahatannya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Dalam hadits Uqbah bin Amir radiallahu anhu, ia berkata, "Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, apakah keselamatan itu?' Beliau menjawab, 'Kendalikanlah lidahmu, dan tetaplah tinggal di rumahmu, serta menangislah atas kesalahanmu." (HR. At-Tirmidzi, Ahmad, dan selainnya. Dishahihkan oleh Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini dalam Tahqiq kitab As-Shamth wa adabul lisan Oleh Imam Ibnu Abi Ad-Dunya)&lt;br /&gt;Mereka yang beranggapan bahwa bergaul dengan manusia itu lebih utama berdalil dengan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Orang mukmin yang bergaul dengan manusia dan sabar menghadapi gangguan mereka itu lebih baik dari pada orang mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar menghadapi gangguan mereka." (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#666600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#666600;"&gt;Apabila engkau sudah tahu manfaat-manfaat dan kerugian-kerugian uzlah, maka tidaklah bisa dihukumi secara mutlak bahwa uzlah itu lebih utama atau bergaul dengan manusia itu yang lebih utama, tetapi haruslah dilihat person dan kondisinya. Harus dilihat pula orang yang digaulinya serta kondisi orang tersebut. Juga harus dilihat faktor apa yang mendorong untuk berhubungan dengannya. Apa sisi posifit dan negatif akibat berhubungan dengan orang lain, lalu bandingkan antara keduanya, baru setelah itu menjadi jelas mana yang lebih utama antara keduanya.&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin hafizhahullah berkata dalam Syarh Riyadus Shalilih juz 6 halaman 198, "Ketahuilah bahwa yang paling utama adalah seorang mukmin yang bergaul dengan manusia dan sabar atas gangguan mereka. Orang yang demikian itu lebih utama dari seorang mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar atas gangguan mereka. Tetapi terkadang terjadi perkara-perkara yang menjadikan uzlah itu lebih baik dari bergaul dengan manusia. Yang demikian apabila manusia takut fitnah mengenai dirinya, seperti tinggal di negeri yang diterapkan padanya peraturan-peraturan yang mengharuskan ia menyimpang dari diennya, atau harus mendakwahkan bid'ah, atau ia melihat bahwa kemaksiatan telah merajalela, ia takut terimbas dan terjerumus ke lembah dosa dan nista, maka dengan kondisi yang ada itu uzlah lah yang lebih baik bagi dia.... Inilah perinciannya, bahwa uzl
